
"Oke, hasil rapat akhir kita hari ini, kita sudah memutuskan yang jadi narasumber majalah kita pada edisi bulan ramadan ini yaitu Restu Muhammad yang kita ketahui dia adalah seorang aktor berbakat, sholeh, penghafal Al - Qur'an, dan yang paling penting sangat populer di kalangan anak muda terutama kaum hawa, jadi saya harap kita bisa melakukan kerja sama ini dengan sesuai pencapaian kita dan kalau bisa lebih dari pencapaian kita. Saya pikir kita akhiri rapat kita hari ini dan mohon kerja samanya, Wassalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh".
Shahilla yang sedang berdiri did epan semua rekan kerjanya di ruang rapat untuk mempresentasikan rapat akhir kerja mereka.
"Waalaikumsalam warahmatullahhi wabarakatuh".
Jawab mereka secara serentak dan terpukau melihat presentasi sang kepala redaksi majalah X alias Shahilla.
Sejak lulus kuliah, Shahilla langsung di lamar oleh perusahaan majalah ternama di ibu kota.
Dan dia juga langsung di tawarkan menjadi seorang kepala redaksi, tanpa memikir lama Shahilla langsung menerima pekerjaan itu.
Berbanding terbalik dengan orang lain yang mati - matian ngelamar pekerjaan ke sana - ke sini dan itu pun belum tentu mereka di terima pada suatu perusahaan.
Memang rezeky dan takdir setiap manusia berbeda - beda.
__ADS_1
Shahilla memang terlahir sebagai wanita yang cerdas selalu mendapatkan nilai terbaik pada masa sekolah hingga perguruan tinggi, bukan hanya nilai terbaik bahkan begitu banyak prestasi - prestasi kejuaraan yang dia raih. Tak heran banyak perusahaan yang berlomba - lomba melamar nya.
"Selamat ya bu, hasil presentasinya berjalan dengan lancar".
Seorang wanita, salah satu bawahannya memuji Shahilla.
"Terimakasih, ini juga berkat kalian juga. Ya sudah saya keruangan saya dulu, dan saya mohon kerja sama nya, Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam"
Shahilla duduk di kursi plus meja kerja nya yang penuh dengan map berisi berkas - berkas penting yang harus dia selesai kan.
"Ma Sya ALLAH... Luar biasa nikmat mu Ya ALLAH". Ujarnya sambil melihat meja nya. Dan meraih satu per satu map - map itu.
Kriiiiiiing.. (suara telpon kantor berdering).
__ADS_1
"Hallo selamat siang, iya, iya, oh iya saya akan segera mengecheck email saya, iya terimakasih banyak pak".
Shahilla mendapatkan telpon dari manager Restu untuk mengkonfirmasi email yang di kirim oleh Restu ke email pribadi Shahilla.
Secepat kilat Shahilla memeriksa email pribadi nya dari laptop nya.
Mata Shahilla terbelalak dengan isi Email tersebut dengan menyatakan Restu akan menyetujui kontrak kerja sama asalkan kepala redaksi nya langsung yang mewawancarai nya. Sedang kan yang harus mewawancarai nya adalah pekerjaan seorang wartawan atau pewawancara bukan diri nya.
"Ma Sya ALLAH, apa aku mimpi ?. Kenapa dia minta nya aku yang mewawancarainya ?. Sebenar nya dari awal begitu aku tahu dia narasumber nya, rasa nya aku ingin sekali kalau aku yang mewawancarai nya, karena aku harus profesional maka nya aku urungkan ke inginan ku, dan ini malah Restu nya sendiri yang meminta ku untuk mewawancarai nya bahkan aku yang menjadi syarat utama nya, Ya ALLAH mimpi apa aku semalam? aaaaaaaaa ".
Shahilla kegirangan enggak karuan bahkan rasa lelah nya pun hilang seketika.
"Astaghfirullahaladzhim, sadar La, sadar, kamu enggak boleh kayak gini, haram hukum nya, sadar La, dia bukan mahram kamu, sadar La Syaitan pasti akan senang jika kamu seperti ini, kamu harus bisa mengontrol hati La".
Shahilla menepuk pipi nya untuk menyadarkan diri nya dari hati nya yang tak terkontrol itu.
__ADS_1
"Astaghfirullahadzhim . . . . . .