Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 10


__ADS_3

Semua orang pada sibuk mondar - mandir ke sana - ke mari dengan ada nya acara peluncuran majalah X edisi ramadhan yang salah satu artikel nya adalah tentang Restu dan cover majalah nya pun terpampang jelas foto Restu.


Tak ketinggalan pula Shahilla yang paling sibuk dengan acara tersebut.


Shahilla/ "Semua nya apa sudah terkontrol ?, itu gimana, apa sudah finish ?". Shahilla sibuk Mengkoordinir persiapan acara tersebut mengingat waktu hanya tinggal beberapa jam lagi menuju acara.


Seorang wanita berparas cantik menghampiri Shahilla di ruangan nya. Wanita tersebut adalah sekretaris Pak Wiguna alias bapak general manager.


" Maaf bu Shahilla. Pak Wiguna memerintah kan saya untuk memberi tahu ibu Shahilla bahwa Bapak tidak bisa mengganti kan Ibu untuk naik ke atas panggung seperti biasa nya karena mendadak suara beliau menghilang di sebab kan batuk dan beliau meminta ibu Shahilla saja yang naik ke atas panggung untuk memberikan symbolis peluncuran edisi bulan ini ". Tutur nya menyampaikan pesan Pak Wiguna.


Shahilla lemas ketika pemberitahuan itu meluncur ke telinga nya. Karena memang persyaratan yang di berikan oleh Shahilla pada perusahaan ini kalau dia tidak mau di publish dalam acara apa pun. Bahkan penghargaan yang seharus nya memang dia yang menerima nya ke atas panggung malah dia tunjukkan kepada Pak Wiguns untuk sebagai pengganti diri nya.

__ADS_1


Namun Pak Wiguna bukan lah seorang pemimpin yang serakah, yang mau mengambil keuntungan dari hasil kerja keras orang lain. Setiap Pak Wiguna naik ke atas panggung beliau selalu menceritakan kenapa dia berada di atas panggung dan menceritakan tentang Shahilla beserta kesuksesan nya. Hal tersebut membuat semua orang penasaran dengan Shahilla sang Kepala Redaksi.


Shahilla/ "Apa tidak bisa di gantikan dengan orang lain? ".


Sekretaris Pak Wiguna/ " Tidak bisa bu, karena Pak Wiguna tidak ingin orang lain yang akan menggantikan nya, apa lagi ini adalah peluncuran edisi ".


Shahilla mengusap kening nya stres.


.


Sekr/ "Baik bu, segera saya sampaikan kepada Pak Wiguna, saya permisi bu".

__ADS_1


Shahilla/ "Iya, terimakasih".


Setelah sekretaris pak Wiguna keluar dari ruangan nya Shahilla langsung menghubungi ketua Panitia untuk merubah tatanan acara.


Shahilla/ " Assalamualaikum, tolong kamu ubah tatanan acara pada saat pemberian cendera mata kepada Restu, karna Pak Wiguna tidak bisa naik ke atas panggung untuk memberikan symbolis tersebut. Dan . . Dan saya yang akan naik ke atas panggung, iya saya, tapi buat di situ saya tidak harus berpidato atau berbicara sedikit oun, saya hanya memberikan symbolis tersebut lalu turun, oke, ya udah pokok nya semua nya harus selesai sebelum tamu - tamu datang, iya terimakasih, assalamualaikum".


Shahilla menutup telpon nya dan memijit - mijit kan dahi nya. Gimana enggak pusing plus lemas rang ini untuk pertama kali nya dia akan naik ke atas panggung, apa lagi di sanding kan berdua dengan Restu di atas panggung. Dia menerima perintah Pak Wiguna bukan karena Restu yang akan ada di samping nya melain kan karena tidak ada pilihan lain.


Sedang kan seluruh kantor gempar dengan pemberitaan Shahilla yang akan publish. Ada yang mikir karena ada nya Restu dan ada juga yang mikir itu memang sudah sewajar nya dia yang harus menerima hasil kerja keras nya.


Pokok nya bermacam ragam asumsi.

__ADS_1


__ADS_2