
mereka berdua yang sama-sama sedang tenggelam dalam ciuman itu, kemudian vincent yang merasa sudah waktunya untuk mengungkapkan rasanya pada delia, seketika ciuman itu terhenti.
" kau tau apa yang membuatku sangat marah, aku marah ketika kau menyebut bahwa kita hanya teman. delia apa kau tau bahwa kau sangat tidak suka dengan kata itu, delia dengarkan aku baik-baik aku tidak suka saat kau merendahkan dirimu, bagi ku kau sudah lebih dari cukup" ucap vincent kepada delia sambil memandang penuh wajah delia, dan delia yang memandang balik vincent dengan tatapan mata berkaca-kaca setelah mendengarkan kata-kata vincent.
" ak..aku" ucap delia yang ingin berkata namun vincent hentikan.
" delia, jadilah wanitaku" ucap vincent kepada delia dengan wajah penuh harap, namun delia seketika terkejut, disertai debaran yang bergejolak dan tak tau apa yang harus ia lakukan,
" tunggu vincent apa aku tidak salah dengar" ucap delia yang sedang menyakinkan bahwa dia tidak salah dengar.
" tidak, kau tidak salah dengar" ucap vincent.
lalu delia mendorong badan vincent, dan vincent yang terdorong itu ia pun duduk disamping delia, kemudian delia pun bangun dengan merapihkan bajunya yang agak terbuka itu.
" tolong jangan membuat candaan ,seperti itu" ucap delia dengan suara lirih sambil menundukan kepalanya.
__ADS_1
" tidak!!!, delia aku tidak sedang bercanda" ucap vincent dengan jelas.
" tidakk,, aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan vincent, jelas-jelas kau sedang mempermainkan ku, kau sedang membohongi ku dengan mengatakan hal yang seperti itu, aku tidak percaya pada mu" ucap delia yang tidak mempercayai perkataan vincent itu dengan nada sedikit naik disertai wajah yang penuh dengan uraian air mata,
" apa yang membuat mu tidak bisa mempercayai ku" ucap balik vincent kepada delia.
" itu sudah jelas bahwa orang yang berasal dari kalangan atas seperti kalian itu, tidak mungkin menyukai orang seperti ku yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, dari situ sudah jelas sekali kita sangat berbeda. aku tidak percaya padamu kau pembohong" ucap delia dengan nada sedikit lantang.
" delia dengarkan aku" ucap vincent sambil memegang kedua tangan delia.
" cukup vincent, kau hanya membuatku menambah sakit" ucap delia sambil menyingkirkan tangan vincent.
" delia aku mohon kau harus percaya padaku, aku sungguh tidak memandang apa latar belakangmu aku sungguh tulus pada mu delia, tolong jangan samakan aku seperti orang diluar sana" ucap vincent kepada delia yang berharap delia percaya pada dirinya. tetapi delia ia hanya memalingkan wajah nya dan tidak berkata sepatah kata pun.
" vincent jika kau seperti ini aku sungguh sangat sakit, karna aku juga mungkin sudah mencintaimu tapi aku tidak bisa menerima mu karna kita berbeda" gumam delia dalam hatinya, sambil menyeka air mata nya.
__ADS_1
" cukup vincet, lebih baik kita berteman saja itu lebih baik untuk kita" ucap delia kepada vincent.
" tidak delia aku tidak mau kita hanya berteman, aku ingin kau menjadi wanitaku. aku mohon berilah aku kesempatan agar aku bisa membuktikan bahwa aku berbeda dengan yang lain" ucap vincent kepada delia dengan harapan penuh.
" vincent aku tidak bisa, jujur saja aku tidak ingin kehilangan mu, jadi kita berteman saja oke" ucap delia yang berusaha untuk menenangkan vincent.
" tidakk,, delia kau baru saja mengatakan tidak ingin kehilangan ku berarti kau juga mencintaiku"ucap vincent sambil memegang tangan delia.
" kau salah paham vincent aku tidak mencintaimu, aku mengatakan itu karna aku tidak mau kehilangan teman sepertimu" ucap delia.
" kau bohong delia, aku bisa melihat dari mata mu bahwa kau mencintaiku" sahut vincent.
" cukup,, vincent ,, cukup" ucap delia dengan nada tinggi agar vincent berhenti mengoceh.
" tidakk,, aku tidak akan berhenti sampai kau berkata iya" sahut balik vincent dengan nada tegas.
__ADS_1