Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 36


__ADS_3

Tepat pas 5 tahun Shahilla berada di London, Shahilla harus menepati janji nya pada orang tua nya yang harus kembali ke rumah dan menyetujui lamaran seorang pria yang sudah di pilih kan oleh ke dua orang tua nya.


Di pagi hari di London Shahilla sudah di ingat kan soal janji nya.


"Iya Pa . . Shahilla masih ingat kok sama janji Shahilla, iya . . Nanti malam Shahilla berangkat, udah, udah Shahilla beli Mama tenang aja, he he he Shahilla juga enggak sabar mau kangen - kangenan sama Papa dan Mama, iya Assalamualaikum".


Usai berpamitan dengan tetangga nya tak kecuali Mam Aisyah yang tinggal di depan apartemen nya, Shahilla pun berangkat meninggalkan apartemen dan kota London yang pasti akan di rindukan nya.


Selama ampir 13 jam perjalanan Shahilla dari London menuju kota kelahiran nya yakni kota Medan. Shahilla berjalan keluar dari pintu kedatangan international sembari mendorong troly berisi barang bawaan nya yang menumpuk.


Shahilla melihat sekeliling area KNA lantai dasar mencari sosok yang akan menjemput diri nya yang tak lain orang tua nya. Shahilla tak menemukan kedua orang tua nya dan berjalan keluar dari gedung dan berpikir mungkin orang tua nya masih berada dalam perjalanan menuju KNA.


Seperti biasa, meski pun sudah bertahun tahun, dan usia pun semakin bertambah namun kebiasaan itu tak kunjung menghilang, kebiasaan itu masih melekat dalam diri Shahilla.


Shahilla tak sengaja melepas kan sepatu nya yang sebelah kanan dan menyadari nya.


Mata Shahilla liar mencari sepatu nya yang entah kemana wujud nya.


Tak lama seorang pria berlutut di hadapan nya. Sentak Shahilla terkejut dan mematung melihat pria yang wajah nya tak terlihat karena tertunduk. Pria itu menyodor kan sepatu milik Shahilla dan menampakkan wajah nya melihat sosok Shahilla yang mata nya terlihat jelas terkejut.


Pria tersebut tersenyum melihat Shahilla dan . . . .


"Assalamualaikum Cinderella Ninja ".


.


.


.


Flash Back . . .


Restu/ "Kedatangan saya ke sini mau minta izin kepada Om untuk melamar anak Om, Shahilla".

__ADS_1


Pria paruh baya itu alias Papa nya Shahilla terkejut sejenak dan tersenyum sembari menepuk pundak Restu.


"Maaf nak Restu, kamu sudah terlambat ". Ujar nya.


Restu/ "Terlambat?, Maksud Om Shahilla sudah . . . ".


Papa/ "Ouh tidak, Shahilla belum, maksud Om kamu terlambat itu karena Shahilla nya sudah pergi ke London, dia di utus jadi dosen pengganti di sana selama 5 tahun,, coba aja kamu datang nya lebih awal pasti Shahilla enggak jadi berangkat ke London, hmm maka nya Om bilang kamu terlambat".


Restu/ "Enggak ada kata terlambat Om, Saya akan menunggu Shahilla sampai dia menyelesaikan tugas nya di sana".


Papa/ "Kamu yakin?, 5 tahun lho".


Restu/ "In Sya ALLAH saya yakin Lillahhi Taala Om ".


Papa/ "Ya sudah kalau kamu yakin, Om terima lamaran kamu untuk Shahilla. Tapi Om tidak akan memberitahu Shahilla soal ini selama dia berada di sana, karena Om takut Shahilla enggak akan fokus apa lagi Shahilla sendirian di sana dan Om juga belum bisa menceritakan kejadian kamu dan Aina".


Restu/ " Iya Om, saya terima keputusan Om, terimakasi ya Om".


.


.


Suasana di kediaman Bapak Razaq riuh penuh bahagia. Seluruh rumah di hias begitu indah dan mewah dengan bernuansa warna putih tulang. Sanak keluarga sudah bersiap - siap dengan menawan untuk menyambut kedatangan sang pengantin pria.


Shahilla yang begitu gugup duduk anggun di depan meja rias nya.


"Assalamualaikum Aunty Ninja he he he". Aina dan Reynan mengejutkan Shahilla dari belakang.


"Eeehh . . . Waalaikumussalam jagoan kecil nya Aunty yang handsome". Shahilla menoleh ke arah mereka dan mencubit gemes pipi Reynan.


Reynan/ "Aunty Ninja tantik kayi (Cantik kali maksud nya)".


Aina/ "Ouuuuhhht . . .". Terharu plus gemez.

__ADS_1


"Ma Sya ALLAH nak . . . Terimakasi Reynan, cium dulu aunty nya sini ".


Shahilla semakin gemes dengan Reynan yang mencium kening nya.


Waktu nya telah tiba dimana sang pengantin pria sudah berada di tempat yang sudah di atur oleh pihak WO untuk melangsungkan pernikahan.


Pak penghulu, para saksi serta anggota keluarga sudah bersiap, tak ketinggal para wartawan yang berduyun - duyun siap untuk mengambil foto terbaik mereka


Shahilla semakin gugup dan tak lepas menggenggam tangan Aina dan Dewi.


"Bismillahhirrohmanirrohiim . . . Saya terima nikah nya Shahilla Az-Zahra Razaq dengan mas kawin tersebut di bayar tunai". Dengan lantang dan satu nafas pemilik suara merdu itu yang tak lain adalah Restu mengucapkan ikrar janji yang begitu suci.


"Sah . . ? Sah . . ?". Pak Penghulu bertanya kepada seluruh saksi.


Dan dengan semangat nya mereka mengucapkan.


"SAH".


"Alhamdulillahhirobbil'alaamiin . . . ". Pak penghulu pun melanjutkan doa nya.


Ketegangan dan rasa gugup pecah menjadi rasa bahagia dan haru. Tak lama Shahilla pun di persilahkan keluar dari kamar untuk di duduk kan bersama Restu, serta menandatangani yang harus di tanda tangani.


Dengan lemah lembut Shahilla melangkah kan kaki nya satu persatu penapaki anak tangga dan di gandeng oleh Dewi. Gugup?, pasti.


Restu pun menoleh ke arah Shahilla dengan senyum bahagia namun tersipu malu.


.


.


"Ya . . . Biar kan doa merawat dan menjaga sebaik - baik nya, sebab ketulusan yang kita bincangkan dengan Rabb Mu adalah kebaikan. Akan ada masa nya kita memetik buah manis hasil dari kepasrahan dan kesabaran yang telah kita usahakan. Dan kini ALLAH telah memberikan masa itu dan janji ALLAH benar ada nya".


"Cinderella Ninja ku"

__ADS_1


Tamat . . . .


__ADS_2