Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 12


__ADS_3

Acara pun di lanjut kan dengan makan bersama.


Para tamu berduyun - duyun mengantri di meja makan yang sudah tersedia berbagai macam makanan.


Restu dan manager nya Aan duduk bersama Pak Wiguna dan Bu Dessy sang istri tak ketinggalan dengan Shahilla, Pak Hermawan sang manager dan Pak Ryanto sang kepala editor.


Mereka asik mengobrol satu sama lain sedang kan Shahilla hanya terdiam sambil memperhatikan sekeliling nya dan sesekali mengecheck jam tangan nya.


Hal tersebut mengundang perhatian Restu. Dia melirik ke arah Shahilla yang terlihat tidak nyaman apa lagi yang duduk di satu meja dengan para lelaki.


Shahilla/ " Maaf Pak, saya harus permisi untuk pulang duluan, karena ini sudah terlalu malam bagi saya ". Shahilla meminta izin pada Pak Wiguna.


Pak Wiguna/ " Oh . . . Iya iya, sekarang sudah hampir jam setengah 10 ternyata, ya udah kamu silah kan pulang duluan dan terimakasi karena kamu acara ini menjadi sukses ". Dengan suara bindeng Pak Wiguna memaksakan untuk memuji Shahilla.


Shahilla/ " ahh tidak pak, ini berkat kerja sama kita semua bukan karena saya". Shahilla jadi canggung di puji oleh Pak Wiguna di depan banyak orang apa lagi di depan Restu.


Pak Wiguna/ " Kamu ini memang selalu begitu, selalu merendah. Ya sudah kamu silahkan pulang sana nanti kemalaman".


Shahilla/ " Iya pak . . Terimakasi, saya permisi ya Pak, Buk, Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".

__ADS_1


Baru selangkah Shahilla melangkah dari tempat dia berdiri ehh sepatu nya terlepas dari kakinya yang sebelah kanan , untung dia sadar, dengan gerak cepat dia langsung memakai sepatu nya kembali dan pergi menemui Aina untuk pulang bersama


Restu memperhatikan Shahilla yang begitu mirip dengan Cinderella yang dia cari tapi dia harus memastikan nya terlebih dahulu.


Restu/ " Pak seperti nya saya juga harus pamit, karena saya harus melanjutkan shooting lagi ".


Pak Wiguna/ " Oh iya . . . Terimakasih banyak ya sudah mau bekerja sama dengan kami ".


Pak Wiguna menjabat tangan nya.


Restu/ "Iya pak, sama - sama saya juga berterimakasih. Ya udah saya pamit dulu, Assalamualaikum".


Di perjalanan tepat nya di dalam mobil.


Restu/ " An bilang sama bang Rio, saya izin shooting malam ini karena kepala saya tiba - tiba sakit banget ".


Aan/ " I . . iya, apa kita perlu ke dokter ?".


Restu/ " Enggak perlu, saya mau pulang saja, saya mau istirahat ".


Aan/ " oke ".

__ADS_1


Tiba di apartement Restu langsung merebah kan badan nya ke atas tempat tidur setelah dia melepaskan sepatu dan jas nya sambil memijat alis nya yang terasa berdenyut.


Terlintas di pikiran nya sosok Shahilla dan tingkah nya yang sama persis dengan Cinderella itu karna sering kali dia melihat kebiasaan buruk Shahilla yang selalu meninggal kan sepatu nya sebelah.


"Ya ALLAH, kenapa aku terus memikirkan hal ini dan mengait - ngaitkan nya dengan Shahilla?, padahal bukan lah perkara penting soal pemilik sepatu ini siapa, bahkan kalau aku mau, aku bisa membuang sepatu ini tapi kenapa aku masih saja memikirkan nya dan mencari tau siapa pemilik sepatu ini, kenapa aku begitu yakin bahwa sepatu ini milik Shahilla, apa karena ini alasan nya kenapa aku penasaran dengan Shahilla pada saat aku melihat nama nya di surat kerja sama majalah X ?. Oh Ya ALLAH rencana apa yang kau berikan di balik ini semua dan berikan lah aku petunjuk mu yang benar".


Restu melirik ke arah meja dimana sepatu Shahilla yang dia letakkan di dalam mika cantik yang di buatkan khusus untuk sepatu itu.


Esok pagi nya Restu kembali melanjutkan aktivitas nya di lokasi shooting. Restu sedang duduk sambil mengutak - ngatik hp nya selagi menunggu scene giliran nya.


Dia mengecheck postingan - postingan dari orang - orang yang dia ikuti di akun instagram nya. Dan muncul lah postingan Doni dan Fatimah, foto - foto waktu hari pernikahan mereka karena mau kepo Restu membuka profil doni dan melihat semua postingannya. Scroll scroll scroll touch screen hp nya tanpa sengaja postingan tersebut ada foto Doni dan Fatimah bersama brides maid para wanita yang memakai set pink yang salah satu nya ada Shahilla di sana.


Pikiran Restu langsung terbuka untuk menghubungi Doni dan berpikir mana tau ada petunjuk soal Cinderella itu.


Rest/" Hallo Assalamualaikum akhi, ahlan wasahlan zidan, apa kabar ente?, he he he ane alhamdulillah baik, ini akhi ane mau nanyak soal brides maid ente waktu resepsi nikahan ente, aahh ha ha ha enggak, bukan, ane mau nanyak aja kira - kira salah satu dari mereka ada enggak yang tinggal nya di Jakarta?, Apa?, Shahilla dan Aina?, Ouh enggak, ane lagi nyari pemain untuk di ajak shooting film dan pemeran nya harus wanita bercadar, iya, kira - kira ente punya enggak alamat mereka?, Ouh oke oke siap ane tunggu, oke ane titip salam untuk Fatimah ya, aha ha ha ha iya iya, ya udah makasi ya, iyo Assalamualaikum".


Restu menutup telpon nya dann sengaja tidak memberi tahukan alasan sebenarnya pada Doni.


Dengan petunjuk tersebut ngebuat Restu semakin yakin bahwa Cinderella tersebut adalah Shahilla.


"Shahilla . . . . Cinderella Ninja . . . ?"

__ADS_1


__ADS_2