
" akkk..aku sungguh tidak mengerti apa yang kau maksud itu aku juga tidak tau harus menjelaskan apa" ucap delia kepada vincent sambil menahan vincent dengan kedua tangan nya agar vincent tidak terlalu mendekat.
" jadi apa kau tau jika aku sedang marah, apa kau tidak melihat ku, jika sekarang ini aku sedang marah" ucap vincent kepada delia dengan menahan badan delia sampai terdorong ke sofa hingga kepala delia tertidur di tangan sofa.
" iyy,,iya iya,,, aku melihat mu jika kau sekarang sedang marah" ucap delia dengan kalimat yang terbata-bata karna jantung yang berdetak makin kencang disertai wajah nya yang memerah seperti tomat rebus.
" jadi apa kau tau kenapa aku marah" ucap vincent yang menanyakan balik kepada delia.
" tidak aku tidak tau apa yang membuat mu marah, apa kau marah padaku" ucap delia kepada vincent yang menanyakan balik dengan ekspresi wajah polos nya yang cantik itu.
__ADS_1
" sial ekspresi macam apa itu, ini terlalu imut aku harus bersabar" gumam vincent dalam hati yang sedang menahan hasrat nya kepada delia.
" iya aku marah padamu, jadi apa maksud mu bilang bahwa aku ini teman mu" ucap vincent pada delia sambil menatap kedua mata delia.
" teman... temann.. apa dia marah ketika aku memberitau nenek bilang bahwa dia teman ku saat di rumah sakit" gumam delia dalam hatinya yang mencoba mengingat kejadian tadi saat dirumah sakit.
" tunggu apa kau marah" ucap delia pada vincent"
" kenapa kau harus marah, aku pikir perkataan ku benar dan tidak ada yang salah" ucap delia kepada vincent.
__ADS_1
" apa kau bilang tidak salah" ucap vincent pada delia.
" iya memang kenyataan nya kita ini teman kan, kita teman dekat" ucap delia kepada vincent dengan wajah polos nya, sedangkan vincent yang tidak terima dengan ucapan yang delia lontarkan itu ia langsung merasa marah.
" apa maksud mu kita teman, apa selama ini kau menganggapku hanya teman dekat saja" ucap vincent dengan nada marah sambil menatap delia.
" apa aku salah jika aku menganggap mu teman, selama ini kau sudah banyak membantuku, sudah banyak menolongku, apa kau tidak mau berteman dengan ku, apa kau tidak mau memiliki teman seperti ku, apa kau malu memiliki teman seperti aku karna aku dari kalangan orang sederhana tidak seperti mereka yang memiliki status, dan memiliki latar belakang yang jelas, dan yang terlahir dari orang kalangan atas dan berada" ucap delia kepada vincent yang masih menahan badan vincent dengan mata yang berkaca-kaca.
lalu vincent setelah mendengar ucapan yang delia katakan itu ia langsung terdiam dan langsung mencium bibir delia, delia yang terkejut dengan vincent yang tiba-tiba mencium bibir nya ia pun hendak berontak dan berusaha mendorong badan vincent yang hampir menindihnya, namun vincent tetap menahan dan tetap mencium bibir delia.
__ADS_1
tanpa sadar jika badan delia itu tidak menolak ciuman dari vincent lalu kedua tangan delia yang tadinya kuat untuk menahan badan vincent itu kini ia turunkan, dan delia pun menerima ciuman vincent tersebut. tidak lama kemudian delia dan vincent pun akhirnya sama-sama menikmati ciuman itu sambil menutup kedua mata mereka.