Ceo Boss First Love

Ceo Boss First Love
episode 67


__ADS_3

“apa kau mencoba mencari perhatian dari nenek, heh.. jangan harap” gumam delia dalam hatinya dengan tatapan yang sinis terhadap Vincent, namun Vincent yang menyadarinya tadi bahwa delia merasa tidak suka terhadapnya ia pun tidak menghiraukannya.


“ah.. nenek buah yang ku beli lebih enak dan lebih manis loh.. apakah nenek ingin mencobanya” ucap delia sambil mengambil buah yang tadi ia beli di supermarket.


“iya..iyaa nenek akan memakan nya nanti “ ucap nenek yang sambil makan buah bersama Vincent yang menyuapinya.


“ uhhh… nenekk…..” ucap delia dengan nada sedikit merengek kepada nenek nya, karna dia merasa neneknya sedikit berubah dan tidak begitu menyayangi cucunya.


“ ada apa delia “ ucap nenek dengan nada tenang.


“nenek.. apa kau tidak menyukai ku, apa kau akan melupakan aku” ucap delia sambil menunduk lesu.


“ada apa coba kau ceritakan pada nenek, kenapa kau punya pemikiran yang seperti itu” ucap nenek sambil menatap delia yang sedang menekuk wajahnya.


“iya aku tidak tau nenek dan Vincent dekat sejak kapan, tapi aku merasa sejak Vincent datang nenek tidak memperhatikanku lagi, jadi aku berpikir apa nenek akan melupakan aku” ucap delia dengan menundukan kepalanya.


“aihh… kau bicara apa, nenek tidak akan melupakan cucu tersayang nenek.. apa kau cemburu..” ucap nenek pada delia.


“tidak.. aku tidak cemburu” jawab delia. lalu Vincent dan nenek pun saling bertatapan dan mereka berdua pun saling tersenyum.

__ADS_1


“apa kau cemburu pada ku, apa kau takut nenek akan menyukai ku” ucap Vincent yang dengan nada bercanda, dia mencoba meledek delia.


“ tidak.. untuk apa aku cemburu pada mu “ ucap delia dengan ketus.


“sudah.. sudah…. Jangan bertengkar sini nenek peluk “ ucap nenek. Lalu delia pun langsung menerjang ke dalam pelukan nenek.


“ Vincent “ ucap nenek.


“iya nek” saut Vincent yang sambil meletakan piring buah yang tadi ke atas meja.


“ sini kemari ' ucap nenek yang ingin memeluk Vincent juga, lalu Vincent pun menghampiri ke pelukan nenek, jadi nenek pun merasa nyaman dengan memeluk delia dan Vincent secara bersamaan. Vincent yang menhampiri ke pelukan nenek. Ia merasakan pelukan yang nyaman hangat dan menenangkan hati, sedangkan delia yang merasa


“tuhan.. andaikan saja jika waktu dapat dihentikan, saya ingin sekali hentikan waktu ini untuk sementara. Aku ingin menikmati momen ini lebih lama lagi.. aku ingin menikmati sebuah pelukan bersama kedua orang yang aku cintai “ gumam delia dalam hatinya, yang sedang berharap bahwa waktu dapat dihentikan.


“ hemmm.. sungguh pemandangan yang indah.. momen yang harus diabadikan “ gumam Jessica dalam hati yang masih disitu sedari tadi, ia yang tersenyum melihat kebersamaan nenek bersama cucunya, serta Vincent lelaki tampan yang tampak tulus bersahabat sahabatnya. lalu ia mengeluarkan ponsel dari tasnya dan


potret kebersamaan itu.


“ vincent ku harap kau tidak mengecewakan satu - satunya sahabat terbaik ku" gumam jessica dalam hatinya yang masih menikmati moment kerbersamaan mereka dengan tersenyum bahagia. 

__ADS_1


lalu saat mereka bertiga sedang berpelukan bersama, berlahan nenek melonggarkan pelukan nya.


" nenek " ucap delia.


" iya " sahut nenek.


" nenek kau harus cepat sembuh yah " ucap delia sambil menatap nenek dengan wajah yang serius.


" iya tenang saja, nenek pasti akan cepat sembuh " ucap nenek.


" nenek kau harus sembuh, aku pasti akan mencarikan dokter baik untuk mu" ucap vincent pada nenek.


" vincent " sahut delia tiba - tiba.


" ada apa " ucap vincent.


" em.. tidak jadi " ucap delia.


" vincent terimakasih ya nak, kau sudah banyak membantu..  dan kau tidak usah repot - repot lagi nenek pasti akan sembuh.. nenek hanya ingin kau menjaga delia disaat nenek tidak ada " ucap nenek pada vincent.

__ADS_1


__ADS_2