Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 25


__ADS_3

Mereka berjalan menuju ke parkiran mobil dimana mobik jazz putih terparkir.


Aina/ "La . . . Kamu yang nyetir nya enggak apa - apa kan ?, biar aku duduk di belakang, sekalian pendekatan sama calon mertua dan calon adek ipar he he he ". Aina membisikan ketelinga Shahilla.


"Iyaaaa ". Shahilla mengiyakan permintaan nya dan berpikir.


"Kalau Aina duduk di belakang, brarti Restu duduk di depan sama aku ?".


Aina/ "Ya udah Mi, Resty kita masuk yuk ".


Ummi/ "Iya ".


Aina, Ummi dan Resty masuk bergiliran ke dalam mobil. Sedang kan Restu dan Shahilla masih di luar.


Restu/ "Mmm . . . Biar aku aja yang nyetir ". Pinta nya.


Shahilla/ "Tidak usah, biar saya saja ". Ujar nya lembut dan masuk ke dalam mobil.


Restu pun menyusul nya masuk ke dalam mobil. Sebenar nya Restu sangat sungkan karena sudah merepotkan Shahilla.


Di perjalanan Aina dan Ummi asik mengobrol, Resty sibuk dengan handphone nya, sedang kan Restu hanya diam dan sesekali melirik Shahilla yang fokus menyetir.


Suara nada dering Sholawatan terdengar dari handphone Shahilla. Restu sentak menoleh ke arah Shahilla, kenapa tidak?, rang sholawatan nya suara milik nya sendiri.


Shahilla memencet salah satu tombol yang berada di stir mobil nya, dan tak lupa memencet tombol earphone yang selalu ready di telinga jika dia berada di luar rumah agar mempermudah dan enggak perlu repot - repot memegang hp nya bila sedang menyetir.


Shahilla/ "Assalamualaikum, iya Wi ?, Mbak lagi di jalan ini, kenapa?, Ouh . . , iya nantik abis ini mbak kirim melalui email, ouh enggak usah nanti enggak sinkron, iya, kalau itu besok aja enggak usah hari ini, biar sama - sama aja kita ngerjain nya, iya, Waalaikumussalam ". Shahilla kembali memencet tombol yang berada di stir nya.


Aina melirik Shahilla namun tak bertanya kenapa Dewi menelpon nya.


Ummi/ "Shahilla, kamu satu kantor juga sama Aina kan?".


Shahilla/ "Iya buk ".


Ummi/ "Kamu jangan manggil ibuk donk, panggil Ummi aja, kan kamu sahabat nya Aina ".


Shahilla/ "I . . Iya Ummi ".


Ummi/ "Kamu sebagai apa di kantor?".


Shahilla/ "Shahilla Pemimpin Redaksi Mi ".


Resty/ "Ma Sya ALLAH, pemimpin redaksi mbak?, masih muda sudah jadi pemimpin redaksi, Wah hebat banget mbak Shahilla, jarang - jarang pemimpin redaksi muda terus cewek pula lagi, rata - rata sudah tua dan bapak - bapak malah ". Sambar nya terkejut kagum mendengar nya.


Aina memutarkan bola mata nya, kesal sedang kan Restu mendengarkan mereka dengan seksama.


Ummi/ "Iya benar itu, Ma Sya ALLAH banget kamu La".


"Makasi Ummi, Resty". Shahilla thersipu malu di puji dengan kedua orang tersayang lelaki idaman nya.


(Skip)


Usai Ummi dan Resty mengobrol seru dengan Shahilla dan akhir nya mereka sampai ke tujuan utama yaitu di salah satu universitas ternama di Jakarta.

__ADS_1


Karena mereka mendatangi kampus Aina dan Shahilla dulu. Jadi Aina menggandeng tangan Resty sembari menunjukan setiap sudut kampus. Sedang kan yang lain hanya mengikuti mereka dari belakang.


Tepat di kursi tanam kampus, mereka duduk karena istirahat, mengingat mereka sedang berpuasa jadi mereka mudah merasa lelah nya. Tiba - tiba seorang wanita berhijab berparas blasteran turkey, kira - kira berumur sekitar 30 'an lebih, menghampiri Shahilla.


"Assalamualaikum ".


Shahilla/ "Waalaikumussalam ". Menoleh ke arah wanita tersebut tak ketinggalan yang lain juga heran melihat nya.


"Are you Shahilla Az - Zahra Razaq ?".


Shahilla/ "Yes, I'm ". Jawab nya meski dia masih bingung kenapa wanita ini mengenali nya.


"Ma Sya ALLAH, I'm so happy, finally, I meet you here ". Dengan wajah berbinar - binar wanita itu menepuk kedua tangan nya pelan, sedang kan mereka masih bingung apa lagi Shahilla yang masih terpaku menatap wanita itu.


"Ouh . . I'm so sorry, my name is Aisyah Al - Qadri, you can call me Aisyah. Umm . . I can speack bahasa tetapi sedikit - sedikit. Saya dosen bahasa inggris sementara di sini ". Dengan logat ke bule - bule'an nya.


"Ouh . . Maaf, pantesan saja saya tidak mengenal ibu ". Dengan santun nya Shahilla menyalami wanita itu.


Aisyah/ "Iya . . Saya baru di sini, saya sudah banyak tahu tentang kamu dan prestasi kamu di kampus ini dan saya sangat kagum sama kamu, you're smart girl ".


Shahilla/ "Ma Sya ALLAH, thank you verry much ".


Aisyah/ "Oh ya, sorry saya tidak bisa lama - lama di sini, soal nya saya ada kelas, can i get your phone number ?". Aisyah mengeluar kan hp nya dari saku tas nya.


Shahilla/ "Yes, sure . . . ". Shahilla menyebutkan nomor hp nya dan di catat oleh Aisyah.


Aisyah/ "Thank you verry much Shahilla, i'm so happy, i hope i'll see you again ". Aisyah memeluk hangat tubuh Shahilla.


Shahilla/ "In Sya ALLAH ".


Shahilla/ "Yes, I'll be waiting ".


Aisyah/ "See you Shahilla, Assalamualaikum ".


Shahilla/ "Waalaikumussalam ".


Wanita itu pun berlalu meninggalkan Shahilla yang masih memandangi nya berjalan.


"Jadi Mbak mahasiswi itu ?". Resty mendekati dan mengagetkan Shahilla.


Mereka mengerutkan dahi, mereka enggak faham apa maksud Resty.


"Jadi Mbak mahasiswi yang selalu ngebuat nama kampus ini jadi harum, mahasiswi pertama yang bercadar, pokok nya mahasiswi legend ". Resty mengulangi ucapan nya menatap Shahilla dengan mata berbinar - binar kagum.


Sedang kan Shahilla hanya tersenyum yang terlihat dari mata nya yang menipis.


"Ma Sya ALLAH, Mik . . . Ternyata mbak Shahilla orang nya, orang yang selalu Resty ceritain ke Ummi, mahasiswi yang ngeinsfirasikan Resty dan mendorong Resty kuliah di sini ". Resty memengang kedua tangan Shahilla berhadapan dan menoleh ke arah Ummi nya.


Ummi/ "Ma Sya ALLAH ternyata dunia ini benar - benar sempit, Resty selalu cerita kalau dia kagum sama kamu Shahilla bahkan dia pengen jadi kamu biar semua orang bangga he he he ".


Resty/ "Issh Ummi kalau yang itu jangan di bilang - bilang ".


Ummi/ "Lah kan Ummi bener he he he ".

__ADS_1


Resty/ "Huh ". Cemberut.


"he he he . . . Resty kamu boleh kagum sama siapa pun, kamu boleh melakukan apa pun sama seperti yang mbak lakukan tapi ingat kamu harus jadi diri kamu sendiri, jangan pernah jadi orang lain, kamu harus yakin sama diri kamu sendiri kalau kamu bisa melakukan nya untuk membuat mereka bangga sama kamu bahkan kamu bisa melebihi mbak ". Shahilla menatap Resty sembari tangan nya memegang pundak Resty.


"Makasi banyak ya Mbak ". Resty menyambar tubuh Shahilla, memeluk nya dengan hangat layak nya adik memeluk kakak nya sendiri.


Restu tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah dan hangat, hati nya merasa kan bahagia yang berbeda melihat adik nya dan Shahilla berpelukan.


Berbeda dengan Aina yang sangat jengkel melihat dan mendengar semua nya memuji Shahilla. Dia merasa geram sehingga dia mengepalkan tangan nya.


.


.


Malam nya di apartement Restu . . .


"Ya ALLAH, Resty lupa ". Resty yang berbaring di tempat tidur menepuk jidat nya.


"Lupa apa dek?". Restu yang duduk di sofa menoleh.


"Resty lupa minta nomor handphone nya mbak Shahilla ". Resty bangkit dari tempat tidur.


Resty/ "Kakak punya nomor mbak Shahilla?".


Restu/ "Enggak punya".


Resty/ "Yaaaah . . . Oh ya kakak tolong mintain ke mbak Aina donk nomor handphone nya mbak Shahilla, please . . . ".


"Ck . . . Iya . . Nanti kakak mintai". Restu mengeluarkan hp nya dari saku celana nya bermaksud untuk nge - chat Aina untuk meminta nomor hp Shahilla.


"Mintai apa?". Ummi tiba - tiba muncul dari kamar mandi dan langsung menyambung.


Resty/ "Minta nomor hp mbak Shahilla ke mbak Aina ".


Ummi/ "Hmm . . . Iya sekalian bilang kan ke Shahilla, Ummi minta maaf sekali lagi karena Ummi kira kalau dia Aina he he he ".


Restu/ "hmm . . Maka nya Ummi itu fokus, padahal kan Restu sudah jelas - jelas nunjukin nya Aina yang mana".


Ummi/ "Ya nama nya Ummi sudah tua, lagian kamu nunjuki nya dari jarak jauh, tapi ya entah kenapa waktu Ummi ngeliat Shahilla Ummi ngerasa kalau Shahilla mantu Ummi, soal nya Shahilla itu tipe nya kamu le, sederhana dan enggak tau entah kenapa hati dan langkah kaki Ummi mengarah nya ke Shahilla ".


Resty/ "iya benar Ummi Kak, Resty pun pikir nya gitu, malah ngelihat mbak Aina, sama sekali bukan tipe nya kakak banget, walau pun sama - sama bercadar tapi kelihatan banget tipe nya kakak yang mana, ya kan Mi ?".


Ummi/ "Iya . . Tapi Le siapa pun pilihan kamu, niat kan karena ALLAH, Ummi enggak pernah masalah soal pasangan kamu yang penting kamu bahagia di dunia dan di akhirat, dan kamu juga jangan salah langkah, ingat tuh le ?".


Restu/ "Iya Mik . In Sya ALLAH ".


Sepanjang malam Restu terdiam duduk di balkon, mengingat ucapan Ummi nya dan bayangan Shahilla selalu muncul di benak nya.


Sedang kan . . .


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ". Aina berteriak geram sembari melemparkan barang - barang yang ada di dalam kamar nya yang sudah berantakan dengan kepingan - kepingan cermin yang dia pecahkan.


Aina merasa geram mengingat kejadian pertemuan nya dengan Ummi dan Resty. Dia mengajak Shahilla bermaksud untuk membuat Shahilla sakit tapi malah sebalik nya, dia yang merasa sakit karena Ummi dan Resty lebih welcome dengan Shahilla ketimbang diri nya. Di tambah lagi Restu nge - chat hanya untuk meminta nomor hp Shahilla untuk Resty, bukan nya meminta nomor hp diri nya.

__ADS_1


"Sabar Aina sabar, Restu bakal jadi milik kau bukan milik Shahilla, enggak usah pikirin yang lain, yang penting Restu akan jadi milik kau ". Dengan mata yang merah dan panas, penuh dengan kemarahan Aina membangkitkan diri nya dari reruntuhan yang dia buat sendiri.


__ADS_2