Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 34


__ADS_3

Shahilla/ "Aina . . . ? ". Tegur nya .


Sentak Aina terkejut mendengar suara yang dia hafal betul itu suara milik Shahilla.


"Shahilla . . . ?".


"Papa . . . . ". Teriak sang anak memanggil Papa nya yang berjalan menghampiri mereka.


Shahilla masih terpaku karena bertemu sosok Aina, bukan hanya Aina sendiri yang dia temui, melainkan bersama keluarga kecil nya. Shahilla pun tak mampu untuk menoleh ke belakang melihat sosok pria yang di panggil Papa itu.


Hati, jantung, darah serta seluruh tubuh nya berkecamuk, mereka bekerja tidak menentu dan membuat Shahilla menjadi tidak nyaman.


"Astaghfirullah Astaghfirullah ". Dalam hati nya untuk merelax kan diri nya.


Shahilla terpaku melihat sosok pria tersebut sudah tiba di depan mata nya.


"Ya ALLAH sayang . . . Kamu itu ya lasak banget sih, Papa sama Mama khawatir, Mama kamu sampek nangis nyariin kamu, kamu enggak boleh buat kayak gitu lagi ya ". Dengan lembut pria tersebut menasihati anak nya dan menggendong nya.


Shahilla mengerutkan dahi nya, pria yang dia lihat bukan lah Restu, melainkan pria lain yang Shahilla sendiri pun tidak mengenali nya. Sungguh tanda tanya besar untuk Shahilla.


"Aunty ninja yang nemeni Reynan Pa ". Anak menggemaskan itu menunjukan ke arah Shahilla.


Aina/ "Reynan . . . Nama Aunty bukan Aunty Ninja tapi Aunty Shahilla, salam dulu Aunty Shahilla nya".


Reynan pun menciumi tangan Shahilla.


Aina/ "Bilang apa Rey ?". Tambah nya.


Reynan/ "Terimakasi aunty ninja he he he". Nyengir.


Aina/ "Reynan . . . ".


"He he he, iya sama - sama jagoan kecil ". Shahilla mencubit gemes pipi Reynan.


"La . . . Kenalin ini suami aku Fatih, sayang ini Shahilla sahabat aku dari kecil yang sering aku ceritain ke kamu ". Aina memperkenalkan mereka satu sama lain.


"Ouh iya iya, Fatih, Aina sering banget lho menceritakan tentang kamu he he ". Fatih langsung mengakrabkan diri nya pada Shahilla. Shahilla kikuk menundukan pandangan nya sembari menyatukan telapak tangan nya 🙏 .


"Sayang . . . Kamu bisa enggak bawa Reynan main - main ke sana ?". Ainan mengarahkan jari telunjuk nya menuju ke arah Big Ben yang tak jauh dari mereka berdiri.

__ADS_1


Seakan faham, Fatih mengiyakan permintaan sang istri.


"Okey . . Ayok Rey kita main - main ke sana, ayo kita tinggalin dulu bidadari - bidadari cantik ini".


Reynan/ "Oke Pa . . . Da . . . Mama . . Da . . . Aunty Ninja . . . ". Reynan melambaikan tangan nya dan mereka pun menjauh dari Shahilla dan Aina.


Aina dan Shahilla tertawa kecil melihat Reynan yang menggemaskan.


Aina/ "Maaf ya Reynan manggil kamu seperti itu".


Shahilla/ "Enggak apa - apa Na, nama nya juga anak kecil, Reynan lucu he he he".


"He he he Iya. Emm . . . Kita duduk di situ yuk ". Aina mengajak Shahilla untuk duduk di salah satu cafe terbuka yang tak jauh dari mereka. Shahilla mengiyakannya.


Tak menunggu waktu yang lama minuman pesanan mereka pun tiba usai mereka memesan nya.


Aina/ "Kamu apa kabar La?".


Shahilla/ "Alhamdulillah aku sehat, kamu sendiri apa kabar nya?, Bunda sama Ayah sehat?".


Aina/ "Alhamdulillah sehat semua nya La".


Shahilla/ "Alhamdulillah kalau gitu, aku rindu banget sama Bunda dan Ayah. Kamu ke sini liburan atau karena urusan kerja Na ?".


Shahilla/ "He he he Iya, rencana berapa hari ?".


Aina/ "Seminggu dan sangat di sayang kan ini hari terakhir kami di sini, ntar malam kami sudah balik ke negara tercinta hu hu hu".


Shahilla/ "Ya ALLAH kalian sudah seminggu di sini, tapi kita ketemu nya pas di hari terakhir kalian liburan, hmmp enggak sempat donk kalau aku ngajakin kalian berkunjung ke tempat aku".


Aina/ "He he he, iya sangat di sayang kan banget, tapi alhamdulillah meski pun di hari terakhir, paling enggak aku di beri kesempatan sama ALLAH untuk ketemu kamu lagi ".


Mata Shahilla terlihat tersenyum dan masih menyimpan rasa penasaran nya apa sebenar nya terjadi, dan dimana Restu.


Aina/ "La . . . Aku minta maaf sama kamu".


Sentak Shahilla menatap Aina dan Aina menceritakan semua yang terjadi.


.

__ADS_1


.


Flash Back di hari pernikahan . . .


"Bissmillahhirrohmanirrohim Saya terima nikah nya Sh Sh . . . ". Restu memulai untuk mengucapkan ijab qabul dengan terbata sehingga dia mengulangi nya berakali kali.


"Saya terima nikah nya Shahilla . . . ". Usai di beri waktu untuk sholat istikharoh Restu kembali mengulangi ijab qabul nya namun entah mengapa yang keluar dari mulut Restu mengucapkan nama Shahilla bukan Aina.


Semua para tamu terkejut terutama Aina yang paling terkejut dan turun dari pelaminan menghampiri Restu. "Aku mau bicara sama kamu". Pinta nya dan berjalan menuju ruangan kaca yang tertutup dan kedap suara.


Seisi gedung menjadi riuh. Mereka saling berbisik - bisik sembari melihat Restu dan Aina mengobrol berdua namun tak terdengar suara nya.


Aina/ "Kita enggak bisa ngelanjuti ini".


Sentak Restu menoleh ke arah Aina.


"Maafin aku".


Aina/ "Enggak . . Kamu enggak perlu minta maaf sama aku, seharus nya aku yang minta maaf sama kamu dan Shahilla karena . . . Karena aku memulai hubungan ini dengan kebohongan".


Restu masih tidak mengerti.


Aina/ "Sebenar nya bukan aku wanita itu, sebenar nya bukan aku pemilik sepatu itu. Shahilla lah wanita itu, dia lah pemilik sepatu yang kamu temui, Shahilla wanita yang harus nya kamu nikahi bukan aku".


Restu benar - benar shock mendengar kebenaran yang di ungkapkan oleh Aina.


Aina/ "Aku minta maaf karena usdah membohongi kamu dan Shahilla".


Beberapa saat usai mereka berdua mengobrol, Aina dan Restu pun keluar dari ruangan itu dan meminta maaf kepada seluruh keluarga terutama kedua orang tua mereka masing - masing karna mereka ingin membatalkan pernikahan mereka.


.


.


Flash On . . .


Aina/ "Di saat aku mendengar Restu menyebut nama kamu dalam ijab qabul, hati aku terasa sakit dan merasa ALLAH telah menampar hati aku. Setelah itu aku terus di hantui rasa bersalah aku ke kamu dan pada akhir nya aku memutuskan untuk tidak memakai cadar lagi, karena aku sadar bahwa aku memakai cadar bukan semata karena ALLAH, melainkan karena aku tidak ingin di banding - bandingkan sama kamu dan aku tidak pantas memakai nya. aku benar - benar jahat sama kalian, terutama sama kamu La, Aku minta maaf karena aku selalu berbuat jahat sama kamu, karena aku iri sama kamu yang selalu ngedapati apa yang kamu mau. Aku minta maaf La ". Aina menangis tersedu memohon maaf dengan tulus pada Shahilla bahkan Aina berlutut di hadapan nya.


Air mata Shahilla sudah membasahi cadar nya sejak dari awal Aina menceritakan semua nya. Shahilla merasa sesak. Ia menghentikan Aina yang berniat untuk berlutut dan tanpa kata Shahilla langsung memeluk tubuh Aina dengan hangat. Isak tangis pun pecah oleh kedua wanita tersebut.

__ADS_1


Orang - orang sekitar meski pun tidak perduli namun tak menutup kemungkinan Shahilla dan Aina menjadi pusat tontonan mereka.


#Shahilla# "Aku memaafkan mu bukan karena kau juga tak memiliki dia, bukan. Aku memaafkan mu karena pada akhir nya kau menyadari betapa salah nya perbuatan mu itu. Aku memaafkan mu bukan karena kekalahan yang kau rasa kan. Aku memaafkan mu karena kau adalah sahabat ku, Aina".


__ADS_2