
" tidak apa - apa .. mari masuk " ucap vincent yang mengajak delia masuk.
" ta..tapi aku " ucap delia yang sedikit gugup. lalu vincent yang menyadari itu ia langsung menggenggam tangan delia.
" tidak perlu khawatir ada aku " ucap vincent yang langsung menggenggam tangan delia. lalu saat mereka memasuk rumah besar itu kepala pelayan langsung memberi salam dengan sopan.
" selamat datang tuan" ucap kepala pelayan.
" dimana ibu " ucap vincent yang menanyakan keberadaan ibunya.
" nyonya besar sedang ada dikamar tuan , apa perlu saya panggilkan " ucap pelayan itu.
" tidak usah " ucap vincent. lalu saat vincent dan delia hendak memasuki ruang keluarga, dari arah tangga nyonya besar sudah berteriak heboh karna anak nya pulang.
__ADS_1
" vincent.. kau memang kurangajar, kau benar - benar selalu saja membuat ku marah " ucap ibu nya yang mengomel sambil menghampiri vincent.
" aduhhh.. ibu kenapa kau sekarang selalu berteriak " ucap vincent.
" diam... harus nya kau tau dimana letak kesalahan mu vincent " ucap ibunya dengan nada kesal pada vincent karna ia merasa sangat marah karna ia sudah sangat rindu pada calon menantunya namun vincent tidak segera datang untuk mempertemukannya.
" iya.. tapi seharusnya sekarang ibu tidak perlu marah - marah lagi pada ku " ucap vincent. lalu nyonya besar pun menoleh kearah delia.
" ha..hallo nyonya " ucap delia yang masih merasa gugup.
" iya.. saya delia nyonya.." ucap delia.
" delia kemarilah duduk bersama ku. bagaimana apakah vincent menyakiti mu atau membuat mu terluka " ucap ibu vincent yang megkhawatirkan calon menantunya itu, dan ketika delia belum menjawab pertanyaan dari nyonya besar tiba - tiba vincent langsung menyela obral itu.
__ADS_1
" ibu ayolah apakah aku begitu kejam sampai kau menanyakan itu pada delia " ucap vincent yang langsung menyela pembicaraan ibunya.
" diam tutup mu.. aku tidak bertanya pada mu" ucap ibu vincent yang langsung membentak vincent. dan seketika vincent mematung diam.
" a..apa ibu kau sudah membentak ku semenjak aku membawa wanita " gumam vincent dalam hatinya yang merasa heran pada ibunya sendiri yang kini sudah banyak perubahan, dari yang kini sudah mulai membentak, mengomeli dirinya, bahkan mengatur.
" delia.. baik kau sudah bisa bicara pada ku, katakan apa anak kurangajar itu melukai mu atau menyakiti mu" ucap ibu vincent pada delia dengan ekspresi wajah yang serius.
" ti..tidak.. ada nyonya vincent tidak begitu pada ku " ucap delia yang masih memiliki sedikit rasa takut dan gugup.
" baguslah.. jika anak itu melalukan hal yang membuat mu terluka atau menyakiti mu kau harus bilang pada ku agar aku yang menghajar nya.. apa kau dengar delia " ucap ibu vincent dengan nada serius yang mengkhawatir kan calon menantunya itu.
" iya nyonya.." ucap delia dengan senyuman manis di wajah cantiknya. mereka bertiga yang sedang asik mengobrol di ruang keluarga tiba - tiba obrolan itu terhenti karena kepala pelayan yang tiba - tiba datang.
__ADS_1
" nyonya makanannya sudah siap " ucap kepala pelayan yang melapor bahwa hidangan nya sudah siap.
" baiklah ayo delia kita makan malam bersama " ucap ibu vincent sambil memegang tangan delia menganjak nya ke ruang makan bersama untuk menikmati makan malam. ketika mereka bertiga sudah berada di ruang makan vincent yang langsung duduk dikursi, sedangkan ibunya ia sibuk dengan delia.