
Flash back . . . . #Aina
Sejak kecil Shahilla dan Aina sudah bersama, dari mereka TK hingga pada saat ini kerja bersama di perusahaan yang sama.
Mereka memang terlahir sebagai wanita yang pintar. Tapi beda nya Shahilla selalu yang menjadi no 1 sedang kan Aina menjadi yang no 2.
Karena kepintaran Shahilla yang jauh lebih unggul dari Aina membuat dia slalu meraih kejuaraan no 1.
Aina selalu di banding - banding kan dengan Shahilla, hal tersebut membuat dia sangat membenci Shahilla. Selama ini dia hanya berpura - pura baik terhadap Shahilla karena orang tua nya.
Shahilla anak yang supel, ceria, periang, ramah, memiliki banyak teman dan tulus, berbanding terbalik dengan Aina yang diam - diam menusuk dari belakang.
Di saat mereka beranjak kelas 2 SMP, di situlah awal mula nya Aina membenci Shahilla. Dimana pada saat itu mereka sama - sama terpilih menjadi kandidat ketua Osis di sekolah.
__ADS_1
Murid - murid di sekolah lebih banyak memilih Shahilla untuk menjadi ketua Osis ketimbang Aina dan alhasil Shahilla menjadi ketua Osis dan Aina wakil nya.
Hanya setengah tahun Shahilla menjabat sebagai ketua osis karena orang tua nya memutuskan Shahilla untuk masuk ke pesantren dan harus berhenti di sekolah tersebut.
Sejak Shahilla tak lagi menjadi murid dan tak lagi menjadi ketua osis di sekolah nya, automatis jabatan ketua osis di turunkan kepada Aina.
Harus nya Aina senang dan berbangga hati akhir nya keinginan nya yang menjadi ketua osis terwujud kan, namun sayang nya enggak.
Kenapa enggak, Aina selalu di banding - banding kan dengan Shahilla, karna cara dia menjadi ketua osis sangat jauh berbeda dengan perubahan yang di buat Shahilla yang menjabat hanya setengah tahun, bukan nya malah semakin baik malah semakin buruk sejak Aina menjadi ketua osis, bahkan mereka tidak menganggap nya sebagai ketua osis. Mereka masih membangga - banggakan Shahilla meski orang nya sudah tak ada di sekolah. Hingga akhir nya Aina di berhentikan menjadi ketua osis secara sepihak karena buruk nya sistem osis yang dia tangani.
Karena sudah tak tahan berada di sekolah nya. Aina meminta kepada orang tua nya untuk pindah sekolah. Bukan nya memindahkan nya di sekolah lain malah menyuruh nya untuk masuk ke pesantren bersama dengan Shahilla. Malang nya nasib mu nak.
Mau enggak mau dia harus menuruti orang tua nya. Shahilla sangat senang bisa belajar bersama dan sekamar dengan Aina. Tapi tidak untuk Aina.
__ADS_1
Selama 6 tahun mereka bersama di pesantren dan selama 6 tahun itu juga Aina merasakan menjadi no 2.
Pernah Aina merasa muak terhadap Shahilla dengan sikap nya yang bagi nya sok salihah, sehingga dia menjebak Shahilla pada saat jadwal rutin razia kamar dengan meletakkan hp beserta sebatang rokok milik nya di dalam lemari Shahilla. Sampai akhir nya Shahilla di hukum oleh ketua Syekh di kurung di dalam kamar kosong sendirian selama 1 hari 1 malam dan memanggil orang tua nya.
Memang ALLAH selalu melindungi orang - orang yang salihah, ALLAH menolong Shahilla dengan memberikan jalan keluar dan petunjuk bahwa barang tersebut bukan lah milik nya melainkan itu adalah fitnah dari orang yang tidak di ketahui. Aina merasa geram rencana nya yang ingin menyingkirkan Shahilla gagal. Nasib baik kau enggak ketauan Nak.
Pada saat lulusan santri, mereka pun pulang ke rumah masing - masing dengan ilmu agama yang mereka dapati di oesantren tersebut. Shahilla masih tetap dengan ke - istiqomahan nya dengan memakai cadar tapi Aina tidak, setelah keluar dari pesantren dia tak lagi memakai cadar yang biasa nya kesehariannya di pesantren, bahkan sering kali dia mengumbar aurat nya. Dan lagi lagi Aina di banding - banding kan dengan Shahilla bahkan ada tetangga nya mengumpat diri nya.
"Percuma kamu nyantri selama 6 tahun tapi lepas dari pesantren bukan nya menjadi lebih alim, kamu malah mengumbar aurat kamu, berarti topeng aja nya itu, seharus nya kamu malu dan kamu contoh itu Shahilla masih tetap istiqomah dengan cadar nya bahkan dia sangat salihah, enggak kayak kamu ". Biasa emmak emmak nyinyir.
Umpatan itu membuat kuping dan hati Aina serasa mau meledak dan terpaksa dia memakai cadar nya seperti pada saat dia di pesantren, mengingat dia sudah tidak tahan orang tua nya juga ikut - ikutan di umpat oleh orang lain.
Shahilla/ "Alhamdulillah, akhir nya kamu kembali seperti ini lagi, kayak gini kan jauh lebih cantik ". Shahilla sangat senang melihat Aina bercadar kembali dan memeluknya tulus.
__ADS_1
Dalam hati Aina/ "Kalau bukan karna gara - gara kau aku enggak bakalan mau berpakaian seperti ini ".