Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 24


__ADS_3

Tepat pukul 3 pagi, Shahilla dan Aina sedang menyantap sahur di meja makan.


Aina/ "La . . . ".


Shahilla/ "Hmm ??".


Aina/ "Ntar temeni aku ya jumpain Mama nya Restu ".


Shahilla menoleh melihat Aina sembari alis mata nya naik sebelah.


Aina/ "Iya temeni aku, tadi Restu nelpon aku, bilang kalau Mama sama Adik nya nyampek ke Jakarta ntar jam 9 pagi, kata nya mereka mau ketemu sama aku, jadi yaaa mau enggak mau aku harus nemui mereka ".


Shahilla/ "Tapi kan kita kerja Na . . ".


Aina/ "Ya kita minta izin aja sama Pak Wiguna ".


Shahilla/ "Bukan nya aku enggak mau Na, tapi kan kamu tau di kantor lagi sibuk banget, apa lagi kamu kepala edisi bulan Ramadhan, kan mana bisa kita izin walau cuma sehari karena ini udah deadline nya ".


Aina/ "ffuhht . . . Enggak apa - apa lha La sehari aja nya, lagian kan ada mereka yang bisa ngehandle semua, aku kan kepala edisi nya jadi aku bebas donk ngatur - ngatur mereka, ya La ?, temeni aku, kita minta izin sehari aja tapi kamu yang bilang ke Pak Wiguna, kamu kan tau Pak Wiguna enggak bakal nolak sama permintaan kamu".


Shahilla/ "Huuuuh . . . Ya udah nanti aku coba tapi aku enggak janji, kalau enggak di kasi aku enggak mau maksain ".


Aina/ "Iya iya, ya sudah aku ke kamar dulu ya, aku mau ngabari Restu ".


Aina beranjak dari tempat duduk nya menuju ke kamar nya meninggal kan Shahilla sendiri di meja makan beserta piring kotor bekas makan nya. Sedang kan Shahilla dengan sangat terpaksa menuruti permintaan Aina.


Pukul 8 pagi mereka bergegas keluar rumah menuju ke mobil jazz putih yang terpakir di halaman rumah, kali ini mereka bukan ke kantor melain kan ke bandara menjemput Ummi serta Adik nya Restu.


Dan seperti yang di bilang Aina,, Pak Wiguna enggak pernah nolak permintaan Shahilla. Pak Wiguna mengizinkan mereka untuk tidak masuk hari dengan alasan yang sebenar nya.


"La . . Kamu yang nyetir ya ?". Aina melempar kan kunci mobil ke arah Shahilla yang masih memakai sepatu nya.


"Hmm ". Dengan cekatan Shahilla menangkap kunci tersebut.


Mereka pun melaju menuju bandara, setiba di sana mereka melihat sosok Restu dan Aan sudah berada di sana. Langkah kaki Aina berubah menjadi langkah kaki seribu memburu Restu dan meninggalkan Shahilla yang tertinggal jauh langkah nya.


Aina/ "Lho tapi kamu bilang kamu ada jadwal shooting pagi ini, kenapa kamu ada di sini ?". Bukan nya ngucapi salam malah nyerocos tanpa basa - basi.


Restu/ "Iya . . . Tadi alhamdulillah shooting nya enggak ada kendala, lancar - lancar aja jadi agak cepatan selesai nya, kamu sendiri aja ke sini ? ". Restu melirik ke sekitar.


Aina/ "Enggak, aku ke sini sama Shahilla cuma karena aku ngeliat kamu jadi Shahilla nya ketinggalan di belakang he he he ".


Panjang umur nya Shahilla pun nongol juga.


"Nah itu dia Shahilla nya ". Aina menunjukan posisi Shahilla yang berjalan menuju mereka.


Shahilla/ "Assalamualaikum ". Dengan lembut dan pandangan tertunduk.


Restu dan Aan/ "Waalaikumussalam ".

__ADS_1


Aina/ "Lama banget sih kamu jalan nya ?".


Shahilla/ "he he he iya biasa tadi sepatu aku lepas sebelah ". Tertawa getir.


"Lagi?, Kamu itu emang kebiasaan banget ya, hmm sudah berapa kali aku bilang kebiasaan buruk kamu itu di hilangi La, hobby nya kok ninggalin sepatu sebelah ". Tanpa sadar Aina berbicara tentang kebiasaan buruk Shahilla di depan Restu.


Shahilla/ "He he he ya maklumi aja lah Na sahabat mu ini ".


Aina/ "Hmm . . . ".


Tak lama kemudian di selang pembicaraan mereka akhir nya yang di tunggu muncul juga, Ummi dan Resty keluar dari pintu kedatangan sembari membawa koper dan tas lain nya. Restu menghampiri mereka dan memeluk kedua nya.


Ummi/ "Lho . . . Tapi kamu bilang kamu ada jadwal shooting le ".


Restu/ "Iya Mik . . Alhamdulillah selesai lebih cepat he he he, ehh bocah centil, gaya - gayaan enggak mau ngasi tau kakak mau datang ke sini wuuu".


Resty/ "Biarin lah Weeeeek 😜 ".


Ummi/ "Sudah - sudah, kamu sendiri saja le ?".


Restu/ "Enggak Mik, Ada Aan, Aina sama Shahilla sahabat nya Aina ikut, mereka nunggu di depan sana ".


Ummi/ "Ouh ya udah ayok kita ke sana, Ummi enggak sabar mau ketemu sama calon mantu Ummi he he he".


Resty/ "Iya sama, penasaran wanita mana sih yang mau sama Kakak ku yang jelek ini ha ha ha ha ".


Restu, Ummi dan Resty berjalan menuju dimana posisi Aan, Aina dan Shahilla. Dari jauh Restu sudah menunjukan mereka kepada Ummi dan Resty.


Sedang kan Aina sudah siap - siap untuk menyambut mereka.


"Assalamualaikum calon mantu Ummi . . . ". Ummi langsung memeluk seorang wanita bercadar hitam, tapi sayang nya Ummi bukan memeluk Aina melainkan Ummi memeluk Shahilla yang berdiri di sebelah Aina, alias Ummi salah orang.


Restu, Shahilla, Aan terkejut dan tak terkecuali Aina yang paling terkejut bahwa orang yang pertama kali Ummi nya Restu peluk itu Shahilla bukan nya Aina. Sedang kan Resty tersenyum bahagia melihat nya.


Shahilla merasakan hangat nya pelukan sang Ummi dan tidak menyangka bahwa Ummi sang Ibu dari lelaki yang dia cintai memeluk nya dengan hangat meski pun itu hanya karena Ummi nya salah orang.


"Mik . . . Bukan yang ini Aina, tapi Aina yang ini, Ummi salah orang ". Dengan senyum getir Restu menegur Ummi nya dan menunjukkan ke arah Aina.


Mata Ummi terbelalak dan melepaskan pelukan nya.


"Astaghfirullah, Ummi pikir yang ini calon mantu nya Ummi, maafin Ummi ya sayang ya, Ummi pikir kamu Aina he he he ". Bukan nya memeluk Aina tapi Ummi masih menggenggam tangan Shahilla.


Shahilla/ "He he he, iya Enggak apa - apa kok buk ".


Ummi/ "Maafin Ummi ya Aina he he he ".


"Iya tante enggak apa - apa kok ". Aina menghampiri Ummi sembari cipika cipiki, padahal hati nya sedang gondok banget.


"Ummik ini, ini Shahilla mik sahabat nya Aina ". Restu melirik ke arah Shahilla.

__ADS_1


"Iya Buk ". Shahilla mencium tangan Ummi dengan sopan.


"Maafin Ummi ya Shahilla ". Lagi - lagi Ummi memeluk Shahilla.


Shahilla/ "Iya buk, enggak apa - apa".


Aina rasa nya ingin menerkam Shahilla sangkin gondok nya, kenapa dia yang seperti calon istri Restu yang di peluk - peluk dengan Ummi sedang kan dia di cuekin seperti bukan siapa - siapa.


"Tu . . . Tadi Bang Ryo nelpon aku, dia nyuruh kita balik ke lokasi shooting bentar, tapi karena kamu lagi nemeni Ummi sama Resty jadi aku bilang, aku saja yang ke sana ". Aan membisikan Restu kabar bahwa sutradara nya menyuruh mereka balik ke lokasi.


Restu/ "Terus dia enggak masalah ?".


Aan/ "Enggak sih, dia bilang enggak apa - apa soal nya dia cuma mau ngasi naskah perubahan aja karena kan si Citra masih belum bisa shooting jadi scene nya dia di ganti dikit ".


Restu/ "Hmm . . . Ya udah, tapi maaf ya saya jadi ngerepoti kamu ".


Aan/ "Ahh enggak masalah, lagian kan itu sudah tugas aku, percuma donk aku di gaji sama kamu ha ha ha ".


Restu/ "Ha ha ha bisa aja kamu, ya udah kamu bawa saja mobil nya".


Aan/ "Ahh enggak usah, aku bisa naik taxi atau ojek online saja, lagian kan kamu mau bawain mereka keliling - keliling " Jakarta.


"Sudah enggak apa - apa An, kan kami bawa mobil, jadi biar naik mobil kami aja ". Tiba - tiba Aina menimbrung pembicaraan mereka, padahal mereka berbicara nya berbisik - bisik, bisa - bisa nya dia dengar.


Restu dan Aan tersentak menoleh ke arah Aina yang ternyata ngupingi mereka.


Aan/ "Ah he he he jadi ngerepoti ". Tersenyum getir sembari melirik Restu.


Aina/ "Enggak apa - apa kok An, udah kamu pigi aja, tenang artis kamu dan keluarga nya bakal aman kok he he he ".


Restu/ "Iya An, lagian kan kamu pergi ke sana untuk aku juga ".


"Hmm ya sudah, aku pergi dulu ya ". Aan menghampiri Ummi, Shahilla dan Resty untuk pamit.


"Ummik, Aan balik dulu ya . . Soal nya di suruh balik ke lokasi shooting ". Aan pamit pada Ummi.


Ummi/ "Enggak sama - sama aja kita gerak nya ? ".


Aan/ "Enggak Mi, soal nya Aan buru - buru takut ntar sutradara nya nungguin lama ".


Ummi/ "Ouh . . Ya sudah kamu hati - hati ya An ".


Aan/ "Iya Mi . . Assalamualaikum ".


"Waalaikumussalam".


Aan pun berlalu.


"Ya sudah yuk . . Kita jalan ". Aina mengajak mereka keluar dari bandara.

__ADS_1


__ADS_2