Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 7


__ADS_3

Karena permintaan Restu yang ingin di wawancarai langsung oleh kepala redaksi, Tim majalah harus mengulangi rapat akhir mereka.


Dan yang lain pun menyetujui permintaan Restu demi mensukseskan perusahaan mereka.


"Cieeee yang akhir nya yang bakalan mewawancarai idola nya, he he he".


Aina menggoda Shahilla usai rapat dan di lanjut dengan istirahat makan siang.


"Hmmm . . . Tapi aku takut ". ujar nya lemas sambil mengaduk - ngaduk minuman nya.


"Lho kok takut, harus nya kamu happy donk bisa mewawancarai langsung sang pujaan hati he he he ".


"huufft . . . iya sih, cuma aku taku, nanti hati aku enggak bisa terkontrol pas aku ketemu Restu".


"Astaghfirullah, jadi itu alasan nya ?".


.


"Iya, kamu kan tahu Na, kalau aku tuh nge fans banget sama dia, takut nya aku enggak bisa mewawancarai nya dengan baik dan malah merusak edisi bulan ini lagi".


.


"Sudah, enggak usah kamu pikirin yang aneh - aneh, kamu serah kan saja semua nya sama ALLAH, toh kamu kan orang nya cerdas masa takut dan kalah ngadapin gitu doank ".

__ADS_1


Aina menyemangati sahabat nya yang hampir patah semangat karena ketakutan nya.


.


.


Flash back . . .


"Restu . . . gimana ini wawancara dengan Majalah X . . ?". Asisten Restu yang bernama Aan mengingat kan diri nya.


Sudah hampir sebulan mendapat undangan wawancara dari Majalah X, namun Restu belum juga mengambil keputusan karna jadwal nya yang padat.


Restu/ "Ya udah kamu atur saja waktu nya. Kapan aku ada waktu kosong? ". Sembari membolak - balik kan naskah yang dia pegang.


Restu mengambil map berisi berkas kerja sama yang di serah kan oleh manager nya dan meletak kan naskah nya ke atas meja.


Lembar demi lembar Restu membalik kan berkas tersebut.


Dan entah dari mana sebuah pikiran itu muncul setelah melihat dan membaca nama kepala redaksi majalah x yang tak lain Shahilla az - Zahra Razaq . . .


Restu/ "An . . . lusa kosong kan waktu aku untuk wawancara sama majalah x dan bilang ke mereka kalau aku mengirim kan email ke alamat email kepala redaksi mereka ".


"Oke" . manager nya meng - iya kan dan langsung menghubungi Shahilla.

__ADS_1


Restu pun mengirim kan email ke Shahilla, bahwa dia menerima kerja sama majalah x asalkan yang mewawancarai nya kepala redaksi majalah x alias Shahilla.


Flash on . . .


Di apartment, Restu sedang berpikir di atas tempat tidur nya sambil memijat alis nya usai dia sholat tahajud .


"Ya ALLAH Kenapa aku begitu penasaran dengan kepala redaksi Majalah X , sedang kan aku hanya mengetahui nama nya saja dan kenapa juga aku harus membuat persyaratan seperti ini , sangat kekanak - kanakan . . . ? ".


Restu sendiri masih penasaran dan bingung dengan diri nya sendiri.


Sedangkan di dalam kamar Shahilla.


"Ya ALLAH tolong lah bantu hamba mu ini untuk bisa mengendalikan hati dan diri ini agar tidak goyah menghadapi sosok pria yang selalu aku sebut kan nama nya di hadapan mu Ya Rabb dan lindungi lah hamba mu ini ya Rabb dari hasutan - hasutan syaitan yang terkutuk Aamiin ya Rabbal alamiin ".


Shahilla yang usai sholat tahajud menadahkan tangan nya ke Rabb nya alias berdoa.


Entah apa yang akan terjadi di hari esok . . .


Entah pertemuan seperti apa nanti nya . . .


Mungkin kah Restu mengetahui jawaban dari kebingungan nya . . . ?


Dan akan kah Shahilla mampu mengendali kan hati dan diri nya menghadapi Restu, sosok lelaki yang selalu dia sebut nama nya di dalam doa nya. . . ?

__ADS_1


__ADS_2