Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 9


__ADS_3

Malam hari di kontrakan Shahilla dan Aina. Mereka sedang santai di ruang tv setelah penat dengan kerjaan di kantor.


Shahilla/ "Kamu tuh ya Na, bikin aku malu aja dengan pertanyaan seperti itu untuk wawancara Restu". Dumel nya


Aina/ "Pertanyaan yang mana ?". Aina menoleh ke arah Shahilla yang duduk di sebalah nya di ruang tv sambil mengerutkan dahi nya.


Shahilla/ "Itu pertanyaan (apakah kamu sudah punya calon pasangan?, seperti apa kriteria pasangan kamu?, kapan rencana kamu menikah?) " . Shahilla mengingatkan Aina.


Aina langsung tertawa mengingat Shahilla jadi gagap ketika pertanyaan itu dilontar kan untuk Restu di saat wawancara tadi pagi.


Aina/ "ouh ha ha ha, kenapa mesti malu . . . ?, pertanyaan nya kan bagus, dan pertanyaan itu juga mewakili pertanyaan fans - fans nya Restu, jadi mereka tau tentang pasangan Restu dan seperti apa kriteria pasangan Restu ha ha ha".


Shahilla/ "Bagus apa nya, aku yang malu gara - gara pertanyaan itu aku merasa gugup dan aku merasa kalau Restu mikir nya itu pasti pertanyaan pribadi aku bukan perwakilan dari mereka, fans nya".

__ADS_1


Aina/ "ha ha ha, enggak usah kamu ambil pusing banget hal seperti itu, seharus nya kamu senang, kamu jadi tau kalau Restu belum punya calon dan bagaimana kriteria pasangan Restu seperti apa, jadi ada peluang buat kamu, betul enggak ?, harus nya kamu berterimakasih sama aku he he he ".


Shahilla/ "hmm mau aku tau atau tidak itu sama aja, enggak ada ngaruh nya buat aku, emang nya aku siapa".


Aina/ "Kok jadi pesimis gitu kamu, harus nya kamu semangat dan optimis, mana Shahilla yang biasa aku kenal?, yang selalu semangat dan mata nya selalu berbinar - binar kalau ngebahas tentang Restu . . ?. Percuma donk kamu suka sama Restu tapi kamu nya pesimis dan minder gini he he he".


Shahilla/ "Ya wajar lah aku minder Na. Dia itu siapa dan aku siapa. Aku itu enggak ada apa - apa nya di banding kan dengan wanita - wanita lain yang jauh lebih cakep dan salihah. Sudah pasti jelas dia memilih wanita yang sepadan dengan diri nya".


"Hmm . . Siapa bilang kamu enggak sepadan dengan dia?. Bisa jadi kamu kriteria wanita idaman dia. Kita kan enggak pernah tahu selera orang. Prasangka kita belum tentu benar La". Aina menimpuk Shahilla dengan bantal kursi yang di peluk sejak dia menonton tv.


Di sepertiga malam seperti biasa di saat orang - orang tertidur pulas untuk menghilang kan rasa lelah mereka. Shahilla tak pernah meninggal kan mengerjakan sholat tahajud nya di sertai berdoa dan membaca Al - Qur'an.


"Ya ALLAH , kenapa hamba terus - terusan memikir kan Restu ?, bukan kah perasaan ini hanya perasaan suka terhadap idola nya saja ?, Ya ALLAH hindari lah hamba dari belenggu yang menyelimuti hati hamba, jangan lah Engkau memberikan perasaan yang bukan berasal dari mu, lindungi lah hamba dari perasaan yang bukan dari mu Ya ALLAH, Jika memang perasaan ini benar dari mu maka dekat kan lah dan satu kan lah, Aamiin . . . ".

__ADS_1


.


.


# Assalamualaikum maaf kan saya ya agak lama Up - date nya karena saya lagi sibuk - sibuk nya.


In Sya ALLAH secepat nya saya akan up - date sampek ending . Doa kan kerjaan saya berjalan dengan lancar Aamiin . . . . .


Dan maaf juga kalau ada kata - kata saya yang salah dalam penulisan dan cerita nya agak kurang menarik ( nama nya juga pemula hi hi hi ) . . .


In Sya ALLAH saya akan lebih belajar lagi . . .


Terimakasi sudah mendukung saya dan mau menyita waktu nya untuk membaca hasil karya saya yang tak sebagus cerita lain nya .

__ADS_1


Selamat membaca dan tunggu kelanjutan cerita nya ya . . . . .


Wassalamualaikum 😍😘


__ADS_2