Ceo Boss First Love

Ceo Boss First Love
episode 59


__ADS_3

" hah" ucap ketiga teman nya dengan kompak sambil memandang delia dengan heran.


" apa yang kau tertawakan" ucap maikel pada delia yang merasa bingung karna delia yang tiba-tiba tertawa.


" ahh.. tidak-tidak, aku hanya merasa lucu saja dengan melihat kalian bertengkar kecil seperti ini, itu terlihat sekali keakraban kalian" ucap delia sambil memandangi ketiga teman nya.


" ahh.. kau melihat kami seperti itu, sungguh" ucap maikel.


" iyaa" ucap delia.ketika mereka sedang asyik bercanda tiba-tiba ada pelanggan datang lalu mereka pun langsung kembali ke posisi msing-msing mereka berkerja.


" Kriingg...nggggg..ngggggg...." suara nyaring longceng saat pintu terbuka.


" selamattt datang" ucap jessica yang nyapa dan melayani pelanggan, lalu maikel dan olive pun kembali ke dapur untuk membuat menu yang dipesan pelanggan dan mereka berkerja di bagian masing-masing.


lain dengan vincent yang sedang berkerja di kantornya, ia sama sekali tidak fokus berkerja karna teringat kejadian saat bersama delia, ia duduk dikursinya sambil melamun bersama dengan laptop nya yang tidak menyala. namun tiba-tiba lamunan nya tersadar oleh suara ketukan pintu.

__ADS_1


" tokk..tokk..kkkk" suara ketukan pintu.


" masuk" ucap vincent yang terkejut. lalu asisten xi pun masuk dengan membawa beberapa laporan yang ada ditangan nya untuk diserahkan kepada tuan nya.


" siang, tuan ini laporan yang tuan tunggu" ucap asisten xi dengan sopan sembari memberikan laporan itu kepada tuan nya, lalu vincent pun menerima laporan itu tanpa berbicara apa-apa.


" tuan, untuk jadwal nanti haruskah kita mengubah jadwal" ucap xi yang sedang berusaha mendiskusikan jadwal rapat dengan tuan nya. namun vincent yang sedang tidak baik suasana nya ia hanya diam saja sambil mengoreksi laporan itu. lalu asisten xi yang belum tersadar oleh suasana tuan nya ia masih mengoceh membahas tentang pekerjaan.


" oh ya tuan, nanti malam kita harus bertemu client jam dan tempat nya sudah saya atur" ucap xi dengan santai tanpa memerhatikan suasana. sedangkan vincent ia masih tidak berkata-kata namun ia sudah mulai geram,


" apa kau tidak bisa diam, apa mulut  mu digunakan untuk membuat telinga ku tuli, apa kau pikir aku tidak bisa mendengarnya, hahh" ucap vincent dengan nada tinggi kepada xi rasa geram dan kesal yang sudah ia tahan akhirnya ia luapkan semua kepada asisten nya. seketika xi asistennya itu ia terkejut dengan nada tinggi yang dikeluarkan oleh tuan nya.


" emmmm.. maa..maaff tuan bukan maksud ku begitu" ucap xi dengan nada gagap.


" apa,.. apa kau ingin ku kirimkan ke afrika, jika kau masih tidak pergi dari hadapan ku" ucap vincent yang makin memarahi xi.

__ADS_1


" baik. baik.. tuan aku akan pergi" ucap xi tetapi ia belum pergi juga, ia masih berdiri dihadapan vincent


" ya sudah pergi apa yang kau tunggu.. apa kau tunggu aku menendangmu" ucap vincent.


" it..ituu tuan laporan nya" ucap xi. lalu vincent setelah mendengar itu ia langsung tertuju pada laporan dan tanpa berkata-kata ia langsung memberikan laporan itu pada xi.


" tu..tuann bagaimana laporan nya apakah sudah benar" ucap xi sambil menerima laporan tersebut.


" tidakk itu semua salah cepat susun ulang dan revisi semua" ucap vincent.


" app..apa" ucap xi yang terkegut.


" taa..tapii tuan saya sudah membuat ini dan sudah saya koreksi hingga 10x tuan" ucap xi.


" oh.. kalo begitu kau harus membuat nya dan koreksi hingga 50x" ucap vincent.

__ADS_1


"aahhh,... apaa.." ucap xi yang syok setelah mendengar itu.


__ADS_2