Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 30


__ADS_3

Shahilla/ "Na . . . Tadi malam kamu kemana tiba - tiba menghilang ?, terus hp kamu juga enggak aktif, aku, Restu, Ummi dan Resty khawatir sama kamu".


Aina berhenti menyuapi santap sahur nya dan beranjak meninggalkan Shahilla. Dengan cekatan Shahilla menarik tangan Aina.


Shahilla/ "Kamu kenapa sih Na ?".


Aina/ "Kamu tanya aku kenapa?". Bentak nya dengan mata nya yang sedikit memerah.


"Seharusnya kamu yang paling tau aku kenapa". Hati Aina semakin memanas menepis tangan Shahilla.


Shahilla/ "Maksud kamu apa?, aku sama sekali enggak ngerti ".


Aina/ "Huuh . . . ".


Shahilla/ "coba jelas kan ke aku apa kesalahan aku ke kamu?".


"Kesalahan kamu . . . . ". Ucapan Aina terhenti mengingat tidak mungkin dia meluapkan semua kebencian nya terhadap Shahilla dan pergi ke kamar nya.


Shahilla benar - benar terkejut untuk pertama kali nya Aina membentak diri nya dan masih bingung "Apa kesalahan yang telah dia perbuat ?".


Di dalam kamar dengan perasaan sedih dan penuh tanda tanya, Shahilla mengemasin sisa - sisa barang nya yang harus dia bawa pulang.


Shahilla berdiri di depan pintu kamar Aina.


Shahilla/ "Na . . . ".


Aina yang berada di dalam kamar menoleh ke arah pintu kamar nya tapi enggak mau untuk membukakan pintu tersebut.


Shahilla/ "Na . . . Aku minta maaf kalau aku berbuat kesalahan sama kamu baik di sengaja atau pun tidak sengaja, Na . . Ini untuk pertama kali nya kita seperti ini dan aku enggak mau kita seperti, Na tolong keluar lah ".


Aina masih kekeh mengacuhkan Shahilla.

__ADS_1


Waktu terus berjalan, Shahilla melihat jarum jam yang ada pada jam tangan nya terlihat satu jam lagi penerbangan Shahilla.


"Na . . . Aku harap kamu memaafkan aku, aku harus berangkat, kamu hati - hati dan harus pandai menjaga diri kamu ya, kamu jangan lalai dalam sholat ya Na, aku pamit Assalamualaikum ".


Dengan berat hati Shahilla beranjak meninggalkan Aina sendirian di kontrakan tepat nya di dalam kamar nya.


Taxi online yang sejak tadi sudah menunggu nya dengan sigap membuka kan pintu mobil nya ketika melihat Shahilla berjalan menghampiri. Shahilla masih menatap pintu rumah itu berharap Aina keluar menghampiri nya.


Mobil taxi online pun berlalu menuju ke bandara.


Sedang kan Aina tetap dengan keegoisan dan kebencian nya tanpa perduli dengan Shahilla yang akan pulang ke Medan.


Setiba nya Shahilla di bandara, Shahilla melihat Ummi, Resty, Aan, Dewi serta Restu pun juga berada disitu. Shahilla menghampiri mereka.


"Assalamualaikum ". Ucap nya sembari menciumi tangan Ummi dan memeluk kedua wanita yang dia anggap seperti adik nya sendiri yang tak lain Dewi dan Resty.


"Waalaikumsalam ".


Ummi/ "In Sya ALLAH keberangkatan jam 11, Aina mana ?, kok dia enggak ikut?".


Shahilla/ "Aina . . . Mmm . . . ".


"Hallo semua nya . . . ". Tiba - tiba Aina muncul sendiri menyapa mereka dan mengagetkan Shahilla.


Ummi/ "Panjang umur nya, baru di tanyain sama Shahilla kamu dimana".


Aina/ "Iya Ummi tadi Aina lagi di toilet". Bohong nya.


Shahilla melirik Aina dan pemberitahuan terdengar menyuarakan penerbangan tujuan kota Medan 15 menit lagi akan berangkat.


"Shahilla pamit ya Ummi, mohon maaf lahir dan bathin ya Ummi kalau Shahilla ada kesalahan sama Ummi". Shahilla mencium tangan Ummi dan Ummi memeluk tubuh nya dengan hangat.

__ADS_1


Ummi/ "Iya Ummi juga minta maaf ya kalau Ummi ada salah sama kamu". Bisik nya, Shahilla meneteskan air mata nya sembari menganggukan kepala nya yang berada di dekapan Ummi.


Ummi/ "Lagian kan In Sya ALLAG kita akan ketemu lagi di Medan, di acara Restu dan Aina".


Shahilla/ "Iya Ummi In Sya ALLAH ". Menatap wajah Ummi.


"Mbaaaaaak . . . ". Resty menyambar tubuh Shahilla dengan erat.


Shahilla/ "Kamu jangan sedih gitu donk, ntar in Sya ALLAH kita ketemu lagi".


Resty/ "Iya Mbak, mbak hati - hati ya, sering - sering hubungi Resty ya mbak ".


Shahilla/ "Iya In Sya ALLAH".


Giliran Dewi yang enggak bisa berkata - kata yang ada hanya air mata yang mengalir dan memeluk Shahilla. Shahilla pun sudah tak mampu berkata dia hanya mengusap punggung Dewi dengan lembut.


Kali ini giliran Aina yang hanya mengulurkan tangan nya.


"Hati - hati di jalan". Ketus nya.


Namun Shahilla tidak menyambutnya melainkan menarik nya ke dalam pelukan nya. tanpa kata air mata Shahilla pecah membasahi niqob nya. sedang kan Aina hanya biasa saja.


Shahilla/ "Shahilla pamit ya, Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


Shahilla pun berjalan menuju pintu masuk, sesekali menoleh ke belakang melihat mereka yang melambaikan tangan untuk diri nya.


Meski tak terlihat namun Restu mengetahui dari syirat mata Shahilla bahwa berat bagi nya.


Di dalam pesawat Shahilla duduk terdiam sembari memandangi langit dan awan yang begitu dekat dari jendela nya.

__ADS_1


"Ya . . . Ini lah langkah kaki ku yang harus terhenti karena sebuah alasan yang hanya ALLAH yang mengetahui nya".


__ADS_2