
"apa yang kau lakukan" ucap vincent sambil menghampiri delia.
"kau.. kenapa kau bangun.." ucap delia pada vincent.
"Aku hanya merasa bosan dikamar" ucap vincent.
"emm.. baiklah.. aku sedang merawat bunga, aku harap bunga - bunga ini bisa tumbuh dengan baik" ucap delia sambil menanam bunga yang lain.
"biar ku bantu" ucap vincent sambil mengambil sendok tanaman.
"apa kau bisa" ucap delia yang tidak percaya.
"apa kau meremehkan ku" ucap vincent dengan serius.
" delia apa kau menyukai bunga " ucap vincent sambil menanam bunga.
"iya.. aku suka bunga.. aku ingin menanam bunga - bunga ini meski tak sebesar tanaman bunga dulu.. huh.. andai saja jika kebun bunga ku dulu tidak kebakaran.. mungkin sekarang aku menjaga toko bunga milik nenek" ucap delia dengan murung sambil menyirami tanaman bunga miliknya.
" apa kau sangat merindukan toko bunga itu " ucap vincent.
__ADS_1
"iya tentu.. karna dari dulu kami selalu menjaga toko bunga itu.. semua kenangan indah bersama nenek ada ditoko itu, namun kini semua itu sudah hilang karna kobaran api yang membakarnya" ucap delia ia mengatakan kenangan bersama neneknya hingga tak terasa air mata pun menetes.dan vincent yang menyadarinya ia langsung menghampiri delia.
" delia maaf kan aku.. tidak seharusnya aku menanyakan itu pada mu " ucap vincent sambil menggenggam tangan delia.
" tidak apa - apa vincent aku hanya merindukan nenek saja " ucap delia sambil menghapus air matanya.
"apa kau mau menjenguk nenek sore ini" ucap vincent pada delia.
"iya aku mau.." ucap delia.
"baiklah kalo begitu kau bersiapla, lalu kita akan mengunjungi nenek" ucap vincent lalu mereka berdua pun bersiap untuk pergi ke rumah sakit.lalu tak lama setelah mereka berdua selesai bersiap vincent dan delia pun berangkat menuju rumah sakit dimana nenek delia di rawat.dan tak lama setelah mereka sampai di rumah sakit lalu mereka berdua segera menuju ruangan nenek yang dirawat.
"nenek.. aku datang" ucap delia sambil menghampiri nenek yang sedang duduk dikursi roda.
"kalian berdua nenek sangat sayang mu" ucap nenek sambil memeluk delia.
" nenek aku juga sangat merindukan nenek " ucap delia dengan nada manja.
" Drttt..drttttttttt.......drrrrttttttttt...lalu vincent langsung meraih ponselnya yang berada di dalam saku jasnya.
__ADS_1
"silakan kalian berbicaralah.. aku akan mengangkat telfon dulu" ucap vincent sambil menekan ponselnya.
"baiklah" ucap delia pada vincent, lalu vincent pun pergi meninggalkan delia dan nenek diruangan untuk mengangkat panggilan dari seseorang.
"hallo ibu.." ucap vincent yang mengangkat panggilan dari ibunya.
" vincent kapan kau akan pulang.. " ucap ibu vincent dengan suara keras yang sedang mengomel.
" ibu kenapa kau selalu saja mengomel " ucap vincen.
" bagaimana aku bisa tenang. kau sudah tidak ada dirumah beberapa hari ini.. dikantor tidak ada dirumah pun tidak ada " ucap ibu vincent yang terus mengomel.
" apa kau mencari ku sampai ke kantor bu.?" tanya vincent pada ibunya.
" anak bodoh tentu saja.. kapan kau pulang dan membawa menantuku, jika kau tidak segera pulang aku akan mengirim mu ke afrika " ucap ibu vincent yang terus mengomeli vincent karna ia merindukan anak dan calon menantunya.
"iya...iyaa ibu" ucap vincent yang langsung mematikan panggilan itu.
lalu di tempat lain, tepatnya diruangan rawat nenek, hanya ada mereka berdua yang sedang berkomunikasi dan lebih tepat nya melepas rasa rindu meski bisa dibilang delia sering mengunjungi nenek.tapi jika berjauhan dengan orang yang kita sayang pasti merasa sangat hampa.
__ADS_1
" delia..." ucap nenek yang memanggil nama delia.
"iya nenek" jawab delia.