Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 23


__ADS_3

Setelah capek nemeni Aina dan Restu, Shahilla pun bergegas mengantar Dewi pulang ke kos - kosan nya, sedang kan Aina pulang di antar dengan Restu meski pun hati Restu dan Shahilla secara bersamaan tidak menginginkan Aina pulang berdua dengan Restu.


Shahilla dan Dewi berdiam di seperempat jalan dari Mall menuju kos - kosan Dewi, akhir nya Dewi membuka suara karena enggak tahan ingin menceritakan Aina dan Restu .


Dewi/ "Mbak ngerasa risih enggak sih ngeliat Buk Aina dan Mas Restu ?, harus nya enggak boleh ya kan Mbak mereka berjalan berdua kayak tadi meski ada kita, terus udah pakek panggilan sayang - sayang segala lagi ".


Shahilla melirik Dewi dan tersenyum simpul di balik cadar hitam nya.


Dewi/ "Saya aja yang enggak alim - alim banget risih liat nya, ya emang mereka enggak ada bersentuhan sama sekali tapi kan kita yang tau hubungan mereka jadi merasa risih Mbak, apa lagi Buk Aina slealu mepet - mepet ngedekati Mas Restu ".


Shahilla/ "Udah Dew enggak boleh ghibah seperti itu, kamu tau enggak Ghibah itu sama dengan seperti memakan daging saudara nya sendiri, kamu harus Istighfar Dew".


Dewi/ "Astaghfirullah . . . Maaf Mbak, Mbak tolong jangan cerita - cerita ke Bu Aina ya soal saya nyeritain dia sama Mbak, saya takut ntar Bu Aina membenci sama saya".


Shahilla/ "Harus nya kamu takut nya di benci sama ALLAH bukan takut di benci sama manusia dan kamu harus nya minta maaf sama ALLAH bukan sama aku he he he ".


"Iya Mbak . . .". Dewi tertunduk malu. Sedang kan Shahilla hanya tersenyum dan memahami maksud Dewi.


Dewi/ "Mbak . . . Kalau Mas Restu suka nya sama Mbak gimana Mbak ?".


"Apa ?". Mata Shahilla terbelalak dan menoleh ke arah Dewi. pertanyaan yang mengejutkan untuk Shahilla sehingga dia menginjak rem mobil nya secara mendadak.


"Ya . . Kalau Mas Restu suka nya sama Mbak, Mbak nya gimana?". Dewi mengulang ucapan nya.


"Ha ha ha pertanyaan kamu itu lucu banget Dew, kalah sama parodi lawak yang ada di youtube ". Shahilla tertawa berusaha menyembunyikan perasaan nya dan melajukan mobil nya kembali.


Dewi/ "Ish Mbak, saya serius lho, soal nya dari awal kita datang, Mas Restu sering melirik ke arah Mbak, ya emang sih dia menundukan kepala nya lagi, tapi ini saya liat pandangan nya beda dari pandangan cowok - cowok alim lain nya apa lagi waktu Mbak duduk sambil bercanda dengan anak ibu - ibu yang duduk di sebelah Mbak tadi Mas Restu tersenyum kagum melihat Mbak, jadi saya pikir Mas Restu suka nya sama Mbak deh bukan nya sama Bu Aina".


Hati Shahilla berdegub kencang mendengar nya dan dalam hati nya.

__ADS_1


"Astaghfirullah (berulang kali) ". Dan masih fokus menyetir mobil nya.


Shahilla/ "Ha ha ha perasaan kamu saja tuh Dew, kamu enggak boleh ngomong seperti itu, enggak baik, Restu itu calon suami nya Aina lho, dia udah memutuskan Aina pilihan nya jadi enggak mungkin dia berpaling ke wanita lain ".


Dewi/ "Ya Mbak, hati seorang manusia bisa berbolak - balik lho Mbak, yang sudah nikah saja masih bisa lirik yang lain apa lagi yang belum pasti nikah Mbak ".


Shahilla tak menanggapi nya lagi dia hanya bisa tersenyum getir dan sekilas terbayang wajah Restu di benak nya.


Sedang kan Restu di apartemen nya, usai mengantar Aina ke kontrakan nya, Restu langsung pamit dan kembali ke apartemeln nya.


Restu merebahkan badan nya di atas kasur empuk nya sembari tangan kanan nya memegang kepala nya.


Restu teringat dan selalu muncul sosok Shahilla di benak nya, bahkan dia mengingat pertama kali Shahilla dan Dewi datang hingga dia melihat Shahilla yang begitu lembut dan keibuan ketika bersenda gurau dengan anak kecil yang tak di kenal nya.


"Astaghfirullah, Ya ALLAH huffft ". Restu mengusap wajah nya.


Restu menggapai hp nya begitu dia merasakan getaran nya di saku celana nya. Dan terlihat tulisan "Ummik" yang menelpon nya selarut ini tepat pukul 12 malam.


Restu/ "Hallo Assalamualaikum Mik ".


Ummi/ "Waalaikumussalam, kamu lagi ngapain le ".


Restu/ "Restu lagi tiduran aja Mik di apartemen, ada apa Mik tengah malam gini nelpon ?".


Ummi/ "Gini . . . Ummi mau ngabari ke kamu le, kalau Ummi sama Resty besok pagi berangkat ke Jakarta Resty mau lihat - lihat kampus - kampus terbaik di sana, sekalian mau ketemu sama calon mantu Ummi he he he ".


Restu/ "Kenapa baru sekarang sih Mik ngabari nya?, kalau tau nya dari kemarin - kemarin kan Restu bisa ngatur jadwal Restu dan ngabari ke Aina ".


Ummi/ "Ya . . . Mau gimana lagi, ini aja Resty mau nya Ummi enggak usah ngabari ke kamu, tunggu udah nyampek aja baru ngabari ke kamu, kata nya mau ngasi surprise ke kamu dan Aina ".

__ADS_1


Restu/ "Ish emang ya itu bocah centil, kalau kayak gini cerita nya maaf ya Ummi, Restu enggak bisa jemput kalian karena Restu ada jadwal shooting pagi, tapi enggak lama sih paling abis zuhur sudah kelar ".


Ummi/ "Ya sudah enggak apa - apa, enggak usah pakek di jemput segala, kami bisa naik taxi kok".


Restu/ "Issh tuh kan, Restu jadi kesal sendiri lho Mik, enggak bisa jemput besok ".


Ummi/ "Ha ha ha, sudah toh le, kami enggak apa - apa lho ".


Restu/ "Hmm . . . Ya udah nanti klu Aan enggak sibuk, Restu minta Aan jemput Ummik sama Resty di bandara ".


Ummi/ "Enggak usah repot - repot toh le ".


Restu/ "Enggak kok Mik, lebih repot Ummik lagi dulu waktu ngurusi Restu masih kecil ".


Ummi/ "Ha ha ha kamu tuh berlebihan le, itu udah kewajiban Ummik ".


Restu/ "Ya sekarang kewajiban Restu juga untuk ngejaga Ummik, oh ya Abah enggak ikut Mik ?".


Ummi/ "Enggak, Abah mu banyak kerjaan nya, Alhamdulillah makin ke sini Abah mu banyak orderan nya ini aja usaha Abah mau joint sama sahabat Abah maka nya makin sibuk ".


Restu/ "Hmm . . . Alhamdulillah kalau gitu Mik, mudah - mudahan usaha Abah makin maju sukses dan berkah, Aamiin ".


Ummi/ "Aamiin . . . Ya udah le, kita sudahi telponan nya, kamu istirahat gih ".


Restu/ "iya Mik, Ummik juga istirahat, nanti kabari Restu kalau Ummik mau berangkat, titip salam buat Abah ".


Ummi/ "Iya le, ya udah Ummik tutup dulu ya telpon nya, Assalamualaikum ".


Restu/ "Waalaikumussalam Ummik ".

__ADS_1


__ADS_2