
Chapter 53
Beberapa bulan kemudian setelah semua nya mereka lalui. Segala perawatan dan teraphi yang di lakukan oleh Shahilla akhir nya kaki dan tangan nya sudah bisa berfungsi kembali, ia sudah bisa berjalan dengan normal seperti dulu. Rasa syukur yang teramat dalam. Mereka sangat bahagia.
Pada akhir nya mereka memiliki waktu untuk berjalan hanya berdua saja alias berkencan seperti ala - ala anak ABG labib. Restu sudah menyiap kan agenda kencan yang harus mereka jalani. Mulai dari nonton bioskop, makan bersama serta berkeliling menyusuri mall.
Mereka sudah tak sungkan - sungkan lagi berjalan berdua di halayak ramai bahkan Restu pun sudah tak lagi memakai stel penyamaran nya. Mereka begitu cuek meski ratusan para fans heboh mengerumuni mereka. Dengan ramah nya Restu dan Shahilla menanggapi mereka, mulai dari meminta tanda tangan sampai dengan meminta foro bareng. Meski lelah namun sangat membuat mereka bahagia.
.
.
#Ting Nong . . . .
Terdengar suara bel.
"Maaaas tolong buka kan pintu, ada yang datang itu". Shahilla tengah mengganti kan popok Zahira, ia berteriak memanggil Restu namun Restu tak merepon nya.
"Maaaas".
#Ting Nong . . Ting Nong . . .
Shahilla menggendong Zahira lalu keluar dari kamar.
"Maaaas". Shahilla mencari sosok suami nya itu, ia berjalan menuju pintu, tak lupa ia memakai cadar nya sembari melihat monitor.
Dahi nya mengkerut melihat monitor.
"Kok enggak ada orang nya?". Bulu kuduk Shahilla berdiri. Ia merinding melihat ada yang memencet bel tapi di monitor tidak terlihat ada orang berada di depan pintu.
"Maaaas, Maaaas kamu dimana?". Shahilla mulai ketakutan enggan membuka kan pintu, perlahan ia melangkah mundur sembari memeluk Zahira dengan erat. Langkah kaki Shahilla terhenti, tubuh nya bersandar pada sesuatu. Jantung Shahilla bekerja semakin tidak karuan, keringat sudah bercucuran pada wajah nya. Ia menelan ludah nya menyadari bahwa yang ada di belakang nya seseorang bertubuh tegap.
#Ting Nong . . . Ting Nong . . .
Terdengar suara bel pintu itu lagi, tapi suara itu muncul dari belakang. Suara itu berasal dari sebuah nada dering ponsel.
"Baaaaaaaa ha ha ha ha". Restu mengaget kan Shahilla, ternyata ia sedang mengerjain istri nya itu.
Shahilla merasa kesal lalu memukul Restu serta melempari nya dengan bantal sofa.
"Iiiihhh ngeselin . . . Enggak tahu apa orang sudah ketakutan, iseng banget. Mau copot jantung nya, iiih iihh iiiih". Shahilla geram dan bertubi - tubi mencubiti tubuh Restu.
"Ampon ampon sayang, ampon , mas enggak buat lagi, janji janji janji he he he". Restu mengangkat kedua jari nya.
"Kalau anak dan istri nya sampai mati ketakutan gimana hah?". Shahilla masih belum puas mencubiti nya, dengan cekatan Restu menarik tangan Shahilla lalu mereka bertiga terduduk di sofa.
Restu/ "Ssst . . . Jangan ngomong nya seperti itu. Mas enggak suka kalau kamu ngomong seperti itu".
"Abis nya, Abi ngeselin ya kan nak?, hoby nya ngisengin Ummi mulu, ya kan nak?". Shahilla mengobrol pada Zahira, sedang kan Zahira hanya tersenyum menatap kedua orang tua nya.
"Abi enggak ngeselin kok nak, malah Abi ngangenin ya kan nak". Restu mencubit pipi Shahilla karena gemes pada Zahira yang enggak bisa di cubit pipi nya.
"Aduh mas sakiiiiit, iiiih". Shahilla memukul pelan tangan Restu.
"He he he maaf maaf, sini sini mas lihat, mana yang sakit?". Restu memegang pipi Shahilla yang memerah bekas cubitan nya.
"Ya ALLAH merah banget nak pipi Ummi kamu, sini - sini biar Abi obatin". Restu mencium pipi Shahilla yang memerah.
Sentak Shahilla memukul pelan bahu Restu.
"Ha ha ha dasar genit, alasan saja, mau nyari kesempatan dalam kesempitan".
"Biarin nama nya juga usaha ha ha ha". Restu tertawa puas.
Shahilla/ "Sudah sudah, enggak usah ngakak banget ketawa nya mas, entar masuk sesuatu ke dalam mulut mas".
"Iya, paling entar ke masukan kamu ha ha ha". Restu mendekati wajah nya pada wajah Shahilla.
"Iiih mas apa' an sih? Ha ha ha, kenak Zahira mas". Shahilla mendorong tubuh Restu. Namun Restu menggelitiki pinggang Shahilla.
"Sudah maaaaas ha ha ha".
Di tengah - tengah senda gurau mereka.
#Ting Nong . . . Ting Nong . . .
Sentak mereka terdiam dan menoleh ke pintu lalu saling berpandang - pandangan.
Shahilla memberi kode pada Restu untuk segera melihat ke arah monitor, apa kah ini jebakan batman lagi, atau benar datang nya tamu atau jangan - jangan . . .
"Adek saja yang lihat sana". Restu malah menyuruh Shahilla.
__ADS_1
"Enggak mau adek, mas saja yang lihat siapa yang datang". Shahilla mendorong tubuh Restu. Restu berjalan ke arah pintu lalu melihat ke arah monitor.
"Aina".
Shahilla menghela kan nafas nya.
"Fuuuhht kira' in, mengaget kan saja. Dia sendiri mas?".
Restu/ "Iya kayak nya".
Shahilla/ "Ya sudah, adek mau ngeletak Zahira dulu ke dalam kamar, Zahira sudah tidur.
Restu mengangguk.
"Assalamualaikum". Aina berseru ketika Restu membuka pintu.
"Waalaikumussalam, masuk - masuk".
Aina melihat seisi ruang tamu mereka berantakan, semua bantal sofa tergeletak dimana - mana serta hijab dan cadar Shahilla tergeletak di lantai.
"Tumben apartemen kalian berantakan?, hayo kalian habis ngapain hayo?". Aina menatap mereka curiga, membuat Shahilla malu.
Secepat kilat Restu memberes kan bantal - bantal itu lalu memungut hijab dan cadar Shahilla.
"Eh he he he, enggak kok, tadi kami lagi, lagi ngusir kecoa".
"I . . . Iya betul, kecoa nya gede banget". Shahilla melirik Restu.
"Hmm gitu". Aina mengulum senyum nya.
"Oh ya, aku ke sini cuma mau ngasi ini ke kalian". Aina menyodor kan bingkisan bridesmaid dan bestman untuk Shahilla dan Restu.
"Ma Sya ALLAH, terimakasih banyak ya Na".
Shahilla menyambut nya.
Aina/ "Iya sama - sama, oh ya aku enggak bisa lama - lama soal nya aku mau jemput Reynan ke sekolah terus mau lanjut lagi ngelihat gedung".
Shahilla/ "Yaah cepat banget, maaf ya aku enggak bisa banyak ngebantu kamu untuk hari pernikahan kamu".
Aina/ "Bantuan kalian sudah lebih dari cukup, justru aku yang berterima kasih sama kalian sudah mau membantu aku hingga akhir nya aku berada sampai di sini".
Aina/ "Alhamdulillah aman, terimajasi banyak ya Tu. Ya sudah aku langsung balik saja ya. Biar kamu bisa melanjuti main kejar - kejaran sama kecoa gede nya hi hi hi". Aina menyindir Shahilla lalu melirik Restu. Mereka berdua menjadi kikuk dengan sindiran Aina.
"Daaaa, Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam".
Restu menatap Shahilla dengan tajam.
"Kenapa mas ngeliatin adek seperti itu?".
Restu mendekati Shahilla, Shahilla pun melangkah mundur.
"Iiih mas kenapa sih?, enggak usah nakuti gitu deh".
"Kecoa gede mau memangsa kecoa kecil, Aaauuum". Restu berlari mengejar Shahilla yang sudah ngacir duluan.
"Aaaaaa . . . enggak kenak lwek Ha ha ha ha". Shahilla mengejek Restu.
"Awas kamu yaaa he he he". Restu berhasil menangkap tangan Shahilla.
"Aaaa ha ha ha ha".
Dengan cekatan Restu menguasai tubuh Shahilla.
"Kamu enggak akan bisa lari kemana - mana kecoa kecil ha ha ha".
"Aduuh duuuh duuh, sakit mas".
"Iya sebentar, dikit lagi ini".
"pelan mas, aduuuuuh sakiiiit".
"Nah, kan sudah".
"Tuh lah mas, ngisengin istri nya kelewatan, kan jadi kenak lem rambut adek". Shahilla menangis karena rambut nya harus di potong karena ulah Restu yang enggak sengaja numpahi lem kertas pada rambut Shahilla.
"Maafin mas, mas enggak ingat kalau di situ ada lem. Mas lupa ngembalikan lem nya setelah selesai mengelem kertas tadi malam. Mas minta maaf ya sayang". Restu membujuk Shahilla yang menangis sedih lalu memukul dada Restu.
Restu meraih tangan Shahilla dan memeluk nya.
__ADS_1
.
.
Di hari yang membahagia kan, dimana hari pernikahan Aina dan Joe. Setelah beberapa cobaan dan ujian yang mereka lalui akhir nya mereka dapat merasa kan bahagia.
Seluruh keluarga, Sanak saudara, serta rekan kerja berkumpul berbaur menjadi satu.
Tak ketinggalan Restu dan Shahilla beserta anak mereka turut berbahagia dalam acara tersebut.
Mereka begitu serasi, sang pengantin wanita begitu anggun dan menawan serta sang pengantin pria begitu tampan dan gagah. Mereka lah orang yang paling berbahagia. Raja dan ratu sehari.
Sedang kan Restu dan Shahilla tak henti nya menanggapi para tamu yang sibuk meminta foto bareng dengan mereka, maklum artis.
Di penghujung acara, Aina dan Joe melakukan pelemparan bouquet bunga pengantin. Semua para jomblowan dan jomblowati sudah bersiap - siap menunggu di depan pelaminan dan berharap bisa mendapat kan bouquet tersebut.
Sang MC memberi kan aba - aba.
"1. . . 2 . . . 3 . . .".
Aina pun melempar bunga tersebut, secara serentak para tamy berteriak serta tertawa melihat mereka berlomba - lomba merebut bunga itu.
"Aku dapaaaaaaaaaaaaat". Seorang gadis berteriak kegirangan akhir nya ia yang berhasil mendapat kan nya.
"Resty . . . . .". Mata Restu terbelalak ternyata adik nya yang mendapat kan bunga itu.
"Memang dasar itu bocah, sudah ngebet banget pengen cepat - cepat nikah". Restu ngedumel.
Shahilla/ "He he he. Sudah lah mas biarin saja, lagian kan pelemparan bunga itu cuma main - main saja, hanya untuk seru - seruan, kita enggak boleh mempercayai nya".
Restu/ "Masalah nya dia masih kecil sayang, belum boleh gitu - gitu an".
Shahilla tertawa."Ha ha ha ha".
Restu/ "Kamu kok ketawa sih ayang?".
Shahilla/ "Gimana enggak ketawa coba. Sama Resty saja mas nya protective banget gimana sama Zahira nanti ya, kalau Zahira sudah gede ha ha ha".
Restu/ "Ouh kalau itu mas akan benar - benar jaga Zahira, pokok nya mas bakal over protective".
Shahilla/ "Enggak boleh gitu sayang. Anak kalau semakin kita kekang atau over protective, anak akan semakin membangkang pada orang tua nya. Anak itu kita beri ia sedikit kebebasan dan kepercayaan untuk memenuhi keinginan nya tapi harus kita arah kan juga, kalau kita memperlakukan anak seperti itu In Sya ALLAH anak akan sendiri nya memahami mana yang baik untuk diri nya mana yang buruk".
Restu/ "Umm . . . Berarti Mama sama Papa dulu mengajar kan kamu seperti itu ya maka nya kamu bisa menjadi istri, menantu, ibu serta kakak ipar yang bijaksana". Restu menarik hidung Shahilla.
Shahilla/ "Uummm . . . Mas sakit".
Restu/ "He he he maaf sayang. Oh ya kalau mas perhatiin kayak nya sejak Zahira lahir mas enggak pernah tuh ngeliat kebiasaan kamu ninggalin sepatu sebelah".
Shahilla berpikir.
"Mmm iya juga ya mas, adek kok enggak sadar ya. Biasa nya setiap hari adek kehilangan sepatu atau sendal adek, tapi sejak Zahira lahir kok enggak lagi ya mas".
Restu menaik kan kedua bahu nya.
"Hmmpt, mas juga enggak tahu. Tapi mas sedih kalau kebiasaan itu hilang".
Shahilla/ "Kok sedih sih mas?, bukan nya harus senang ya, karena alhamdulillah akhir nya kebiasaan buruk adek hilang".
Restu/ "Hmm bagi adek dan orang lain itu kebiasaan buruk tapi bagi mas itu special karena gara - gara kebiasaan itu mas jadi menemu kan kamu dan menjadi Cinderella Ninja nya Mas".
"Adek akan selalu menjadi Cibderella Ninja dalam hidup Mas selama nya he he".
Shahilla tertawa kecil lalu meletak kan kepala nya di pundak Restu. Sedang kan Restu menggenggam tangan Shahilla dengan erat.
#Ketika ALLAH Subhanahu wata' ala (sangat sayang dan sangat rindu) pada hamba - Nya. Ia akan mengirim kan sebuah "Hadiah Istimewa" melalui malaikat Jibril yang isi nya ialah "Ujia dan Cobaan".
Dalam hadits qudsi ALLAH berfirman :
"Pergi lah pada hamba ku lalu timpa kan lah berbagai ujian pada nya karena aku ingin mendengar rintihan nya".
(H. R Thabranu dari Abu Umamah).
Jika kau merasa bahagia dalam hidup mu tapi tidak pernah merasa mendapat kan "Ujian dan Cobaan" perlu kau pertanya kan diri mu. Apa ALLAH menyayangi mu?, Apa ALLAH mencintai mu?, Apa ALLAH merindukan mu?, Apa ALLAH masih peduli pada mu?.
Jangan kau anggap bahagia mu menjadi kebanggaan diri mu. Jangan kau kira hidup di dunia tanpa ujian kau termasuk orang - orang yang beruntung. Jangan kau pikir kehidupan mu yang bahagia bisa langsung membawa mu ke syurga - Nya.
Berbahagia lah orang - orang yang masih di beri ujian, itu tanda nya karena ALLAH masih peduli pada mu.
Hadapi lah ujian dan cobaan yang ALLAH limpah kan pada ku dengan sabar, ikhlas dan yakin bahwa ALLAH Ta'ala mempunyai rencana yang besar dan indah untuk diri mu.
"Dan DIA lah yang menjadikan kamu sebagai khalifah - khalifah di bumi dan DIA mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk menguji mu atas (karunia) yang di berikan- Nya pada mu
__ADS_1