
Flash back . . . #Restu
Tiga hari sebelum Restu datang ke rumah Shahilla dan Aina. Restu di perintah kan oleh Ibu Yulya Ningsih dan Bapak Pujianto alias Ummi dan Abah nya pulang ke Surabaya karena orang tua nya sangat merindukan nya anak bungsu nya yang sudah jarang pulang.
Setiba nya Restu di kediaman orang tua nya. Restu langsung di sambut dengan pelukan hangat dari sang Ummi.
Ummi/ "Ummi kangen sekali sama kamu le. . . ".
Restu/ "Restu juga kangen sekali sama Ummi ". Restu memeluk dan menciun kedua pipi dan dahi Ummi nya.
Ummi/ "Ya udah ayuk kita masuk, Abah dan Adik mu sudah menunggu di dalam, mereka pasti kangen sekali sama kamu".
Restu/ "Iya Mi. . . ". Restu merangkul pinggang Ummi nya masuk ke dalam rumah yang begitu mewah.
"Kakaaaaaaaaak ". Jerit seorang gadis belia berumur sekitar 16 tahun, cantik dan berhijab, dia adalah adik Restu yang bernama Restyani. Dia langsung memeluk kangen pada sang kakak tercinta nya, Restu.
"Ma Sya ALLAH adik kakak ini, rindu sekali sama adik kakak yang cantik jelita ini ". Restu mencium kening sang adik.
"Kamu itu susah sekali kalah di suruh pulang ya le . .? ". Seorang lelaki paruh baya yang tak lain ialah Abah nya Restu mengomeli nya.
"Abah, he he he. . . ". Restu tertawa kecil pada abah nya dan menyalami serta memeluk abah nya.
Ummi/ "Ayok kita makan, kamu pasti belum makan ".
__ADS_1
Restu/ "Ummi emang yang terbaik, tau aja anak nya belum makan, Restu emang sengaja nyetel enggak makan di luar, biar bisa makan masakan Ummi sepuas nya, abis udah kangen banget sama masakan Ummi hi hi hi ". Ujar nya sambil memegang perut rata nya.
Resty/ "hmm bohong tuh Mi, kakak cuma nyenengin hati ummi aja ituh ".
Restu/ "Siapa yang bohong, toh, bohong itu dosa tau ". Sambil menarik hidung mancung adik nya.
Resty/ "Iiiiiiissh. . . ".
Ummi/ "Udah udah, pas jauh - jauhan aja bilang nya kangen pas ketemu malah bertengkar ".
Restu dan Resty tertawa. Mereka pun makan bersama sambil mengobrol tentang bagaimana Restu di Jakarta, bagaimana dengan pekerjaan nya, daaaaaaaan . . . .
Abah/ "Apa kamu sudah punya calon untuk mendampingi kamu nanti . . . ?".
Ummi/ "Abah. . . Enggak perlu terburu - buru ".
Abah/ "Siapa yang terburu - buru sih Mi, lagian memang sudah seharus nya Abah menanyakan nya sekarang ketimbang nanti - nanti keburu Restu nya jadi pejaka tua ". Abah melirik ke arah Restu yang tertunduk.
Abah/ "Abah berencana ingin menjodohkan mu dengan anak sahabat Abah itu pun kalau kamu belum punya calon dan jika kamu bersedia ".
Restu/ "Hmmm sebenar nya Restu sudah ada calon nya bah, mi ".
Resty dan Ummi/ "Yang benar ?". Terkejut bahagia.
__ADS_1
Restu/ "Iya, tapi masih calon target untuk di ajak proses taaruf, itu pun juga belum tau pasti ".
Ummi/ "Kok belum tau pasti toh le, yang nama nya calon, ya calon, kalau urusan jodoh ya belakangan, itu urusan nya ALLAH ".
Restu/ "Iya mi, soal nya Restu juga belum tau pasti apakah si wanita ini masih belum punya calon atau sudah punya, Restu masih mencari tau tentang dia terlebih dahulu,, biar Restu tidak salah langkah ".
Abah/ "Betul juga kamu, tapi ingat ya kalau kira - kira kamu gagal dengan calon belum pasti mu itu kamu langsung mengabari Abah dan harus mau di pertemukan dengan anak sahabat Abah ".
Restu/ "Iya bah, In Sya ALLAH ".
Resty/ "Kak, wanita itu seperti apa, cantik enggak terus dari kalangan artis juga enggak ?".
Restu/ "Bukan dari kalangan artis, dia seorang wanita yang cantik dunia akhirat, sangkin cantik nya dia enggak mau berbagi kecantikan nya dengan lelaki yang bukan makhram nya ".
Ummi/ "Berniqob. . . ?".
Restu/ "Iya mi. . ".
Abah/ "Ya udah pokok nya kali ini abah ngikut aja, tapi ingat secepat nya kamu kabari ke Abah "
Restu/ "Iya bah ".
Di dalam kamar lama nya di rumah orang tua nya. Restu berdiri di bibir balkon yang berpagar besi sedang melamun sambil memandangi pemandangan gelap di sertai suara jangkrik.
__ADS_1
"Huuuuuh. . . . . Siapa pun kamu, aku yakin bahwa kamu lah orang yang di pili kan ALLAH untuk ku".