Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 33


__ADS_3

"Yes, ALLAH knows you're tired.


ALLAH knows it's difficult for you.


ALLAH knows you're squeezing your last drop of energy.


But you must also know that ALLAH would never place you in a situation that you can't handle."


.


.


Beberapa tahun Kemudian . . . .


Seorang wanita bercadar set hitam sedang berdiri di tepian jembatan Westminster Bridge yang terletak di salah satu kota di benua Eropa tepat nya di London.


Shahilla . . .?. Ya dia lah wanita tersebut, wanita yang sedang menikmati indah nya sungai Thames dan merasakan sentuhan dari angin yang sayup sayup manja.


.


.


Flash Back semasa di pesantren . . .


"La . . . Kok kamu masih mau sih berteman dengan Aina, bukan nya kamu usdah tau kalau selama ini yang selalu mencelakai kamu itu dia?". Seorang gadis cantik berbadan mungil yang tak lain adalah teman sekamar Shahilla yang bernama Tiwi yang penuh tanda tanya sembari melihat Shahilla yang masih sibuk dengan alat tulis nya.


Shahilla tersenyum menoleh ke arah teman sekamar nya itu.


Tiwi/ "La . . . Kok kamu cuma senyum doank sih ?".


Shahilla/ "Lantas ?". Menaikan alis mata nya.


Tiwi/ "Ya . . . Aku penasaran aja, kan yang menyebabkan kamu di hukum waktu itu dia, jelas jelas kamu tahu dia yang sudah ngejebak kamu, tapi kamu nya masih juga berteman dengan nya dan menutupi perbuatan jahat nya ".


Shahilla tersenyum simpul/ "Jadi aku harus berbuat apa?, membalas nya gitu? He he he, bukan nya ALLAH melarang kita untuk membalas dendam, kamu tahu itu kan?".

__ADS_1


Tiwi/ "Iya aku tahu".


Shahilla/ "Terus, kenapa masih di pertanyakan lagi?".


Tiwi/ "Hufft maksud aku itu ya, biar si Aina nya dapat pelajaran dari perbuatan nya itu, kalau kayak gini kan dia malah santai - santai aja kayak enggak ada kejadian apa pun dan enggak merasa bersalah".


Shahilla/ "Teman ku tersayang . . . Jika ada seseorang yang berbuat jahat pada kita, jangan membalas nya dengan berbuat kejahatan juga tapi balas dia dengan berbuat kebaikan dan berdoa berharap kelak ALLAH akan membuka pintu hidayah bagi nya, ALLAH Maha Tahu dan Maha Melihat dan segala perbuatan yang kita lakukan di dunia pasti ALLAH balas di akhirat kelak, kita doa kan saja semoga ALLAH membukakan pintu hidayah untuk Aina dan Aina berubah menjadi lebih baik, Aamiin".


Tiwi/ "Aamiin, Ma Sya ALLAH, kamu itu ya La emang terlalu baik . . . Heran kok tega ya si Aina itu berbuat kayak gini sama kamu, apa coba salah kamu, padahal kamu orang nya baik dan berteman sama dia dari kecil, pokok nya Ma Sya ALLAH banget lah kamu ".


"Aku enggak seperti yang kamu pikir kan Wi, kamu masih lebih baik dari aku ".


Shahilla tersenyum menatap Tiwi teman sekamar nya itu.


.


.


Flash Back 5 tahun yang lalu 2 hari sebelum hari pernikahan Restu dan Aina . .


Papa dan Mama nya pun menoleh.


Shahilla/ "Pa . . . Ma . . . Setelah Shahilla sholat istikharah dan pikir - pikir dengan matang akhir nya ALLAH memberikan Shahilla petunjuk keputusan mana yang tepat untuk Shahilla, Shahilla memutuskan untuk memenuhi undangan Mam Aisyah ikut serta menjadi dosen pengganti di London dan maaf Shahilla enggak bisa menerima lamaran nya Akbar ".


Mama/ "Apa . . .?, jadi kamu mau ninggalin Papa dan Mama lagi ?".


Shahilla/ "Maaf Ma . . . Shahilla enggak bermaksud seperti itu, keputusan ini berat untuk Shahilla Ma Pa, cuma Shahilla berpikir mungkin ini lah jalan hidup nya Shahilla, Pa Ma izin kan Shahilla sekali lagi ".


Raut wajah sang Mama terlihat jelas tidak terima dengan keputusan Shahilla sedang kan sang Papa yang sejak tadi hanya diam menatap wajah Shahilla dengan raut yang tegang, dan beliau beranjak dari tempat duduk nya mendekati Shahilla.


"Pergi lah, Papa izin kan kamu menjalani keputusan kamu, Papa yakin ini adalah yang terbaik buat kamu ". Dengan lembut sang Papa memberi nya izin sembari mengelus pundak Shahilla dan tersenyum.


Mama/ "Tapi Mas . . .".


Papa/ "Sudah lah Dek, biar kan anak kita menjalani nya, biar wawasan anak kita semakin luas, 10 banding 1 seorang anak yang beruntung seperti anak kita, anak kita sudah dewasa biarkan lah dia, dia juga tahu mana yang baik untuk diri nya". Senyum nya.

__ADS_1


"Makasi ya Pa ". Shahilla menyambar tubuh sang Papa memeluk dan tanpa sadar air mata nya mengalir ke pipi nya.


Papa/ "Tapi Janji, setelah ini enggak ada lagi - lagi, kamu harus menuruti apa kata Mama dan Papa, dan juga setelah selesai kamu harus nikah".


Mama/ "Iya kalau itu Mama setuju, pokok nya kamu harus nikah dengan lelaki pilihan Papa dan Mama dan kamu harus tepati janji itu".


Shahilla/ "Iya In Sya ALLAH Pa Ma ".


Shahilla menatap dua undangan yang terletak di atas meja belajar nya di kamar. Undangan yang berwarna Gold undangan pernikahan milik Aina dan Restu, Undangan yang berwarna putih lebih tepat nya amplop putih berisikan surat undangan serta tiket pesawat executive menuju ke London dari Mam Aisyah dosen pengganti sewaktu dia bertemu di kampus nya di Jakarta .


Kedua undangan tersebut memiliki hari yang sama tepat nya lusa.


.


.


Flash On . . .


Usai menikamati indah nya sungai Thames dari jembatan Westminster Bridge, Shahilla berjalan kaki menelusuri Parliament Square. Itu lah yang di lakukan Shahilla di kota tersebut ketika dia memiliki waktu luang.


Menikmati pemandangan dan suasana yang menyejukan. Tak heran begitu banyak wisatawan - wisatawan dari berbagai negara rela menghabis kan uang tabungan nya untuk berlibur di kota tersebut.


Shahilla yang sudah hampir 5 tahun berada di kota itu tak pernah bosan menikmati indah nya kota London.


Seorang anak laki - laki berusia 3 tahun berlari menuju Shahilla dan tiba - tiba memeluk kaki nya. Shahilla terkejut, pasti. Dia pun membungkukkan badan nya agar bisa sejajaran dengan anak kecil itu.


"Hello . . . What's your name ?". Dengan lembut Shahilla bertanya, namun anak itu tidak menjawab nya dan semakin erat pelukan nya.


Kali ini Shahilla berlutut dan memandangi wajah menggemaskan anak kecil itu.


Shahilla/ "Are you lost?, Where is your Mom ?".


"Reynan . . . ". Teriak seorang wanita berhijab yang berparas ayu berlari menghampiri mereka yang tak lain adalah ibu dari anak tersebut.


"I'm so sorry Mam, he is my son". Ujar nya dan menggendong anak nya dan tersenyum pada Shahilla.

__ADS_1


Sedang kan Shahilla hanya terpaku menatap wanita tersebut dan sesekali melirik anak laki - laki nya.


__ADS_2