Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 15


__ADS_3

Flash back. . . . #Shahilla


Di hari yang sama dimana 3 hari sebelum Restu datang ke rumah kontrakan Shahilla dan Aina.


Aina/ "Tega nya di kau meninggal kan ku sendirian di sini, apa lagi di puasa pertama aku sendiri hu hu hu ". Aina merengek kepada Shahilla yang ingin berangkat ke Medan untuk 1 minggu karena ingin berkumpul bersama orang tua nya di puasa pertama dan terutama kangen pada mereka.


Shahilla/ "Habis nya kamu di ajakin pulang bareng enggak mau ".


Aina/ "Ya enggak mungkin lah, kerjaan aku masih belum siap, lagian sayang uang nya harus bolak - balik, kan ntar lebaran mudik lagi, kamu mah enak secara kan kamu pemimpin Redaksi gaji nya lebih besar dari aku ".


Shahilla/ "Hmmm . . . Udah aahh malas kalau bahas itu, ya udah aku berangkat dulu daaaa, Assalamualaikum. . . . ".


Shahilla memeluk Aina dan pergi ke penerbangan.


Setiba nya di KNA Shahilla di jemput langsung oleh kedua orang tua nya Ibu Nur Aisyah dan Pak Ramadhan Razaq.

__ADS_1


"Papa . . mama. . . La rindu kali sama mama dan papa ". Shahilla memeluk kedua orang tua nya.


"Kami juga rindu sama kamu nak". Ujar Mama nya.


Mereka pun beranjak menuju ke istana nya alias pulang ke rumah.


Sedang kan berada dalam perjalanan.


Papa/ "Gimana kerjaan kamu di sana La?, lancar?".


Mama/ "Oh ya Aina apa kabar nya ?, kenapa dia enggak ikut pulang kampung?".


Shahilla/ "Dia masih banyak kerjaan ma di sana, terus dia juga capek kata nya kalau harus bolak - balik karena ntar pas lebaran balik lagi maka nya dia enggak pulang. Oh ya dia titip salam buat Mama dan Papa ".


"waalaikumsalam".

__ADS_1


Papa/ Ngomong - ngomong kapan kamu akan berencana untuk berhenti dari kerja di sana ?".


Pertanyaan papa nya membuat petir di pikiran nya, Shahilla jadi lemas untuk menjawab nya.


"Pa . . . Anak nya baru pulang kok malah di kasi pertanyaan seperti itu ". Mama nya menegur.


Papa/ "Ya memang nya kenapa dengan pertanyaan itu, kamu itu anak perawan terus status kamu itu wanita bercadar enggak seharus nya kamu kerja apa lagi berjauhan seperti ini sendirian, lagian mau sampai kapan kamu seperti ini berjauhan sama Papa dan Mama kamu, gadis seumuran kamu itu harus nya sudah menikah bahkan sudah punya anak, bukan nya malah bekerja mengejar karier yang enggak akan kamu bawa sampai mati, kamu enggak mau apa menikah dan berkumpul dengan keluarga kamu ?, kamu enggak kasian sama mama kamu yang setiap hari nya sendiri kesepian?".


Pukulan telak bagi Shahilla. Dia yang sejak tadi hanya terdiam dan tertunduk mendengar nasihat Papa nya, cuma bisa bilang "Iya Pa ".


Setiba nya di kediaman bapak Razaq alias Papa Shahilla setelah mereka makan malam bersama di salah satu resto di kota medan.


Shahilla langsung masuk ke kamar nya dan membersihkan diri nya dari badan nya yang lengket.


Pertanyaan dan nasihat papa nya masih terngiang di telinga nya membuat Shahilla terdiam dan memikirkan nya.

__ADS_1


"Ya ALLAH bagaimana bisa aku harus menuruti permintaan Papa dan Mama sedang kan hati ku masih belum bisa merelakan nya, memang papa benar, enggak seharus nya aku menjadi seorang wanita karier apa lagi dengan kondisi status ku seperti ini, sebenar nya aku juga tak ingin berjauhan seperti ini, harus bolak - balik ke sana ke mari dan aku juga sangat ingin berkumpul bersama setiap hari, tapi bagaimana, hati ini masih belum siap. Ya ALLAH berikan aku petunjuk mu, keputusan apa yang harus aku jalani dan buat lah Papa memberikan aku kesempatan sampai aku siap melepaskan karier ku, Aamiin ".


__ADS_2