
selama perjalanan pulang ke rumah, vincent hanya memerhatikan delia yang sedari tadi hanya diam dan terlihat murung, pandang delia yang terlihat kosong menatap ke arah jendela mobil.
" apa kau sedang memikirkan sesuatu " ucap vincent.
" tidak ada " ucap delia singkat.
hanya itu percakapan singkat mereka berdua, lalu tak lama kemudian mereka pun tiba di rumah delia, dan vincent langsung turun dari mobil nya untuk menghampiri delia yang dari tadi sudah keluar dari mobil vincent.
" delia tunggu" ucap vincent yang menghentikan langkah delia sambil memegang tangan delia.
" iya vincent terima kasih sudah mengantar ku pulang " ucap delia, ia terlihat berbeda setelah makan bersama di kediaman vincent.
" delia aku tau apa yang kau pikirkan.. tapi aku harap kau tidak mikirkan kejadian tadi oke " ucap vincent, yang berharap delia tidak memikiran kejadian makan malam. delia hanya diam sambil menundukan wajah nya.
" hey.. sayang kau bisa mendengar ku " ucap vincent pada delia sambil mengangkat wajah delia. lalu delia pun menatap wajah vincent dengan tatapan berkaca - kaca.
" delia percayalah pada ku aku tidak akan meninggalkan mu, kau harus percaya pada ku " ucap vincent sambil memeluk delia, dan tak lama air mata yang sudah delia tahan di pelupuk matanya pun akhirnya terjatuh.
" vincent... " ucap delia yang memanggil namanya, dengan suara isakan tangis.
lalu vincent mengusap kepala delia untuk menenangkan delia.
__ADS_1
" mari kita masuk di luar sangat dingin " ucap vincent yang mengajak delia untuk masuk ke rumah.
lalu saat mereka berdua sudah berada di dalam rumah, vincent langsung menutup pintu dan ia pergi kedapur mengambil segelas air untuk delia.
" ini minum tenangkan diri mu " ucap vincent sambil memberikan segelas air yang baru saja ia ambil. tanpa menjawab delia langsung menerima segelas air itu dan langsung meminum nya.
" vincent.. " panggil delia dengan mata yang memerah dan sedikit ada isakan tangis.
" iya " ucap vincent smabil mengusap air mata yang masih menetes di pipi delia.
" vincent aku tidak yakin bahwa hubungan kita akan baik - baik saja " ucap delia.
" itu sudah sangat jelas vincent bahwa ibu mu tidak menyukai ku, setelah aku mengatakan perkerjaan ku yang sebenarnya, aku juga sudah siap jika suatu saat nanti aku akan berpisah dengan mu, tapi sebelum itu terjadi aku aku mengatakan pada mu vincent bagaimana jika kita putus.. bagaimana jika hubungan kita sampai disini saja " ucap delia, ia mengatakan itu dengan deraian air mata dan suara yang disertai isakan. lalu vincent yang mendengar itu sangat terkejut dan ia langsung memeluk delia.
" delia aku tidak akan meninggalkan mu, percayalah pada ku " ucap vincent.
" tapi vincent ibu mu.. aku tau status kita sangat berbeda kita tak mungkin bisa bersama" ucap delia.
" delia dengar aku. tolong jangan lagi kau berkata seperti itu... itu membuat ku sangat takut,, kau harus percaya pada ku oke.. aku sangat mencintai mu aku tidak akan melepaskan mu " ucap vincent ia langsung memeluk delia dan delia pun memeluk balik vincent.
"delia .." panggil vincent, lalu delia pun menatap vincent dan mereka berdua pun saling berciuman.
__ADS_1
" ahh.. cukup vincent ini sudah malam kau harus pulang " ucap delia yang menyuruh vincent pulang.
" ehmm... tapi aku masih merindukan mu" ucap vincent sambil memeluk manja delia.
" esok kau masih bisa menemui ku.. dan kau harus pulang kau harus berkerja buka.." ucap delia pada vincent.
" emm.. aku tidak mau pulang " ucap vincent pada delia.
" vincent hari ini aku sangat lelah " ucap delia.
" baiklah aku akan pulang tapi kau harus ingat.. kau tidak boleh memikirkan hal yang tidak - tidak " ucap vincent yang memeringatkan delia agar tidak memikirkan hal yang membuatnya khawatir.
" baiklah " ucap delia dengan senyuman manisnya.
" oke aku pulang sayang " ucap vincent lalu ia mengecup kening delia.
" hati - hati " ucap delia sambil melambaikan kan tangan, lalu vincent pun pergi dengan mobilnya. setelah vincent pulang delia yang berada sendirian di rumah ia langsung bergegas mandi untuk membersihkan badan, lalu ia menuju kamar nya.
" ahhh... melelahkan sekali " ucap delia sambil merebahkan dirinya di ranjang tidur nya.
" nenek.. aku sangat bingung..hari ini aku bertemu dengan orang tua vincent, tapi sepertinya mereka tidak menyukai ku setelah aku mengatakan pekerjaan ku yang sebenarnya.. nenek apakah aku akan kehilangan vincent.." ucap delia yang sedang berceloteh sendiri dengan foto nenek dengan dirinya yang terpajang dikamar nya. delia yang terlalu berlarut larut dalam pikiran nya sampai akhirnya lelah ia pun tertidur lelap.
__ADS_1