
ke esokan hari nya disaat vincent akan berangkat ke kantor vincent melihat ibu nya yang sudah menunggu nya di bawah.
" ibu aku akan berangkat sekarang " ucap vincent.
" tidak , sebaik nya kita sarapan bersama " ucap ibu nya dengan tegas.
lalu ibu nya vincent pun memaksa vincent untuk sarapan bersama dan vincent pun menuruti nya lalu ia duduk di kursi dan ibu nya pun duduk di kursi yang berhadapan dengan vincent.
" hari ini ayah mu akan datang " ucap ibu nya vincent sambil menusuk steak yang ada di piring nya.
" ayah datang kenapa ? " sahut vincent.
" ya tentu saja untuk mengadakan makan-makan bersama dan merencanakan pernikahan mu " ucap ibu nya vincent.
" ah ayolah ibu , ibu sudah salah paham aku dan dia tidak memiliki hubungan apa-apa " ucap vincent.
" ya , iya ,iya ibu tau kau pasti malu untuk mengakui nya kan " ucap ibu vincet.
" ibu sudah ku katakan aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan nya dan aku juga tidak memiliki rasa apapun dengan wanita itu " ucap vincent yang mencoba menjelaskan nya kepada ibu nya.
" vincent ingat kau tau ayah mu kan, aku sudah terlanjur memberitau ayah mu tentang masalah ini jadi kau tidak bisa lari dari masalah ini mungkin jika ayah mu sudah tiba disini ayah mu akan merencanakan pernikahan itu secepat nya " ucap ibu nya dengan wajah serius.
" sudahlah aku akan berangkat kerja" ucap vincent lalu ia bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar menuju mobil nya .
dan ia pun berangkat ke kantor , tidak lama kemudian setelah sampai di kantor vincent langsung menuju lift dan menuju ke ruangan nya.
setelah sampai di ruangan nya vincent langsung duduk di kursi nya dengan rasa kesal ia kepada ibu nya yang mengira bahwa ia menyukai lily.
" sial sekarang keadaan rumah semakin kacau "
gumam vincent dalam hati.
vincent yang sedang berada di mood yang tidak bagus ia sekarang menjadi sangat sensitif dan membuat semua karyawan nya semua takut kepada nya.
"Tok..tokk...tok..." suara ketukan pintu.
__ADS_1
dan salah satu karyawan itu memasuki ruangan vincent dan ia melihat tuan nya yang sedang tidak baik-baik saja.
" seperti nya mood tuan hari ini sedang tidak baik mampuslah aku datang di waktu yang salah" gumam salah satu karyawan itu di dalam hati.
" Tuan ini laporan nya " ucap karyawan itu yang memberikan hasil pekerjaan nya kepada vincent dengan tangan yang gemetaran.
lalu vincent yang hanya menatap nya dengan pandangan dingin itu ia langsung menerima dokumen itu , sedangkan karyawan itu ia hanya berdiri tegap dengan badan yang gemetaran .
" hey apa kau tidak bisa berkerja dengan benar hah..!!, lalu untuk apa aku meng gaji mu dasar pemalas " ucap vincent dengan suara keras dan tatapan yang tajam.
" ma..maaf kan aku tuan , aku akan memperbaiki nya lagi " ucap karyawan itu dengan gugup.
" dalam waktu sehari , aku memberi mu waktu sehari jika kau tidak bisa memperbaiki nya kau ku pecat !! " ucap vincent dengan penuh emosi.
" ba..baik tuan kalo begitu aaa..aaku permisi dulu" ucap karyawan itu dengan suara gugup.
lalu karyawan itu pun keluar dari ruangan vincent dengan badan lemas dan disertai badan yang masih gemetaran.
" monters apa yang sudah merasuki tuan hari ini tuan begitu sangat menyeram kan " ucap karyawan itu.
" selamat pagi vint " ucap lily dengan centil.
vincent yang melihat itu ia tidak mengatakan apa-apa dan ia pun langsung memasang wajah dingin nya.
" ada perlu apa kau datang ke ruangan ku" ucap vincent dengan ketus.
" apa kau sedang ada masalah vint, kenapa hari ini kau terlihat sedang sangat marah coba kau ceritakan pada ku aku pasti akan membantu mu" ucap lily seperti dia yang memahami vincent.
" bukan urusan mu , sebaik nya kau keluar " ucap vincent dengan rasa kesal .
" kenapa kau mengusir ku apakah kau sedang merasa kesal dengan seseorang siapa itu aku akan membantu mu untuk menyelesaikan nya" ucap lily .
vincent yang sudah merasa muak kepada lily karna ia selalu saja ikut campur dalam semua urusan nya.
" aku tau apa kau sedang merasa kesal dengan wanita ****** itu , iya wanita ****** yang kau temui kemarin apa dia sudah membuat masalah dengan mu kalo begitu aku akan membantu mu untuk menyelesaikan nya tenang saja aku juga tidak suka dengan wanita ****** itu dia wanita yang berpura-pura polos dan merasa sok cantik dia juga sudah membuat ku semakin kesal " ucap lily yang mengoceh tidak jelas.
__ADS_1
lalu vincent yang sudah merasa pening dengan semua ocehan lily itu ia langsung mengusir nya keluar dari ruangan nya.
" pergi, pergi kamu dari ruangan ku " ucap vincent dengan suara lantang.
" vincent kau" ucap lily kepada vincent sambil memandangi vincent yang sedang marah.
lalu lily yang terkejut dengan suara vincent itu ia pun mulai merasa takut dan ia pun segera keluar dari ruangan nya.
sedangkan vincent yang masih berada di ruangan nya ia masih saja merasa kesal karna orang tua nya yang salah paham itu .
lalu lily yang baru saja keluar dari ruangan nya vincent ia merasa jengkel dan kesal karna sudah di bentak oleh vincent.
" sebenar nya apa yang sudah membuat vincent begitu marah " gumam lily dalam hati lalu lily pun pergi dan ia pun mengambil telfon nya yang berada di saku nya lalu ia langsung menelfon seseorang.
Tutttttt..ttutt....ttttt...
"Hallo " ucap seseorang pria.
" aku punya tugas untuk mu" ucap lily dengan nada serius.
" oke beritau aku apa itu tugas nya " ucap sesorang itu.
" aku ingin kau mencari tau tentang wanita yang bernama Delia " ucap lily.
" itu urusan yang mudah , bagaimana tetang ciri-ciri wanita itu " ucap seseorang itu.
" nanti akan ku kirim foto nya " ucap lily.
" lalu bagaimana dengan bayaran ku " ucap sesorang itu.
" bayaran mu tenang saja semua itu sudah ku atur tinggal bagaimana kau menjalan kan tugas itu dengan baik " ucap lily .
" baiklah " ucap seseorang itu lalu lily pun mematikan telfon nya .
" lihat saja kamu delia " gumam lily dalam hati sambil mengeluarkan senyuman sinis nya itu.
__ADS_1
"hmm...lagian apa yang harus aku takutkan nyonya juga menyukai ku jadi tidak ada yang bisa merebut vincent dari ku memang kesempatan yang bagus buat ku dan aku akan memanfaatkan kesempatan ini " ucap delia sambil senyum-senyum sendiri .