Ceo Boss First Love

Ceo Boss First Love
episode 21


__ADS_3

Delia yang tiba-tiba menarik tangan Vincent, itu membuat vincent terkejut.


" jangan tinggalkan aku sendiri " ucap delia dengan suara kecil karna ia ketakutan.


dan vincent yang mendengar perkataan delia itu ia langsung duduk disamping delia.


" iya aku akan disini dan tidak akan meninggal kan mu" ucap vincent yang mencoba menenang kan Delia.


lalu delia yang mendengar ucapan vincent itu langsung terdiam lalu karna keadaan gelap gulita tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras itu membuat delia menjerit sambil menangis karna ketakutan.


" Aaaa..aaakkkhgtt " jerit delia sambil memeluk vincent dengan erat.


" sudah tenang tidak usah takut malam ini memang akan turun hujan deras " ucap vincent.


keadaan yang sangat gelap membuat ruangan menjadi gelap gulita dan hanya cahaya kilat yang menyala dan disertai suara rintikan hujan yang sangat deras.


" apa kau punya lilin " ucap vincent.


" aku punya" ucap delia yang masih memeluk vincent.


" dimana kau meletakan lilin nya" ucap vincent.


" aku meletakan nya di laci meja ruang tv " ucap delia.


" baiklah biar aku ambil " ucap vincent.


" tapi aku tak mau disini sendiri aku sangat takut" ucap delia.


" aku hanya sebentar dan hanya mengambil lilin di ruang tv sebaik nya kau tunggu disini okay aku akan kembali" ucap vincent .


" baiklah " ucap delia yang lalu mengendur kan pelukan nya.


lalu vincent pun bangkit dari duduk nya dan segera berjalan ke arah ruang tv untuk mencari lilin dengan flash hp nya itu dan tidak lama kemudian vincent berhasil menemukan lilin dan segera menyalakan lilin tersebut.


vincent yang sudah menyalakan lilin itu ia pun segera bergegas kembali ke kamar untuk menghampiri delia , saat vincent sudah berada di kamar vincent pun segera meletakan lilin itu di atas meja rias delia namun saat vincent menghadap ke arah delia vincent melihat delia yang duduk menunduk dengan badan yang gemetaran karna ketakutan lalu vincent yang melihat itu pun ia langsung menghampiri delia.

__ADS_1


" apa kau baik-baik saja " ucap vincent kepada delia.


tetapi delia tidak mengatakan apapun itu ,lalu vincent duduk disamping delia dan dari dekat vincent menyadari bahwa delia sedang menangis.


" sudah jangan menangis aku akan menemani mu disini" ucap vincent sambil mengusap air mata delia.


lalu delia hanya mengangguk pelan , kemudian vincent yang menyadari saat melihat penampilan delia yang masih mengenakan anduk itu ia sedikit gugup dan sedikit bingung harus berbuat apa dan harus bagaimana.


" apa kau ingin mengenakan pakaian mu " ucap vincent kepada delia lalu delia pun mengangguk kan kepalanya.


" baiklah aku akan menunggu mu diluar sampai kau selesai mengganti pakaian " ucap vincent.


" ia tapi kau tidak akan meninggalkan ku kan" ucap delia dengan suara yang serak karna isakan tangis.


" iya aku tidak akan meninggalkan mu aku akan kembali jika kau sudah berganti pakaian mu " ucap vincent.


" baiklah aku akan memanggil mu jika aku sudah selesai " ucap delia.


lalu vincent pun bangun dari duduk nya itu ia langsung berjalan melangkah keluar kamar dan menunggu di depan pintu kamar sampe delia selesai berpakaian.


sedangkan delia yang sedang berganti pakaian di dalam kamar ia merasa malu karna sudah berperilaku seperti itu kepada pria.


" astaga apa yang aku lakukan, aku berperilaku seperti itu kepada seorang pria " gumam delia dalam hati sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk .


lalu tiba- tiba ada cahaya kilat yang cukup terang dan disertai suara petir yang cukup keras, itu membuat delia berteriak karna ketakutan dan triakan delia itu membuat vincent datang.


" Aaa..aaaaa." triakan delia.


vincent yang mendengar suara triakan delia itu ia langsung lari dan menghampiri delia, di saat vincent masuk ke kamar delia vincent melihat delia yang sedang duduk sambil menundukan kepala nya dan menutup kedua telinga nya.


" kamu tidak apa-apa" ucap vincent.


lalu delia yang mendengar suara vincent ia langsung memeluk vincent dengan erat karna ia sangat takut lalu vincent langsung mengendong delia dan menaruh nya diatas ranjang dan membujuk delia untuk tidur.


" sudah malam lebih baik kau tidur " ucap vincent yang menyuruh delia untuk segera tidur.

__ADS_1


" aku tidak bisa tidur aku sangat takut" ucap delia dengan suara serak karna isakan tangis nya itu.


vincent yang melihat keadaan delia yang masih menangis sampai membuat badan nya gemetaran itu kemudian vincent mengerti bahwa delia benar-benar takut dengan gelap dan petir.


" sudah tidur saja tutup mata mu dan tidak ada yang perlu ditakut kan aku akan disini disamping mu " ucap vincent yang kemudian ia berbaring di samping delia sambil memeluk delia.


lalu delia yang merasakan pelukan dari vincent itu pun ia merasakan tenang dan hangat.


" sebelum nya aku belum pernah di peluk oleh seorang pria apakah jika dipeluk oleh seorang ayah memang seperti ini rasanya " ucap delia.


" apa kau sama sekali belum pernah dipeluk oleh seorang ayah, kemana ayah mu ? "


ucap vincent yang masih memeluk delia.


" ayah,, ayah ku sudah tidak ada ayah ku sudah meninggal dunia disaat aku masih kecil " ucap delia.


lalu vincent yang mendengar jawaban delia itu ia langsung teringat oleh laporan asisten xi waktu itu disaat ia sedang mencari tau asal usul delia.


" aku juga ingin tau seperti apa rasa nya saat di peluk ibu apakah berbeda seperti saat di peluk ayah, aku ingin sekali merasakan pelukan itu disaat aku sedang merasakan ketakutan seperti ini " ucap delia.


" apakah pelukan ku ini bisa membuat mu tenang " ucap vincent.


" iyah, aku merasakan pelukan mu ini begitu nyaman dan hangat apa pelukan dari seorang ibu dan ayah sama saja seperti pelukan dari mu ini" ucap delia kepada vincent.


" iya jika kau merasakan pelukan dari ku ini hangat dan dapat membuat mu tenang itu sama saja seperti pelukan dari seorang ibu dan ayah mu " ucap vincent .


" kalo begitu tolong jangan lepaskan pelukan mu ini aku ingin merasakan nya sebentar saja " ucap delia.


" jika kau tau aku sama sekali tidak ingin melepaskan pelukan ku ini" gumam vincent dalam hati nya.


vincent yang berlahan merasakan kenyamanan saat di dekat delia dan ia merasakan kehangatan saat bersama delia dalam hati vincent ia tidak mau melepaskan pelukan nya itu.


" kalo begitu kau tidurlah dan tutup mata mu dan izinkan aku untuk memeluk mu seperti ini " ucap vincent sambil memeluk delia.


lalu delia yang mendengar perkataan vincent itu ia langsung menutup mata nya perlahan dan delia yang merasakan ketenangan dan kehangatan saat dipeluk vincent dan tidak terasa pun mereka berdua tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2