
Sesampai nya vincent sampai ditempat nya rumah besar yang berada di tengah hutan yang terlihat gelap dan menyeramkan . Ketika vincent turun dari mobil nya para pengawal menghampiri vincent.
" Tuan mereka sudah didalam" salah satu pengawal vincent dan pengawal lainya sambil membungkukan badan untuk memberi hormat. Tanpa berkata - kata vincent masuk kedalam sebuah ruangan gelap yang hanya ada satu buah lampu Yang menyinari ruangan tersebut , Vincent dengan wajah tampan dan dingin itu melihat kearah musuh dengan tatapan datar.
" Siapa yang menyuruh mu untuk membunuh ku " ucap Vincent
" Hhahhaa.. aku tidak akan pernah memberitahumu dan lebih baik aku mati dari pada memberitahumu " Ucap pria itu
" Owh jadi kalian lebih memilih untuk tutup mulut , baiklah bunuh dia sekarang juga lalu bunuh semua anggota keluarga nya " ucap Vincent dengan suara lantang dan tatapan dingin .
" Tu...tu..tuan .. tolong jangan bunuh keluarga kami mereka tidak tau apa-apa aku mohon " ucap salah satu rekan nya .
" Jika kau mau memberitau maka anggota keluarga mu akan aman , jika kau lebih memilih untuk tutup mulut maka semua anggota keluarga mu akan mati " ucap Vincent dengan wajah dingin nya, dan akhir nya salah satu dari mereka memberitahu nya.
" Tu...tu..tuan Rahell yang menyuruh ku, sudah aku sudah mengatakan nya sakarang lepaskan aku " ucap salah satu orang itu dengan suara yang gemetaran.
Setelah mendengar jawaban dari kedua orang tersebut vincent Meninggalkan ruangan tersebut tetapi sebelum pergi vincent menyuruh anak buah nya untuk melakukan sesuatu dengan memberi kode lewat raut wajah vincent yang tampan itu dan anak anak buah vincent mengerti arti dari kode wajah raut tuan nya lalu mereka langsung mengeluarkan pistol dan suara pistol terdengar.
__ADS_1
"Dorrrr...dorrrr" .
Kedua pria tersebut mati ditempat anak buah vincent . Lalu anak - anak buah vincent pergi meninggalkan mereka dan berjalan melangkah mengikuti Vincent dari belakang ,sedangkan mayat dari kedua orang tersebut diurus oleh anak anak buah lain nya.
" Apa perlu saya cari tau keberadaan tuan Rahel tuan " Ucap xi asisten Vincent.
" Biarkan saja dulu aku ingin melihat sampai mana ia berani bertindak " ucap vincent dengan wajah dingin nya.
" Baik tuan " ucap asisten xi.
" Xi apa masih ada jadwal ku untuk hari ini "
" Tidak ada Tuan " Ucap asisten xi.
" Kalo begitu aku akan pulang ke rumah " ucap vincent.
" Baiklah Tuan " ucap asisten xi.
__ADS_1
Kemudian mereka keluar dari markas tersebut dan menuju ke vila nya yang mewah ,Yah kembali ke rumah nya dimana dia tinggal sendiri hanya bersama pelayan dan bodyguard nya .
Sesampai nya di rumah para pelayan nya baris sambil membungkukan badan untuk menyambut Kedatangan vincent sedangkan vincent hanya berjalan menatap lurus Ke depan tanpa melirik mereka Vincent berjalan dengan tatapan dingin dan tajam yang diikuti oleh asisten xi dari belakang. Sesampainya dikamar .
" Apakah ada tugas tuan " ucap xi
" Tidak ada " ucap vincent
" Baiklah tuan " ucap xi lalu pergi meninggalkan vincent.
Lalu vincent yang sudah berada dikamar nya ia langsung berbaring di atas kasur nya sambil menatap langit langit kamar nya.
Tidak lama kemudia vincent menuju ke ruang kerja nya untuk melakukan perkerjaan nya . Saat vincent sedang mengecek semua laporan yang masuk Vincent pun tersenyum dengan senyuman yang mengerikan Saat melihat laporan itu.
"Seperti nya benar-benarr ada yang ingin mencoba untuk bermain - main diperusahaan ku , Kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa saat ini baiklahh akan ku tunjukan permainan yang sesungguh nya " gumam vincent dalam hati nya dengan disertai senyuman yang mengerikan.
Setelah itu vincent kembali ke kamar nya untuk mandi membersihkan diri nya, setelah selesai ia berjalan menuju salah satu ruangan yang penuhi oleh berbagai jenis senjata .
__ADS_1
Lalu vincent mengambil salah satu pistol yang ada di situ dan didalam ruangan tersebut Terdengar suara tembakan Dan setelah merasa cukup vincent meletakan kembali pistol nya dan pergi meninggalkan ruangan itu dan Ia pergi menuju kamar nya.