
" delia aku akan membalas tamparan ini untuk mu" ucap lily yang sedang bergumam sendiri sambil memegangi wajah nya yang bekas di tampar oleh ayah nya.
****************
sedangkan ditempat lain delia yang baru saja menghabiskan makanan nya itu ia berencana untuk pulang ke rumah karna ia sudah tidak betah berada di rumah sakit.
" hey kamu mau kemana " ucap vincent yang melihat delia membuka selimut.
" aku ingin pulang " ucap delia .
" kau baru saja sembuh " ucap vincent yang menahan delia pergi.
" ayolah aku sudah tidak apa-apa " ucap delia.
" tidak kau harus beristirahat sampai sembuh dan tidak dijinkan pergi kemana mana "
ucap vincent kepada delia yang sedang melarang delia pergi.
" apa kata mu aku tidak boleh pergi , kau ini sangat berlebihan kau lihat aku ,aku sudah tidak apa-apa jadi kau tidak perlu khawatirkan aku" ucap delia lalu ia langsung membuka pintu dan ia pun keluar dari ruang rawat nya.
" heyy tunggu " ucap vincent kepada delia lalu ia pun mengikuti delia dari belakang.
" aku jadi teringat nenek, kira-kira nenek sedang apa yah " gumam delia dalam hati nya.
" tunggu biar aku antar kau pulang"
ucap vincent kepada delia.
" tidak.. tidak usah aku bisa pulang sendiri lagian aku juga ingin menjenguk nenek "
ucap delia kepada vincent.
" baiklah kalo begitu biarkan aku temani kau mengunjungi nenek" ucap vincent kepada delia.
" baiklah kalo begitu aku merepotkan mu"
ucap delia kepada vincent.
lalu mereka berdua pun berjalan ke arah mobil vincent dan mereka berdua pun masuk kedalam mobil itu dan vincent pun ia segera menyalakan mobil nya dan mengemudikan mobil nya menuju rumah sakit dimana nenek delia dirawat.
__ADS_1
lalu tidak lama kemudian mereka berdua pun tiba di rumah sakit tempat nenek delia di rawat, lalu delia dan vincent pun keluar dari mobil dan mereka berdua segera masuk ke dalam dan berjalan menuju ruangan rawat nenek nya.
saat tiba di depan pintu ruangan rawat nenek nya delia langsung membuka pintu itu dan ia melihat nenek nya yang sedang terbaring dengan kedua mata nya yang tertutup , delia pun menghampiri nenek nya dengan berjalan berlahan kearah nenek nya delia pun duduk di kursi yang ada di samping ranjang itu.
" nenek aku datang" ucap delia sambil memegangi tangan nenek nya dan tak terasa air mata pun terjatuh dari pipi delia.
lalu vincent yang melihat itu pun ia berjalan menghampiri delia dan ia pun berdiri tepat di belakang delia.
" nenek aku sangat merindukan mu " ucap delia sambil memandangi wajah nenek nya dan disertai tetesam air mata yang jatuh ke pipi nya.
lalu tidak lama kemudian tiba-tiba dokter pun datang untuk memeriksa kondisi nenek nya delia.
" dok bagaimana keadaan nenek sekarang apakah ada kemajuan" ucap delia kepada dokter yang menanyakan keadaan nenek nya.
" hmmm... jujur saja nona untuk saat ini kondisi beliau belum ada peningkatan " ucap dokter itu.
" dok aku mohon tolong sembuhkanlah nenek ,apakah ada cara lain untuk mengobati nenek" ucap delia.
" jika saja kita bisa mendapatkan pendonor jantung yang baru dan melakukan operasi itu pada beliau ada kemungkinan 60% nenek akan sembuh " ucap dokter.
" dok aku mohon tolong sembuhkan lah nenek berapa pun biaya nya aku pasti akan membayar nya" ucap delia yang sedang memohon kepada dokter.
ucap vincent kepada dokter.
" apa vincent" gumam delia dalam hati nya yang cukup terkejut saat mendengar perkataan vincent.
" baiklah jika kita sudah menemukan jantung yang baru aku akan menghubungi kalian "
ucap dokter itu.
" terimakasih dok" ucap delia.
" baiklah kalo begitu aku permisi dulu" ucap dokter itu lalu ia langsung keluar dari ruangan.
" emmm..vint aku terimakasih " ucap delia.
" terimakasih untuk apa " ucap vincent.
" terimakasih untuk semua nya , aku pasti akan mengembalikan semua uang mu jadi tolong hitung saja berapa total biaya perawatan nenek dan aku saat di rumah sakit" ucap delia kepada vincent.
__ADS_1
" wanita ini" gumam vincent dalam hati nya yang melihat delia seperti itu.
" sudahlah tidak usah dipikirkan" ucap vincent kepada delia.
" hey kau tidak boleh seperti itu , nenek kau harus kuat yah kau kau sembuh lihat teman ku ini mau membantu kita jadi nenek harus sehat yah agar nenek bisa melihat seperti apa teman ku ini " ucap delia kepada nenek nya.
" teman... kenapa saat aku mendengar kau mengatakan teman aku sangat marah " gumam vincent dalam hati nya yang merasa kesal kepada delia karna delia mengganggap diri nya hanya teman.
" nenek aku pulang dulu yah , sampai bertemu lagi nek" ucap delia pada nenek nya lalu ia pun bangun dari duduk nya .
" ayo pulang " ucap delia pada vincent.
vincent yang masih merasa kesal kepada delia ia tidak mengatakan apa-apa ia hanya terdiam dan berjalan keluar dari ruangan dan menuju mobil nya bersama delia.
lalu saat sudah didalam mobil mereka berdua hanya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa hingga saat mereka sedang berada di tengah jalan tiba-tiba telfon vincent pun bergetar karena ada panggilan masuk dari ibu nya.
" Drrrrttttt...Drrrtttt...Rrrttttt..."
getaran yang ada di dalam saku jas nya lalu vincent pun langsung mengangkat nya.
" vincent dimana kau apakah delia sedang bersama mu" ucap ibu nya vincent.
" aku sedang di jalan , ia dia sedang bersama ku" ucap vincent aambil menyetir mobil nya.
" apa kau akan membawa delia kesini " ucap ibu nya vincent.
" tidak aku akan mengantar wanita ini pulang " ucap vincent.
" hmmm... baiklah kalo begitu hati-hati dijalan " ucap ibu nya vincent lalu telfon pun mati lalu vincent yang masih merasa kesal kepada lily ia pun tetap diam tidak berbicara sepatah kata pun.
" hmmm... sejak pergi dari rumah sakit tadi entah mengapa aku merasa vincent sedang marah atau hanya hanya perasaan ku saja " gumam delia dalam hati nya yang merasa seperti ada yang aneh dari vincent karna ia terlihat diam saja waktu masih di rumah sakit.
" lihat wanita bodoh itu bahkan dia pun tidak peduli sama sekali terhadap ku padahal aku sedang marah kenapa ia tidak mengajak ku berbicara" gumam vincent dalam hati nya.
" hemmm...aku sudah berpikiran apa sih, lagi pula kan dia memang seperti itu orang nya dia memang pendiam"
gumam delia dalam hati nya .
lalu tidak lama kemudian mereka berdua pun tiba di rumah delia , kemudian delia dan vincent pun turun itu .
__ADS_1