
Hari itu telah tiba dimana hari pernikahan Aina dan Restu.
Meski sanggup atau tidak nya Shahilla berusaha untuk menghadiri pernikahan sahabat nya itu.
Shahilla memandangi dan memperhatikan setiap sudut gedung yang begitu meriah dan mewah, sanak saudara serta tamu undangan pun mulai berdatangan dengan penampilan mereka yang begitu menawan.
Tak ketinggalan Aina yang begitu cantik dengan mengenakan set gaun kebaya berwarna putih yang duduk di atas pelaminan menanti kedatangan Restu.
Semua orang berkumpul menyambut sang mempelai pria beserta keluarga nya yang hadir untuk melangsung kan pernikahan nya.
Mata Shahilla terpaku memandang sosok Restu yang begitu gagah dan menawan dengan setelan jas putih nya yang berada di tengah sekumpulan keluarga nya.
Kali ini mata Shahilla tak mampu menahan air mata yang akan mengalir. Shahilla beranjak dari tempat duduk nya untuk keluar dari gedung dan menjauh dari keramaian.
Shahilla terpaku duduk di taman gedung tersebut dan sesekali menyeka air mata nya.
"Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah . . ". Ujar nya berkali - kali.
"Waaah beruntung ya Mbak Aina bisa ngedapati Mas Restu, ibarat Cinderella ". Tak jauh dari bangku taman yang Shahilla dudukin, terdengar suara wanita yang sedang ber ghibah bersama dengan teman nya.
"Hmm bukan ibarat lagi tapi emang seperti cinderella, kan mbak Aina pernah cerita kalau Mas Restu itu jatuh cinta sama mbak Aina karena sepatu nya yang sebelah mas Restu yang nemui ". Sambung nya.
"Owalah pantesan aja tema resepsi nya pun cinderella, ternyata emang benar - benar sama kayak cerita Cinderella ".
"Iya. . . So sweet banget kan ?".
"Iya banget, ya udah yuk kita masuk kayak nya bentar lagi ijab qabul nya mulai ".
"ya udah yuk ".
__ADS_1
Shahilla terkejut mendengar semua perbincangan 2 wanita tersebut dan menyadari . . .
.
.
"Waaah tema nya Cinderella ya Na ?". Shahilla memperhatikan rancangan dari WO yang membantu merancang pernikahan nya.
Aina/ "Iya . . . Soal nya Restu dan aku sama - sama suka cerita Cinderella, terus kan gara - gara sepatu yang ngebuat Restu cinta sama aku". Ceplos nya.
Shahilla/ "Maksud nya?".
"ahhmm . . Maksud aku . . . karna Restu suka banget sama sepatu maka nya tema nya Cinderella trus ada sedikit tema sepatu nya ". Aina meralat ucapan nya
Shahilla/ "Ouh gitu, keren keren ".
.
.
Mata Aina terbelalak dengan cepat Aina menghampiri Shahilla dan mengambil kembali sepatu itu dari tangan Shahilla dan memasuki nya ke dalam kotak.
Aina/ "Bukan, ini sepatu aku, aku juga beli sepatu kayak punya kamu, tapi karna agak kekecilan jadi sepatu nya enggak pernah aku pakek".
Shahilla/ "Ouh, aku kira itu sepatu aku huuftt ". Endus nya kecewa.
.
.
__ADS_1
Shahilla teringat dan menyadari satu hal. Shahilla tergesa - gesa berlari memasuki gedung untuk memastikan apakah dugaan nya benar atau salah.
Namun di saat dia tiba di dalam, semua nya terlambat . . .
"Bissmillahhirrohmanirrohim Saya terima nikah nya . . . . ". Terdengar suara Restu yang begitu lembut memulai untuk mengucapkan ijab qabul.
Perlahan namun pasti Shahilla melangkah mundur, Air mata Shahilla pecah dan berlari lagi keluar dari gedung. Kali ini bukan duduk di taman, melainkan dia berlalu dengan mobil nya membawa perasaan nya yang begitu sakit.
Hati Shahilla benar - benar hancur dan harus menyimpan rasa penasaran nya sedalam - dalam nya. Dan dia juga harus mengubur perasaan nya sedalam mungkin.
"AKU BERHENTI MENDOAKANMU !
Ku rangkai kembali cerita hati yang tak pernah habis tentang mu, kau yang selalu ku jaga dalam asa dan doa, tapi seperti nya itu kemarin dan sekarang aku berhenti mendoakan mu.
Ini bukan tanpa alasan,
Melainkan sebuah rasa keputus asaan.
Sempat aku melangitkan nama mu pada-Nya, yang tak pernah bosan aku bertahan dalam rintangan, semua ini agar tak menghantam batasan.
Bukan tentang kekalahan, tapi aku memilih mundur dalam penantian.
Kau yang begitu aku impikan, rasa nya begitu sulit untuk diwujudkan.
Sampai kapan aku menahan sesak berkelanjutan, di saat mata ku menjadi saksi dan hati ku menjadi sakit saat melihat kau akan bersanding bersama yang lain.
Aku percaya,
Mungkin ini teguran bagi ku dari Allah yang begitu sayang kepada ku untuk segera membenahi diri menjadi pribadi yang lebih berhati hati untuk tidak mencintai seseorang yang bukan bersumber dari cinta nya ALLAH.
__ADS_1
Aku berhenti mendoakan mu menjadi jodoh ku, tetapi kau tetap menjadi bagian histori hidup ku yang pernah aku perjuangkan.
Aku berhenti mendoakan mu"