
Tok..tok..tok... Suara ketukan pintu.
" Masuk" ucap vincent, lalu asisten xi masuk dan mengahadap vincent.
" Tuan nona lily datang untuk menemui mu " ucap asisten xi , dan lily mengikuti asisten xi dibelakang nya.
" kau keluarlah dulu" ucap vincent kepada asisten xi lalu asisten xi pergi keluar untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Sedangkan lily yang sedang mengamati vincent dengan begitu kagum.
" Emm.. inikah tuan muda vincent ternyata memang lebih tampan asli nya dari pada yang ada di foto, aku harus bisa menikahi vincent " gumam lily dalam hati disertai senyuman tipis.
" Hy tuan vincent " ucap lily yang sedang menyapa vincent.
" Ada urusan apa kau datang ke sini " ucap vincent.
" Aku datang untuk membantu mu bukan nya kita sudah berkerja sama " ucap lily sambil mendekati vincent yang sedang duduk.
" Yah ,, kau bisa menyelesaikan yang lain " ucap vincent.
" Uhhh,, baiklahh kalo begitu aku akan keluar dulu " ucap lily dengan centil.
Lalu lily keluar dari ruangan vincent dan menuju ruangan karyawan untuk mengecek dan memeriksa pekerjaan karyawan nya , dan para karyawan yang melihat lily ia sedang berbisik-bisik.
" Wah coba lihat, dia siapa cantikk sekali " ucap salah satu karyawan itu .
" Iya yahh,, seperti nya dia wanita milik bos " ucap salah satu pegawai nya.
" Hy bukan nya itu nona lily anak dari tuan jims" ucap salah satu pegawai.
" iya ,, iya,,, wajar saja bos menempatkan wanita secantik itu di samping nya " ucap salah satu pewagai yang lain nya.
Dan lily yang mendengar bisikan semua para karyawan ia merasa senang dan merasa diri nya tersanjung.
" Hey,, apakah kalian berkerja untuk untuk menggosip" ucap lily kepada para karyawan.
" Hah.. emmm tidakk..tidakk..nona " ucap salah satu pegawai itu.
" Ehhh.. apakah nona pacar bos kami wahhh benar-benar cantik sekali" ucap karyawan itu.
" Ohh,, bukan bukan aku disini hanya membantu vincent" ucap lily.
" Wahhh,, nona tidak mungkin kan hanya membantu selama ini bos kami tidak pernah membawa wanita ke kantor nya dan baru pertama kali bos membawa nona " ucap salah satu pegawai.
" Emmm.. berarti kita harus memanggil nyonya lily kalo begitu kan betul kan" ucap salah satu pegawai yang lain.
" Iyahh betull ,, kita harus memanggil nyonya lily" ucap salah satu pegawai yang lain.
Lalu lily yang merasa senang dengan pembicaraan karyawan disitu iya
__ADS_1
Sudah langsung merasa seperti nyonya disitu.
" Hey .. hey.. heyyy.. kalian sudah untuk bergosip nya dan lanjutkan pekerjaan kalian "
Ucap lily yang berlagak seperti nyonya.
" Baik nyonya " ucap pegawai disitu .
Lalu karyawan disitu melanjutkan pekerjaan nya sedangkan lily ia keluar dari ruangan itu.
Dan tak terasa hari sudah siang dan waktu nya untuk makan siang lily ia yang berencana untuk makan siang bersama vincent ia langsung menemui vincent yang ada di ruangan nya, lily langsung masuk ke ruangan vincent tanpa mengetuk pintu nya.
" Hay , vin sudah waktu nya istirahat"
Ucap lily.
" Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk " ucap vincent.
" Maaf kan aku vin" ucap lily.
" Ada apa kau kemari " ucap vincent.
" Aku ingin mengajak mu makan siang " ucap lily.
" Kau bisa makan siang sendiri di kantin kantor " ucap vincent dengan cuek.
" Emmm.. vin aku baru disini aku belum hapal dan aku tadi sudah ke kanti kantor tapi aku kurang suka dengan makanan nya , bagaimana jika kau menemani ku makan di luar " ucap lily kepada vincent dengan nada genit.
Lalu lily dia merasa jengkel karna vincent tidak mudah untuk diajak nya lalu dia mencoba mencari- cari alasan sampai vincent menyetujui nya.
" Emm vin aku sebenar nya aku ingin makan siang dengan mu tidak apa-apakan aku mengajak mu makan siang diluar lagian aku ingin membahas hal-hal yang lain nya"
Ucap lily dengan penuh harap.
" Hmm.. baiklah ikut aku" ucap vincent lalu vincent bangun dari tempat duduk nya dan pergi daru ruangan kerja nya dan lily pun mengikuti vincent dari belakang nya.
Kemudian mereka berdua memutuskan untuk makan siang diluar tetapi vincent bertemu dengan delia saat hendak makan siang.
*****************
Di kediaman rumah delia , delia pada hari itu tidak membuka toko bunga nya ia hendak mengunjungi nenek yang ada di rumah sakit, delia pun menaiki taxi dan menuju rumah sakit. Sesampai nya dirumah sakit delia pun hendak mengunjungi nenek nya tetapi karna delia tidak memasak dirumah akhir nya delia keluar berjalan untuk membeli makanan dan tak disangka delia akan bertemu dengan vincent yah karena rumah sakit yang merawat nenek delia itu lokasi nya cukup dekat dengan perusahaan vincent.
Delia yang berjalan sambil memainkan hanphone nya itu tidak melihat jalan dan tidak sengaja delia menabrak vicent.
" Bruhhgggg "
Handphone delia jatuh, vincent yang ditabrak nya itu hanya diam dan berdiri sedangkan lily ia langsung menggandeng tangan vincent.
" Hey apa kau tidak punya mata " ucap lily kepada delia.
__ADS_1
" Maaf " ucap delia sambil mengambil handphone nya yang jatuh.
" Hanya maaf hey kau tidak tau siapa yang kau tabrak tadi " ucap lily .
"Maaf aku tidak sengaja" ucap delia sambil memandang vincent.
" Sudahh tidak usah ribut " ucap vincent.
" Tapi vin dia yang sudah menabrak mu seperti itu " ucap lily.
" Sudah tidak apa-apa " ucap vincent sambil mendekati delia. Lalu delia yang di dekati oleh vincent ia buru-buru pergi kemudian meninggalkan lily dan vincent.
" Sudah sekian kali nya dia menabrak ku dan lari begitu saja baiklah sebentar lagi kau tidak akan bisa lari dari ku" gumam vincent di dalam hati sambil melihat kearah delia yang berjalan menjauh.
" kenapa vincent selalu melihat wanita itu meski sudah jauh apakah dia kenal orang itu atau dia menyukai nya eh tidak mungkin kan vincent menyukai wanita kampungan itu " gumam lily di dalam hati sambil memerhatikan kelakuan vincent itu dengan rasa penasaran.
" Vin kau kenal dia " ucap lily.
" Tidak " ucap vincent.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan nya ke restoran untuk istirahat makan siang.
Sedangkan delia dia yang buru-buru membeli makanan untuk nenek nya dia berjalan sambil mengomel sendiri.
" Ahhh.. sial-sial kenapa aku bertemu dia lagi dia seperti ada dimana-mana membuat ku kesal saja" gumam delia dalam hati.
dan delia pun langsung membeli bubur dan sesudah membeli makanan delia pergi menuju ke rumah sakit ,sesampai nya di rumah sakit delia langsung masuk ke ruangan nenek nya.
" Nenek aku datang " ucap delia sambil mengahampiri nenek yang sudah bangun dan duduk di ranjang nya.
Nenek nya hanya diam tersenyum tidak menjawab apa-apa sambil menoleh kearah delia yang menghampiri nya dan delia pun duduk di kursi samping nenek nya.
" Nenek aku membawakan mu bubur selagi masih hangat ayo dimakan aku akan menyuapi mu" ucap delia.
" Trimakasih delia " ucap nenek. Sambil memakan bubur yang disuapi delia dan
Suasana seketika berubah menjadi hening.
" Nek, kenapa nenek menyembunyikan ini semua" ucap delia.
" Delia, maafkan nenek yang sudah membohongi mu " ucap nenek.
" Tapi kenapa nenek harus membohongi ku nek" ucap delia.
" Nenek tidak bisa mengatakan nya, karna nenek tidak ingin membuat mu kawatir nenek tidak ingin merubah senyuman mu menjadi kesedihan tapi nenek gagal " ucap nenek.
" Tidak..apa-apa nenek sudah nenek jangan bicara lagi yang penting sekarang nenek harus sehat agar kita bisa berkumpul bersama lagi " ucap delia.
" Maaf nenek sudah merepotkan mu" ucap nenek .
__ADS_1
" Tidak nenek" ucap delia sambil memeluk nenek nya.