
Episode 9
Waktu menunjukan pukul dua siang awan yang begitu biru terik dan cerah.
" Nenek,,, aku akan keluar sebentar yah "
Ucap delia.
" Baiklah hati-hati dan jangan pulang terlambat yah.." ucap nenek pada delia.
" Baik, nenek " ucap delia sambil melambaikan tangan .
Lalu delia menaiki bus agar cepat sampai Setiba nya di perjalanan yang di tuju delia turun dari bus dan berjalan - jalan dengan santai lalu ia pergi ke toko kue karna delia ingin membelikan kue untuk ulang tahun nenek.
"Selamat datang nona ada yang bisa saya bantu" ucap pegawai toko itu dengan ramah.
" Iyah , saya ingin memesan kueh ulang tahun yang ini " ucap delia sambil menunjuk kue yang ia pilih.Lalu pegawai itu segera membungkus kue itu.
" Ini kue nya nona " ucap pegawai
" Trimakasih" ucap delia sambil menerima kueh nya setelah membayar dan langsung ia meninggalkan toko kue itu dan ia berencana membeli kado untuk nenek nya.
Dan tak terasa hari sudah sore delia harus bergegas cepat mencari kado untuk nenek dan segera pulang, tetapi siapa sangka saat hendak berjalan dengan terburu-buru delia bertemu dengan vincent.
Sementara vincent dan asisten xi yang baru saja keluar dari restoran dan berjalan menuju Mobil yang di parkir kan nya tiba-tiba tak sengaja seorang gadis dengan terburu - buru menabrak vincent hingga gadis itu terjatuh.
__ADS_1
" Bruggkkkk.."
Vincent yang ditabrak terdiam sedangkan delia segera berdiri dan menatap vincent sekilas lalu ia pergi dari hadapan vincent lalu vincent tersenyum tipis Melihat kelakuan gadis tersebut ".
" Bukan kah ini gadis yang menolong ku kemarin dasar pergi begitu saja setelah menabraku , gadis yang menarik sekarang kau tidak bisa lari dari ku "
ucap vincent dengan di sertai senyuman sadis nya.
"Apa anda baik-baik saja tuan" ucap asisten xi.
" Cari tau siapa gadis itu secepat nya " ucap vincent.
" Baik tuan " ucap asisten xi
Sampai didalam mobil mereka langsung menuju ke kantor perusahaan tetapi selama di perjalanan asisten xi yang mulai merasa heran kepada tuan nya karna vincent ingin mengetahui siapa gadis Itu, karena selama ini vincent tidak pernah ingin mencari tau tentang wanita atau tidak pernah mau menangani masalah yang berhubungan dengan wanita.
"Baik tuan " ucap asisten xi
Sesampai nya di perusahaan vincent turun dan berjalan masuk ke dalam Bersama asisten xi dibelakang nya , mereka pun langsung menuju lift . Tidak lama kemudian mereka pun keluar dan menuju ke ruangan kantor vincent . Kemudian asisten xi dia menghubungi sekretaris nya untuk memberitau agar segera mengadakan rapat
Tidak lama kemudian semua menager sudah berkumpul di ruangan rapat.
" Tuan Semua sudah menunggu diruangan " ucap asisten xi
" Baik, ayo kesana " ucap vincent dan dia langsung berdiri dan segera bergegas menuju ruangan rapat.
__ADS_1
Vincent memasuki ruangan rapat tersebut dengan wajah dingin dan tatapan tajam , sedangkan semua orang yang ada di dalam ruangan rapat tersebut saat melihat wajah dingin milik vincent mereka semua merasa takut dan tegang. Setelah duduk di kursi nya vincent pun menatap kearah mereka Satu persatu.
" Saya langsung saja saya mulai, disini siapa yang memegang bagian keuangan" ucap vincent dengan tegas "
"saya tuan " ucap salah satu manager tersebut, dengan panik tapi mencoba untuk tenang.
Lalu vincent melihat kearah orang itu dengan menampilkan senyuman yang mengerikan.
" Bagus,, bagus ,, sekali anda berani mencoba bermain-main dengan ku " ucap vincent.
"Tuan ,, apa maksut anda saya sama sekali tidak mengerti " ucap manager itu dengan gemetaran dan disertai kringat panas dingin.
" Tidak ada apa-apa tidak ada yang terjadi " ucap vincent dan ia sambil mengeluarkan pistol dari dalam jas nya .
" Dorrrrrrttt."
Satu kali tembakan ia menembakan pada pria tersebut dan tepat di bagian Jantung nya hingga pria itu mati di tempat lalu vincent menyimpan kembali pistol nya ke dalam jas nya, sedangkan orang-orang yang ada di dalam yang melihat kejadian tersebut ia panik dan ketakutan .
" Untuk kalian siapa pun yang ingin mencoba bermain-main dengan ku dan menghianati ku kalian akan senasib sama dengan nya , apa kalian mengerti " Ucap vincent dengan suara tegas dan wajah yang dingin .
" Mengerti tuan " ucap Mereka dengan serempak.
" Baiklah rapat sudah selesai sampai sini, dan urus mayat itu " ucap vincent, dan nyuruh asisten xi untuk mengurus mayat pria itu. Kemudian rapat pun bubar vincent pun keluar dari ruangan rapat itu dan menuju ke ruangan kantor nya sendiri lalu vincent duduk di kursi nya dan segera melanjut nya pekerjaan nya,Akan tetapi vincent tiba -tiba mengingat sekilas gadis yang menabrak nya tadi .
" Hemmm.. gadis yang cantik, imut, dia gadis yang sangat menarik.. sangat berani sekali dia menabraku tanpa meminta maaf tunggu saja kita pasti akan bertemu lagi kau tidak akan bisa lari dari ku " gumam vincent dalam hati .
__ADS_1
Tetapi saat asisten xi yang tiba-tiba masuk keruangan vincent tak di sengaja ia melihat Vincent yang sedang senyum-senyum sendiri hingga membuat xi merinding.
" Ya tuhann .. kenapa tuan ku seperti itu , apakah dia kerasukan " ucap asisten xi dan ia pelan pelan pergi dari ruangan itu dan tidak jadi masuk.