
lalu vincent yang sedang berada di dekat nya ia selalu memperhatikan delia yang sedang makan sedangkan delia yang sedang diperhatikan ia merasa canggung .
" emmm... itu terimakasih karna sudah membantu ku tadi " ucap delia agar suasana tidak begitu canggung.
" hmmmm.. apa cuma dengan kata-kata terimakasih saja cukup " ucap vincent.
" hah.. ternyata kau memang serakah " ucap delia.
" sekarang memang tidak ada yang gratis kan? " ucap vincent.
" hmmm.. ku kira kau berbeda ternyata kau memang sama saja" ucap delia.
" lalu bagaimana kau akan membayar kata terimakasih mu ini " ucap vincent.
" baiklah kalo begitu tunggu aku mendapat gajian lalu aku akan menlaktir mu makan " ucap delia.
" hmm... jadi aku harus menunggu sampai kau mendapat bayaran " ucap vincent.
" iyah" ucap delia.
" itu terlalu lama " ucap vincent.
" jika kau tidak mau ya sudah " ucap delia.
lalu tidak lama kemudin vincent pun tiba-tiba ia mendapatkan ide ia berencana ingin membawa delia untuk bertemu dengan orang tua nya.
" baiklah kalo .." ucap vincent yang tiba-tiba terpotong oleh suara getaran handphone delia.
" Drrttttt...ddrrrrrtttttt....rrttttt."
suara handphone delia yang tiba-tiba bergetar lalu delia pun segera mengangkat nya.
" hallo " ucap delia.
" hey dimana kau, kenapa kau belum kembali juga " ucap jessica yang tiba-tiba mengomel kepada delia.
" iy..iya aku tadi ada sedikit masalah " ucap delia.
" masalah ..masalah apa , dihari pertama mu berkerja kenapa kau bisa mendapatkan masalah sekarang dimana kau cepat kembali dan jangan lupa untuk membawa montor olive kembali" ucap jessica.
" baiklah " ucap delia lalu telfon pun tiba-tiba mati.
" vint itu aku harus kembali ketempat kerja ku " ucap delia.
" ketempat kerja mu " ucap vincent.
__ADS_1
" iya tapi sebelum itu bisakah kau mengantar ku ke bengkel terlebih dahulu aku ingin mengambil montor itu karna itu montor milik teman ku " ucap delia.
" hanya itu saja " ucap vincent.
" iyah hanya itu saja " ucap delia.
" haih .. biarkan masalah itu xi saja yang mengurus untuk mengembalikan montor milik teman mu itu sekarang sebutkan alamat nya biar aku menghubungi xi" ucap vincent.
lalu delia pun memberitahu alamat kerja nya dan vincent pun mengirim pesan kepada asisten xi lalu setelah itu vincent pun mengajak delia pergi.
" ayo ikut aku " ucal vincent.
" kemana " ucap delia.
" sudah ayo ikut saja " ucap vincent .
" tapi .. tapi " ucap delia yang belum saja selesai berbicara tapi tiba-tiba sudah dipotong oleh vincent.
" sudah ayo ikut saja " ucap vincent sambil menarik tangan delia.
lalu delia yang merasakan tangan nya sedang dipegang oleh vincent ia merasakan debaran jantung yang mulai bergejolak dan raut wajah yang sudah memerah lalu vincent pun mengajak delia untuk masuk kedalam mobil dan vincent pun mulai mengendarai mobil nya.
dan tidak lama kemudian vincent pun tiba disalon saat vincent masuk bersama delia ia tiba-tiba di sambut oleh pegawai salon.
" selamat datang tuan vincent " ucap pegawai salon itu sambil membungkukan badan nya memberi hormat.
" aku ingin kau melakukan sesuatu pada wanita inin" ucap vincent.
" baik tuan " ucap pegawai itu.
" hey kau apa yang akan kau lakukan " ucap delia yang sedang kebingungan.
" mari nona ikut saya " ucap pegawai itu yang mengajak delia pergi keruangan rias.
sedangkan vincent ia menunggu delia sambil duduk disofa . dan tidak lama kemudian delia pun muncul dari ruangan rias itu dengan penampilan yang cantik dan anggun.
" tuan " ucap pegawai itu .
lalu vincent yang sedang memainkan handphone nya ia langsung menoleh dan memandang kearah delia dari atas sampai bawah.
" sial jantung ku kenapa begini " ucap vincent yang sedang merasakan jantung nya yang berdebaran .
" bagaimana tuan " ucap pegawai salon itu.
" cukup , sungguh cantik " ucap vincent.
__ADS_1
lalu yang mendengar perkataan vincent itu delia langsung merasakan jantung yang sedang berdetak cepat dan waut wajah yang memerah dan delia yang melihat vincent memandangi nya ia merasa malu dan canggung.
" ayo " ucap vincent yang mengajak delia lalu mereka berdua pun berjalan keluar dari salon itu dan melangkah menuju mobil .
saat mereka berdua sudah ada didalam mobil delia yang penasaran itu pun langsung menanyakan apa yang sebenar nya ia rencanakan karna ia sampai harus berdandan dan berganti pakaian ke salon.
" aku ingin tau sebenar nya kenapa aku harus berdandan seperti ini " ucap delia.
" sudah kau nanti juga akan tau " ucap vincent.
" tidak jawab dulu pertanyaan ku , kau akan mengajak ku kemana dan apa tujuan mu sebenar nya " ucap delia.
" Drrrtttttt.t...dddrrtttttttttt...."
suara handphone vincent yang tiba-tiba bergetar.
" hallo " ucap vincent.
" dasar anak kurang ngajar pergi kemana saja kau kenapa kau belum kembali juga , ayah mu sudah menunggu mu dirumah cepat pulang dan jangan lupa bawakan calon menantu untuk ku " ucap ibu nya vincent yang tiba-tiba mengomel lalu telfon pun tiba-tiba terputus.
" apakah itu tadi suara ibu mu" ucap delia yang mendengar nya.
" iya " ucap vincent.
" hahahahhh.... kenapa kau sampai di omelin seperti itu apa ibu mu galak pada mu " ucap delia sambil tertawa kecil.
" iya ibu dan ayah ku akan memarahi ku jika aku tidak segera membawa pulang calon menantu untuk nya " ucap vincent.
" lalu kenapa kau tidak membawa nya " ucap delia.
" yah sebenar nya aku sudah berencana membawa mu untuk menemui ibu dan ayah ku" ucap vincent sambil menjalan kan mobil nya.
dan delia yang mendengar perkataan vincent itu ia langsung terdiam dan ia langsung merasakan panas dingin.
" aaa..aapaa membawa ku " ucap delia.
" iya " ucap vincent.
" tunggu kenapa harus aku , sedangkan " ucap delia yang tiba-tiba terpotong oleh vincent .
lalu vincent pun mencari cara supaya delia itu mau ikut bersama nya dan mau untuk bertemu dengan ibu dan ayah nya.
" hmmm.. karna tadi aku sudah membantu mu jadi tidak ada salah nya kan jika kau membantu ku " ucap vincent.
" membantu mu" ucap delia.
__ADS_1
" iya membantu ku , jadi kau cukup menjadi dirimu sendiri untuk bertemu dengan orang tua ku " ucap vincent.
" hemmm baiklah aku akan membantu mu sebisaku lagi pula kau sudah banyak membantu ku " ucap delia yang menyetujui nya.