Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 21


__ADS_3

Chapter 20


"Ya . . Sesuai dengan suasana kita yang akan merayakan hari raya idul fitri dan berhubung juga pada akhir - akhir ini kita di gempar kan dengan berita yang sangat mengejutkan perihal lamaran Bu Aina dan Restu Muhammad, jadi kita akan membuat majalah edisi bulan ini mengusung tema lebaran bersama pasangan hidup. Karena saya terinsfirasi dengan berita yang lagi trending topik, jadi edisi bulan ini saya serah kan pada Bu Aina yang akan memimpin nya ". Pak Wiguna yang sedang berbicara di depan saat rapat memberikan keputusan yang sangat mengejutkan untuk karyawan lain nya terutama untuk Shahilla dan Aina.


Pak Wiguna/ "Iya . . Buk Aina silahkan ke depan, anda saya tunjukan sebagai pemimpin pelaksanaan majalah edisi bulan ini ".


Aina pun maju ke depan dan . . .


#Prok . . . Prok . . Prok . .


Suara tepuk tangan berseru menyambut Aina.


Shahilla tersenyum entah senyum bahagia atau sedih, sebab tanpa memberitahukan nya keputusan itu di nyatakan.


Usai rapat . . .


"Selamat ya Buk Aina, semoga sukses memimpin edisi bulan ini ". Satu per satu karyawan memberi ucapan dan semangat untuk Aina.


Seperti abis ketiban durian runtuh berkali lipat, udah ngedapati Restu lalu menjadi pimpinan edisi bulan ini dan terinsfirasi dari nya.


Aina merasa senang akhir nya dia merasa kan di atas dan Shahilla berada di bawah.


Shahilla menghampiri ruangan pak Wiguna.


Tok . . Tok . . Tok . .


"Masuk ". Ujar pak Wiguna sembari memeriksa berkas - berkas di atas meja nya.


Shahilla/ "Maaf Pak saya mengganggu ".


Pak Wiguna menoleh / "Ehh . . Buk Shahilla silahkan duduk ".


Shahilla menarik kursi yang berada di depan meja Pak Wiguna dan duduk.


Pak Wiguna/ "Oh ya Buk Shahilla saya minta maaf ya soal keputusan waktu pada rapat tadi karena tanpa memberitahu Bu Shahilla saya sudah menyampaikan nya, saya enggak ada maksud melangkahi Bu Shahilla hanya saja saya ingin memberikan kejutan buat kalian semua he he he ".


Shahilla/ "Iya Pak, enggak apa - apa pak, kan semua keputusan ada di tangan bapak, oh ya kedatangan saya ke sini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang penting ke bapak ". Dengan tekat Shahilla menyodorkan amplop surat.


Pak Wiguna/ "Apa ini . . ?". Heran dan meraih amplop itu.


Shahilla/ "Itu surat pengunduran diri saya dari perusahaan ini ".


Pak Wiguna/ "Apa ?. Apa karna saya mengambil keputusan sepihak ya maka nya Bu Shahilla mengundurkan diri ? ".


Shahilla/ "Bukan . . Bukan itu pak, ini sama sekali enggak ada hubungan nya sama itu, memang sudah lama saya mempertimbangkan ini karena permintaan orang tua saya untuk berhenti bekerja pak dan sekarang baru lah saya siap untuk melepaskan nya, saya sudah enggak mau lagi berjauhan dengan orang tua saya, belum lagi saya anak mereka satu - satu nya, jadi saya enggak mau membuat mereka kesepian lagi pak ".


Pak Wiguna/ "Sangat di sayang kan sekali, padahal saya berharap banyak sama Bu Shahilla, tapi mau gimana lagi keputusan kamu lebih penting dari pada apa pun, mau bagaimana pun kita harus mematuhi permintaan orang tua kita sendiri , tapi saya punya permintaan, kamu boleh resmi resign dari perusahaan ini, usai edisi bulan Ramadhan ini di luncur kan, gimana bu?, ya kamu tau sendiri kan karyawan lain nya pasti bakalan shock kalau tau tiba - tiba tahu kamu resign, dan saya mau kamu ngasi sedikit ilmu untuk mereka, paling tidak sampek kami ngedapati pengganti kamu ".


Shahilla/ "Mm iya Pak, In Sya ALLAH saya akan membantu mereka tapi sebelum nya, bapak jangan beritahu mereka dulu ya pak soal ini, saya takut akan mengganggu pekerjaan mereka dan lagi pak . . Mm . . Saya boleh enggak mempromosikan Bu Aina untuk menjadi pengganti saya sebagai pimpinan Redaksi . . ?".


Pak Wiguna/ "Kalau soal itu, saya enggak bisa langsung menyetujui nya, karena kamu tau kan untuk menjadi pimpinan redaksi itu harus yang seperti kamu, tapi saya akan mempertimbangkan nya lagi selagi Bu Aina memimpin edisi bulan ini dan saya akan melihat kinerja nya bagaimana. Saya akan memberitahu ke mereka setelah edisi bulan Ramadhan di luncur kan dan saya mendapatkan pengganti kamu ".


Shahilla/ "Iya pak . . Terimakasi banyak ya Pak, saya permisi dulu Pak, Assalamualaikum ".

__ADS_1


Pak Wiguna/ "Iya sama - sama. Waalaikumsalam ".


Pak Wiguna melihat kepergian Shahilla dengan tampang sedikit menyayangkan sembari menimang - nimang surat resign Shahilla.


"Huuuftt . . Ck . . . Shahilla, sayang sekali kamu harus resign secepat ini ". Pak Wiguna berbicara sendiri dan menyambar telpon genggam yang berada di atas meja nya.


"Hallo . . . Atur jadwal saya untuk ketemu dengan ketua ". Pak Wiguna berbicara pada sekretaris nya melalui telpon nya.


Jam makan siang, berhubung karna mereka puasa dan Shahilla lagi banyak kerjaan, enggak sempat untuk kemana - mana maka nya Aina memutuskan untuk ker uangan Shahilla ketimbang harus kluyuran di luar di cuaca yang terik.


Aina /"Mmm . . . La . . Ntar abis pulang ngantor temeni aku yuk nyarik - nyarik untuk persiapan nikah aku ". Pinta nya.


Shahilla terdiam sejenak dan mengiyakan permintaan nya.


Shahilla / "Iya, Tapi . . . Aku enggak bisa langsung ikut sama kamu, soal nya ada yang harus aku kerjakan sama Dewi, ya kan Dew ?. . ". Shahilla melirik Dewi yang duduk di sebelah kanan Aina.


Dewi / "Iya Buk Aina ".


Aina/ "Yaaah jadi kamu enggak bisa nih nemeni aku ?".


Shahilla/ "Bukan enggak bisa nemeni, tapi aku enggak bisa pigi nya bareng, nanti aku nyusul kamu aja di sana ".


Aina/ "Oh gitu, okeh nanti aku kirimin alamat nya, tapi janji lho nyusul, jangan sampek enggak jadi ".


Shahilla/ "Iya In Sya ALLAH ".


Aina/ "Jangan In Sya ALLAH, In Sya ALLAH aja donk La, harus pokok nya ".


Aina/ "Iya iya . . . ". Cibir nya.


Sedang kan Dewi hanya tersenyum melihat dan mendengarkan dua sejoli yang ada di dekat nya.


Sore nya setelah selesai dengan kerjaan, kantor sudah tak ada karyawan lain nya selain Shahilla dan Dewi yang masih di ruangan Shahilla dan Pak Satpam yang sedang berjaga di post nya.


"Buk Shahilla mau nikah ya maka nya harus resign dari perusahaan ". Dewi yang sedang membantu Shahilla membereskan sedikit barang - barang milik Shahilla penasaran dengan alasan kenapa Shahilla resign.


Shahilla tertawa kecil / " he he he mungkin ". Sembari tangan nya memasuki buku ke dalam kotak.


"Kok mungkin sih buk ? ". Dewi mengerutkan dahi nya.


"Dewi . . Kan udah aku bilang kamu enggak perlu manggil aku Ibu, panggil aja Kakak Mbak atau panggil nama aja juga enggak apa - apa ". Shahilla memutarkan bola nya capek ngingetin asisten nya.


"Iya . . Tapi kan saya nya seperti kurang ajar kalau tidak manggil Ibu ". Dewi menundukan kepala nya.


Dari balik cadar nya Shahilla tersenyum melihat Dewi yang segan terhadap nya.


Shahilla / "enggak apa- apa Dew, aku lebih senang kalau kamu manggil nya biasa aja, kamu itu udah aku anggap seperti saudara aku sendiri ". Shahilla memegang pundak Dewi dengan hangat.


Dewi tersenyum menatap Shahilla.


Shahilla/ "Ya udah, kamu enggak boleh manggil aku Ibu atau Buk Buk lagi, oke ".


Dewi/ "Iya . . . Mbak, kalau saya manggil nya Mbak aja enggak apa- apa kan ?".

__ADS_1


Shahilla/ "Dengan senang hati 😊 ".


Dewi/ "Oh ya Mbak, pertanyaan saya yang tadi belum mbak jawab he he he ".


Shahilla/ "Haiiiih . . . Alasan aku resign selain dari permintaan orang tua aku, karena aku sudah capek berjauhan sama orang tua aku, aku kasian sama mereka punya anak satu - satu nya tapi malah berjauhan , apa lagi aku anak perempuan dan kamu tau kan enggak seharus nya aku sendirian di sini, ya . . meski pun ada Aina tapi kan kami sama - sama perempuan, bisa jaga diri masing - masing aja sudah alhamdulillah banget he he he ".


Dewi/ "Iya sih Mbak, saya aja yang walau pun satu kota sama orang tua rasa nya berat kali harus nge - kost kayak gini, terus rencana mbak nanti apa ?".


Shahilla/ "Hmm . . . Paling bantui usaha Papa terus ngebantuin Mama di rumah daaaaaan nikah he he he ".


Dewi/ "Jadi benaran mbak mau nikah ?".


Shahilla/ "ha ha ha . . . In Sya ALLAH kalau jodoh nya sudah datang ".


Dewi/ "Serius lah mbak ?".


Shahilla/ "Serius . . . Kita kan enggak tau kapan jodoh nya datang, bisa aja kan setelah aku resign jodoh nya datang he he he ".


Dewi/ "Aamiin . . . Huufft salah nya aja saya enggak punya Kakak laki - laki ".


Shahilla/ "Emang kenapa ?".


Dewi/ "Ya kalau ada kan saya bisa ngejodohi Mbak, biar Mbak jadi Mbak nya saya ".


Shahilla/ "Ha ha ha ada ada aja kamu Dew, enggak perlu seperti itu kamu sudah aku anggap saudara aku kok ".


Dewi/ "Iya tapi Mbak nya mau balik ke Medan, pastikan kita bakal susah ketemu ".


Shahilla/ "Kamu tenang aja Dew, meski pun aku enggak di sini lagi, aku bakal sering menghubungi kamu kok, kalau kamu ada apa - apa kamu bisa menghubungi aku, aku ini udah jadi Mbak kamu, enggak perlu ada perjodohan - perjodohan segala he he he ".


Dewi/ "Matur suwun ya Mbak, saya senang sekali bisa kenal sama Mbak dan di anggap seperti saudara sendiri ".


Shahilla/ "itu udah sewajar nya Dew, lagian kan kita emang saudara seiman, satu nenek moyang, Nabi Adam As ".


Dewi/ "Iya ya Mbak . . . "


Shahilla/ "Ya udah yuk cepat kasihan si Aina nungguin kita lama, terus bentar lagi mau buka puasa ".


Dewi/ "Iya Mbak, tapi saya enggak usah jadi ikut ya mbak ?".


Shahilla/ "Lho kenapa ?".


Dewi/ "Saya malu Mbak, enggak ada di ajak sama Buk Aina malah ikut ".


Shahilla/ "Enggak apa- apa, Aina enggak masalah kok, oh ya . . . Soal resign aku, kamu jangan cerita - cerita ya ke Aina ".


Dewi/ "Lho jadi buk Aina belum tau soal ini mbak ?".


Shahilla/ "Belum, dia kan lagi sibuk ngurusi pernikahan nya, di tambah lagi ngurusi edisi bulan ini, jadi aku enggak mau dia kepikiran, setelah semua nya selesai cepat atau lambat aku bakal ngasi tau dia kok".


Dewi/ "Iya Mbak . . Saya enggak bakal nyeritain ke siapa pun ".


Shahilla/ "Makasi ya ". Senyum nya.

__ADS_1


__ADS_2