Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 31


__ADS_3

Sebulan sudah Shahilla berada di kediaman orang tua nya. Kini Shahilla hanya melakukan tugas nya sebagai seorang putri tunggal yang tak lain membantu kedua orang tua di rumah dan sesekali membantu usaha Papa nya.


"La . . ". Sang Papa mengejutkab Shahilla yang sedang menanam bunga di kebun belakang rumah nya.


"Ya Pa . . ?". Shahilla menghentikan pekerjaan nya dan menoleh ke arah sang Papa yang berdiri di depan pintu.


Papa/ "Papa mau bicara sama kamu".


"Iya Pa, bentar Shahilla mau bersih - bersih dulu". Dengan sigap Shahilla bangkit.


"Enggak usah, kita bicara nya di sini aja". Papa menghampiri nya dan duduk di batu taman yang menghiasi halaman rumah nya.


Shahilla pun menyusul duduk di samping sang Papa dan siap - siap untuk mendengar kan Sang Papa berbicara.

__ADS_1


Papa/" Kamu ingat enggak waktu 3 minggu yang lalu pas hari Raya Idul Fitri kedua, waktu itu pas abis magrib teman Papa bertamu dengan anak lajang nya".


Shahilla mengerutkan dahi nya untuk mengingat.


"Ouh iya ingat Pa, kenapa Pa?".


Papa/ "Anak teman Papa itu nama nya Akbar, dia lulusan dari Kairo dan sekarang dia mengajar di salah satu pesantren milik orang tua nya di Siantar dan di malam itu juga setelah dia melihat kamu menyuguhi minuman, dia minta izin ke Papa untuk proses Taaruf sama kamu".


Sentak wajah Shahilla berubah antara terkejut dan bingung.


Shahilla enggak bisa berkata - kata dan enggak tau harus mengambil keputusan apa, dia hanya bisa tertunduk.


"Papa enggak memaksa kamu kok, kamu pikirkan saja terlebih dahulu, kamu sholat istikharah dan minta petunjuk yang benar sama ALLAH agar kamu enggak salah untuk mengambil keputusan ". Sang Papa memegang pundak Shahilla.

__ADS_1


"Iya Pa . . ". Shahilla menganggukan kepala nya.


Setelah mendengar bahwa ada seorang lelaki yang ingin mempersunting nya Shahilla hanya terdiam memikirkan keputusan apa yang harus dia pilih. Dan sesekali terlintas wajah Restu di benak nya.


"Astaghfirullah . . enggak seharus nya aku seperti ini".


Dan Shahilla memutuskan untuk sholat istikharah agar di berikan petunjuk yang benar.


Usai mengerjakan sholat nya, dia memohon kepada ALLAH.


"Ya ALLAH Ya Rabbi Ya Rahman Ya Rahim, engkau maha memberi petunjuk engkau maha benar engkau maha mengetahui seisi dunia dan hati seluruh hamba mu, Ya ALLAH berikan lah petunjuk mu yang benar untuk ku, langkah mana yang harus aku jalani keputusan mana yang harus aku pilih, Ya ALLAH tolong lindungi lah hamba dari cinta yang bukan bersumber dari mu, Tolong hapus kan lah dia yang selalu aku sebut kan dalam hati ku, tolong kuat kan diri ku agar aku mampu untuk merelakan dia yang bukan menjadi milik ku, Engkau sang Maha membolak balik kan hati tolong hamba ya ALLAH, Rabbana Aatina Fiddunnia Khasanah Waafiil Akhirotii khasanah Waqinaa Azabannar, Aamiin Ya Robbal'alaamiin".


Usai membereskan seperangkat alat Sholat nya Shahilla kembali duduk di kursi meja belajar nya sembari memegang dan melihat undangan pernikahan Aina dan Restu yang tinggal 3 hari lagi.

__ADS_1


"Sudah lah hati jangan lagi menyiksa hati mu dengan meyakinkan bahwa ia adalah pilihan sang Maha Kuasa untuk mu. Jangan memaksakan keadaan karena ia mungkin memang tercipta hanya sekedsr untuk engkau kagumi namun tidak untuk engkau miliki. Biarkan doa merawat dan menjaga sebaik - baik nya hati ini. dan Biarkan lah Takdir yang akan menjawab nya"


__ADS_2