
lalu lily yang sedang berada di dalam kamar nya setelah selesai menelfon dengan anak buah nya ia merasa sangat senang dan tidak sabar untuk melihat penderitaan delia.
" aku sudah tidak sabar untuk mendengar kabar selanjut nya, baiklah ku tunggu saja dasar wanita ****** aku hampir saja tertipu oleh wajah polos nya yang sok cantik itu " ucap lily disertai senyuman sinis nya itu.
lalu lily pun berjalan menuju meja rias nya sambil menyisir rambut nya dan bercermin melihat diri nya .
" vincent hanya boleh untuk ku seorang dan selain aku tidak ada yang boleh memiliki nya" ucap lily sambil menatap diri nya lewat cermin disertai ekspresi angkuh nya itu .
sedangkan ditempat lain bawahan lily yang sudah mendapatkan perintah dari lily ia langsung bergegas menjalankan tugas nya yang akan berniat menghancurkan toko bunga milik delia.
" apa kau sudah menyiapkan bahan bakar nya " ucap seseorang itu.
" sudah tenang saja seharus nya segini cukupkan untuk menghancur kan toko itu " ucap salah satu rekan nya .
" iya itu sudah lebih dari cukup , ayo cepat jangan sampai ada orang yang tau " ucap seseorang itu kepada rekan nya untuk bergerak cepat.
lalu mereka berdua pun langsung bergegas menyiram toko bunga itu dengan bahan bakar yang mudah terbakar dengan cepat mereka berdua menyirami seluruh toko bunga itu kemudian mereka berdua langsung menyalakan korek api dan melempar nya lalu api pun langsung menyala dan merambat keseluruh ruangan.
" ayo cepat pergi dari sini jangan sampai tinggal kan jejak apapun " ucap seseorang itu yang menyuruh rekan nya itu segera pergi.
" baiklah ayo cepat kita pergi dari sini sebelum ada orang yang tau " ucap rekan nya itu lalu anak buah lily pun langsung kabur dan menjauh dari tempat itu.
sedangkan dirumah delia, vincent, dan asisten xi yang sedang berada di ruang makan dan baru saja selesai makan malam mereka bertiga belum menyadari bahwa sesuatu telah terjadi.
" tidak ku sangka dia seorang pria yang kejam ternyata mempunyai bakat seperti ini bisa ku akui masakan nya sangat enak seperti di restoran mahal masakan ku pun kalah oleh nya" gumam delia dalam hati sambil memandangi vincent.
" apa aku sangat tampan sampai kau memandangi ku terus " ucap vincent yang menyadari diri nya sedang diperhatikan.
delia pun terkejut karna ketahuan bahwa diri nya sedang memerhatikan nya diam-diam ia pun langsung merasa malu.
" hey kau itu terlalu percaya diri siapa juga yang memandangi mu " ucap delia .
setelah mendengar ucapan delia tadi vincent tanpa berkata-kata ia langsung membereskan meja makan berserta piring-piring yang kotor itu dan asisten xi langsung mengelap meja makan kemudian disaat delia melihat vincent yang sedang membereskan meja makan delia langsung menghampiri vincent dan membantu nya.
" sini biar ku bantu " ucap delia sambil membawa piring kotor.
" tidak usah " ucap vincent.
" kenapa bukan nya lebih cepat selesai jika ku bantu" ucap delia.
" lihat tangan mu luka mu itu tidak boleh terkena air " ucap vincent.
" apa harus sampai seperti ini padahal luka ditangan ku ini hanya luka ringan " gumam delia dalam hati nya .
" nona lebih baik menurut saja apa kata tuan " ucap asisten xi .
__ADS_1
" emmm... baiklah " ucap delia yang akhir nya menuruti apa kata vincent .
" baiklah kalo begitu aku akan membuang sampah dulu " ucap asisten xi.
disaat asisten xi keluar akan membuang sampah tiba-tiba asisten xi menyadari bahwa api besar sudah melahap toko bunga milik delia ia langsung bergegas masuk ke dalam rumah untuk memberitahu pada vincent dan delia.
" tu..tuannn.. tuannn.." ucap vincent sambil tergesa gesa.
" ada apa kau kenapa " ucap vincent yang terkejut saat melihat asisten nya seperti itu.
" itu tuan kebakaran " ucap asisten xi .
" apa kebakaran " ucap delia.
" iya kebakaran terjadi di toko bunga " ucap asisten xi.
" apa ...!!! " ucap delia.
dengan panik delia ia langsung bergegas berlari bersama vincent keluar rumah untuk memastikan nya .
" tidakkkkk...!!!! " triak delia yang terkejut saat melihat api yang sudah melahap toko bunga nya.
" cepat padam kan api nya " ucap vincent yang menyuruh asisten xi.
lalu asisten xi pun menghubungi pemadam kebakaran sambil menunggu pemadam kebakaran datang vincent bersama asisten xi pun mencoba untuk memadamkan api itu.
sedangkan delia dengan rintikan air mata yang jatuh membasahi pipi nya ia masih berdiri memandang kearah toko bunga itu .
lalu vincent yang melihat keadaan delia yang seperti itu vincent langsung menghampiri nya.
" kau tidak apa-apa" ucap vincent yang merasa khawatir kepada delia.
" aku tidak apa-apa" ucap delia dengan suara lirih.
namun tiba-tiba delia merasa lemas dan pusing hingga akhir nya berdiri pun tak sanggup dan vincent yang menyadari delia hampir jatuh ia langsung menggendong delia masuk ke dalam rumah.
" tuan ada apa dengan nona " ucap asisten xi yang melihat vincent menggendong delia.
" seperti nya delia kelelahan, kau urus saja masalah yang disini aku akan mengurus delia " ucap vincent.
" baik tuan " ucap asisten xi.
lalu vincent pun membawa masuk delia ke dalam dan menidurkan nya disofa kemudian vincent pergi ke dapur dan mengambil minum untuk delia.
" apa kau baik-baik saja " ucap vincent.
__ADS_1
" aku hanya sedikit pusing " ucap delia sambil mencoba bangun untuk duduk dan vincent pun membantu nya.
" kalo begitu biarkan aku membawa mu ke rumah sakit " ucap vincent.
" tidak,, tidak usah aku baik-baik saja " ucap delia dengan suara lirih.
" ini minum dulu " ucap vincent sambil mengambilkan minum nya.
lalu delia pun langsung meminum nya dan setelah minum delia ia menyender pada vincent .
lalu vincent pun yang menyadari bahwa delia masih gemetaran ia membiarkan delia untuk menyender di diri nya.
" kenapa kebakaran itu bisa terjadi " gumam vincent dalam hati nya.
" kenapa toko bunga itu bisa kebakaran siapa yang tega melakukan nya "ucap delia.
" sudah tenang yah aku akan mencari tau apa penyebab kebakaran itu " ucap vincent sambil mengusap kepala delia.
setelah mendengar perkataan vincent itu delia tidak mengatakan apa-apa ia hanya mengangguk sambil meneteskan air mata.
"nenek maafkan aku , aku tidak bisa menjaga janjiku pada nenek " gumam delia dalam hati.
lalu tidak lama kemudian api pun padam dan asisten xi pun segera menghampiri delia dan vincent.
" tuan api sudah padam dan urusan diluar sudah selesai " ucap asisten xi yang sedang melapor kepada vincent tentang keadaan diluar.
" baiklah , delia sebaik nya kau beristirahat saja yah biar aku yang membantu mu untuk mencari tau apa penyebab kebakaran itu" ucap vincent kepada delia.
lalu delia pun ia hanya mengangguk kemudian vincent pun mengantarkan delia ke kamar nya untuk beristirahat.
" sudah jangan menangis lagi " ucap vincent sambil mengusap pipi delia.
" aku,, aku sudah gagal menepati janji ku pada nenek toko bunga yang penuh dengan kenangan nenek bersama ku kini sudah hancur dan toko bunga itu nenek yang selalu merawat dan menjaga nya hingga saat ini, tapi kini toko itu hancur oleh ku " ucap delia dengan suara serak disertai tangis.
lalu vincent yang tidak tega melihat delia menangis seperti ini ia berniat untuk mencari tau siapa dan apa penyebab nya.
" aku pasti akan membantu mu sudah ya jangan bersedih lagi sebaik nya sekarang kau tidur " ucap vincent.
delia hanya mengangguk dan tidak menjawab apa-apa lalu delia pun tidur dan terbaring di ranjang nya sedangkan vincent ia keluar dari kamar delia .
" xi kita pulang " ucap vinxent .
" baik tuan " ucap asisten xi.
lalu vincent dan asisten xi pun keluar dari rumah delia dan berjalan menuju mobil nya dan saat diperjalanan vincent selalu menghawatirkan delia.
__ADS_1
" xi coba kau cari tau apa penyebab kebakaran itu" ucap vincent.
" baik tuan " ucap asisten xi.