
Pukul 19.30 wib acara peluncuran majalah x edisi Ramadhan pun di mulai.
Semua tamu undangan sudah ramai berdatangan termasuk salah satu nya Restu beserta rombongan nya dan tak ketinggalan banyak nya wartawan.
Shahilla yang sudah siap - siap dengan setelan nya yang cantik, duduk gelisah dan nervous membayang kan bakalan ada banyak pasang mata yang akan menatap nya di atas panggung.
Dalam hati nya sambil melihat MC yang sedang membuka acara tersebut. " Baru saja kelar spot jantung abis wawancara Restu tempo lalu, ini malah spot jantung lagi karena harus naik ke atas panggung untuk pertama kali nya, di tambah lagi sama Restu pulak lagi huaaaaaaa Ya ALLAH ".
" Iya, tidak perlu berlama - lama lagi kita panggil kan bintang tamu kita yang di nanti - nanti sejak tadi, yaitu Bapak Restu Muhammad, kami persilahkan untuk naik ke atas panggung, untuk menerima cendera mata sebagai symbolis dari Majalah X, bapak di persilahkan ". Sang MC memanggil Restu dan orang yang di panggil pun berjalan menuju ke atas panggung, dengan style nya yang memakai setelan jas berwarna putih membuat tingkat ketampanan nya naik berkali - kali lipat. Seluruh ruangan riuh dengan iringan tepuk tangan para tamu serta cahaya flash dari kamera wartawan yang berkedap - kedip bagai kan kilat di kala hujan mau turun. Kini Restu sudah berdiri di atas panggung sembari tersenyum dengan ramah.
" Dan berikut nya saya akan panggil kan seseorang yang selama ini selalu membuat kita penasaran dan pengen tahu siapa sebenar nya sosok beliau he he he. Dan hari ini, pada malam ini untuk pertama kali nya beliau akan naik ke atas panggung dan akan menghilang kan rasa penasaran kita selama ini he he he".
Para tamu mengerutkan dahi mereka dan saling pandang - pandangan heran dan penasaran siapa orang yang di maksud MC tersebut.
"Oke, karena sudah tidak sabar, s mau tau siapa sosok tersebut. Saya akan langsung memanggil beliau, Ibu Shahilla az - Zahra Razaq, selaku pemimpin redaksi majalah X untuk naik ke atas panggung, beliau yang akan memberikan cendera mata kepada bapak Restu Muhammad, ibu di persilah kan ".
Semua orang bertepuk tangan menyambut Shahilla dan leher - leher mereka menjadi panjang karena ingin melihat sosok sang kepala redaksi yang sering di bincang kan namun tak mengetahui sosok misterius diri nya.
Terasa lemas lutut nya ketika nama nya di panggil dan berharap mudah - mudahan sepatu nya enggak copot di depan orang ramai.
__ADS_1
" Bissmillahhirrohmanirrohiim . . . . ".
Shahilla melangkah menuju ke atas panggung, semua mata tertuju pada nya termasuk Restu dan ada juga yang berbisik - bisik tentang nya bahwa sosok yang ngebuat mereka penasaran adalah seorang wanita bercadar. Shahilla sudah di atas panggung berada berjarak 1 meter di samling Restu, berdiri kikuk.
" Iya ibu Shahilla silah kan menyerah kan cindera mata nya kepada bapak Restu sebagai symbolis peluncuran majalah edisi bulan Ramadhan yang mana artikel nya terdapat sedikit cerita tentang perjalanan karir dari Bapak Restu ". Ujar MC setelah kedua panita membawakan cendera mata tersebut.
Shahilla mengambil dan menyerah kan cendera mata tersebut kepada Restu dan di sambut oleh Restu. semua wartawan berlomba - lomba mengambil foto terbaik mereka.
Usai menyerah kan symbolis tersebut dan berfoto bersama, tanpa sepengetahuan Shahilla, tiba - tiba MC meminta Shahilla untuk berkata sepatah dua patah kata di hadapan tamu yang selalu penasaran dengan nya.
Mata Shahilla terbelalak, karena enggak ada di dalam tatanan acara, bahkan dia sudah menegaskan kepada ketua panitua untuk meniadakan dia berdialog di atas panggung. Mau tidak mau Shahilla harus menuruti permintaan sang MC yang tidak tau kenapa ini MC pandai - pandai - an meminta Shahilla untuk berbicara. Ulah siapa ini . . .?
Terdengar oleh Restu suara Shahilla menelan ludah nya. Sentak Restu langsung menoleh ke arah Shahilla yang terlihat canggung dan kikuk.
"Bismillahhirrohmanirrohim . . ."
Shahilla/ " Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh".
"Waalaikumsalam warahmatullahhi wabarakatuh". Serentak para tamu.
__ADS_1
Shahilla/ " Hemm . . Saya bingung harus bicara apa di sini he he he, karena saya tidak pernah menyangka Pak Wiguna akhirnya berhasil membuat saya berada disini di hadapan kalian semuanya. Pak Wiguna tolong cepat sembuh Pak, biar saya enggak naik ke atas panggung lagi he he he".
Shahilla melirik ke arah Pak Wiguna yang sejak tadi sudah tertawa bahagia melihat Shahilla berada di atas panggung sambil mengacungi kedua jempol nya untuk Shahilla. Dan para tamu pun ikut tertawa kecil.
Shahilla/ " Fuhht . . . Sebenar nya jujur saya ini merasa gugup berada di panggung seperti ini apa lagi di tambah saya harus berbicara, rasa nya jantung saya mau copot, he he he. Mmm .. saya selaku pemimpin Redaksi majalah X dan mewakili seluruh staf majalah X ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak Restu Muhammad yang sudah bersedia bekerja sama dengan Majalah X ". Shahilla melirik ke arah Restu sekilas. Restu pun tersenyum.
Shahilla/ " Saya juga berterimakasih pada seluruh para tamu yang sudah meluangkan waktu nya untuk hadir dalam acara ini dan tak akan saya lupa kan khusus nya saya untuk berterimakasih kepada seluruh staf dan tim majalah X yang luar biasa sudah bekerja keras untuk kesuksesan majalah X selama ini". Shahilla melirik ke arah rekan kerja nya.
Seluruh rekan kerja nya bersorak meneriakin Shahilla.
"Love you full Buk Kep Red salihah".
Semua tamu kembali tertawa sedang kan Restu hanya memperhatikan Shahilla dan sesekali menunduk kan kepala nya.
Shahilla/ " he he he . . . Seperti nya tak perlu ber lama - lama, saya sudahi sampai di sini, saya ucapkan Terimakasi, wabillahhi taufiq walhidayah wassalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh ".
"Waalaikumsalam warahmatullahhi wabarakatuh".
Mereka menjawab salam Shahilla serta dengan serentak mereka bertepuk tangan untuk Shahilla dan Restu.
__ADS_1