
seketika ruangan itu berubah menjadi hening, hanya ada vincent sendiri di ruangan itu. lalu vincent yang masih terbayang - bayang dengan wajah delia. dan tiba - tiba ia memkirkan sesuatu.
" terimakasih kawan atas cerita mu ini, aku jadi memiliki ide, jika rencana ku berhasil aku akan menlaktir kalian minum. " gumam vincent sambil mengulas senyuman. lalu ia segera bergegas keluar dari ruangan kerjanya, dan menuju parkiran mobil nya lalu ia segera pergi dengan mobil mewahnya ke suatu tempat.
lain tempat di rumah sakit tempat nenek delia di rawat, nenek yang sedang duduk dikursi roda, sambil memandang langit biru dari balik jendela rumah sakit. sosok nenek yang sedang merindukan seseorang dan berharap sosok yang dirindukan datang dihadapannya.
" permisi.." suara lelaki dari arah balik pintu. nenek yang sedang duduk dan melamun ia pun menoleh ke arah suara itu untuk mencari siapa pemilik suara itu. ya tidak salah lagi suara yang baru saja terdengar itu adalah milik vincent. ia datang untuk menjenguk nenek dengan membawakan buah tangan.
" nenek.. bagaimana kabar mu hari ini.." ucap vincent dengan nada tenang. ia berjalan ke arah nenek dan meletakan buah - buahan yang masih segar itu di meja yang tak jauh dari nenek. nenek yang melihat vincent ia hanya tersenyum, senyuman yang manis yang terukir diwajah nya yang sudah berkeriput itu.
" nenek maaf.. jka aku tiba - tiba datang kemari " ucap vincent sambil berjalan mendekati nenek delia.
__ADS_1
" nenek maaf jika aku belum memperkenalkan diri, perkenal nama ku Luis Etrama Vincent panggil saja aku vincent nek " ucap vincent yang sedang memperkenalkan dirinya dengan sopan.
" nama mu bagus nak " ucap nenek dengan ramah, lalu ia tersenyum sambil memandangi vincent yang dihadapannya itu dengan penuh kagum.
" terimakasih nek.." ucap vincent.
" nak bisakah untuk mengantarku keliling sebentar aku merasa bosan jika berada di kamar terus " ucap nenek delia yang mengajak vincent untuk berkeliling di taman rumah sakit.
" lihat nek, udara di sini sangat bagus untuk nenek.. owh ya bagaimana keadaan nenek sekarang " ucap vincent, lalu mereka berdua pun berhenti dibangku taman rumah sakit.
" tenang saja nenek sekrang sudah lebih baik, terimakasih nak kau sudah menghawatirkan nenek " ucap nenek delia. vincent yang hanya tersenyum sambil memandangi nenek dengan penuh kasih sayang. sedangkan nenek pun sama memandangi vincent dengan rasa penuh kagum, bagaimana tidak bahwa sosok lelaki gagah dan tampan yang kini sedang bersamanya, ia memperlakukan nya dengan lembut, tampak dari sorot mata vincent yang memperlakukannya seperti orang tuanya sendiri.
__ADS_1
" nak apa kau mengenal cucu ku " ucap nenek pada vincent,
" iya nek, delia kan " ucap vincent dengan nada tenang.
" iya , dia cucu ku satu - satunya.. dia tidak memiliki siapa - siapa lagi kecuali aku... nak jika suatu saat nanti aku pergi apa kau mau menjaga cucu ku " ucap nenek, dan seketika vincent terdiam. ia terkejut mendengan perkataan nenek yang baru saja ia lontarkan kepadanya.
" nek aku pasti akan menjaga delia, karna aku menyayanginya... tapi nek kau jangan berkata seperti itu, kau pasti sembuh.... jika delia tau nenek berkata sepeerti itu delia pasti akan sedih " ucap vincent.
" kau memang anak yang baik " ucap nenek sambil tersenyum, lalu seketika suasana pun berubah menjadi hening.
" delia kau sangat beruntung, kau memiliki seseorang yang begitu mencintai mu.. jadi aku tidak akan khawatir jika suatu saat aku akan pergi meninggalkan mu " gumam nenek dalam hati nya.
__ADS_1