Cinderella Ninja

Cinderella Ninja
Chapter 52


__ADS_3

Chapter 52


#Ya . . . hidup dan takdir kadang memang tidak sesuai dengan apa yang kita ingin kan.


Bahkan yang terjadi bukan yang kita harap kan.


Akan tetapi mereka semua terjadi atas izin sang Maha Kuasa.


Kita tidak bisa menentang nya atau pun lari dari nya.


Kita harus hadapi dan menjalan kan apa yang sudah di kehendaki sang Maha Kuasa, meski harus mengorban kan sejuta tetes air mata dan merasa kan perih nya sejuta sayatan.


Kita yang merencana kan, ALLAH yang berkehendak.


.


.


#Hallo selamat pagi permisa semua yang ada di rumah. Pagi ini saya akan membawa kan berita yang sedang viral dari dunia hiburan tanah air kita. Dimana aktor tampan bernama Haikal Setyo di tanggap oleh pihak kepolisian atas kasus penculikan istri dari aktor tampan Restu Muhammad dan seorang anak laki - laki berusia 6 tahun. Kabar nya Haikal melakukan penculikan itu karena ada unsur balas dendam. Nah yang lebih parah nya lagi ternyata pelaku penyebar berita hoax tentang panas nya perselingkuhan itu adalah Haikal. Waaah . . . Sangat mengejut kan bukan?, siapa sangka seorang Haikal yang kita kenal sebagai aktor yang kocak dan idaman para wanita itu akan melakukan hal buruk seperti itu wah . . . Wah . . . Dari pada makin penasaran, lebih baik kita langsung saja lihat berita selengkap nya.


Seorang presenter entertainment sedang menyuara kan berita terkini di dunua hiburan tanah air, dimana berita tersebut adalah berita asli wujud dari Haikal yang sebenar nya. Berita tersebut sudah tersebar ke seluruh dunia bahkan sudah tersebar di berbagai negara. Dan berkat berita itu seluruh keluarga mereka mengetahui apa yang mereka sembunyi kan selama ini, bahkan tentang kematian Fatih yang tidak mereka ketahui.


Haikal terlihat santai ketika berjalan melewati para wartawan yang sudah ber- antusias ingin mewawancarai nya. Beberapa polisi mengiringi Haikal menyusuri masuk ke dalam rutan tanpa menjawab semua pertanyaan - pertanyaan dari para wartawan. Dan beberapa polisi lain nya mengaman kan para wartawan yang ingin menerobos masuk ke rutan.


Shahilla, Restu, Aina dan Reynan sudah bisa bernafas lega lagi karena mereka bisa melewati masa buruk tersebut. Mereka sudah kembali menjalan kan aktivitas mereka masing - masing. Karir Restu pun juga sudah kembali seperti dulu bahkan ia semakin banyak mendapat kan tawaran - tawaran dari berbagai PH dan produk - produk iklan ternama.


Kini Shahilla dan Restu resmi mengumum kan resort milik mereka ke publik. Dan mereka mengadakan syukuran sederhana di resort nya itu tak lupa mereka mengundang beberapa anak yatim, sanak keluarga serta rekan kerja mereka untuk meramai kan acara syukuran tersebut.


Shahilla duduk di bawah pohon dengan menggunakan kursi roda nya menikmati pemandangan indah bagi nya. Ia tersenyum melihat anak - anak yatim itu begitu bahagia bermain di taman resort mereka. Senyum dan tawa terlihat jelas ketulusan dan kepolosan dari diri mereka masing - masing.


"Sayang". Restu menyentuh pundak Shahilla dan mengaget kan nya.


Shahilla pun menoleh lalu tersenyum.


"Ehh Mas".


"Melamun?". Restu menyentil oelan pipi sang istri.


"He he he enggak kok mas, adek cuma ngeliatin mereka saja mas, mereka terlihat sangat bahagia padahal mereka hanya melakukan hal yang sederhana". Shahilla memandangi kumpulan anak - anak tersebut.


"Iya, rasa nya sejuk ketika melihat orang lain bahagia dan mas sangat bahagia bisa membuat orang lain bahagia". Restu tersenyum melihat mereka juga lalu melirik Shahilla.


Shahilla/ "Oh iya mas, Zahira sama siapa?".


Restu menunjuk kan ke arah area mini zoo.


"Tuh Zahira nya sama Amah Resty nya".


Shahilla tersenyum melihat adik ipar nya mengajak anak tunggal nya itu bermain bersama dengan kelinci.


Restu menepuk jidat nya.


"Oh ya, mas lupa ngasi tahu ke kamu. Kemarin mas dapat surat undangan dari kejaksaan, mereka meminta kamu dan Reynan besok lusa datang ke pengadilan untuk menjadi saksi sekaligus korban pada persidangan kasus Haikal, sebenar nya Reynan tidak boleh ikut menjadi saksi di pengadilan karena dia masih anak kecil takut akan terganggu sikis nya, tapi apa boleh buat, saksi hanya kalian saja, tidak ada orang lain lagi".


"Adek enggak mau datang mas, adek enggak mau ketemu lagi dengan dia". Shahilla menolak.


Restu/ "Enggak bisa gitu donk sayang, kita enggak boleh tidak hadir di persidangan itu, karena kita bisa terkena sanksi kalau kamu enggak datang pada saat sidang".


Shahilla/ "Maaas, kejadian itu masih terbayang di pikiran adek, bagaimana kalau nanti adek ketemu dengan nya, bisa - bisa adek enggak akan pernah lupa dengan kejadian itu seumur hidup adek".


Restu menggenggam tangan Shahilla.


"Mas tahu kamu pasti trauma dengan kejadian itu, tapi mas yakin kamu bisa melupa kan ingatan itu. Kamu jangan takut sayang, ALLAH selalu ada untuk kita dan mas akan selalu menjaga kamu, mas selalu di samping kamu, kamu harus kuat kan mental kamu, lawan mereka dengan ingatan - ingatan yang indah di saat mas, Zahira dan kamu sedang tertawa bahagia bersama".


Shahilla menarik nafas nya lalu menyandar kan kepala nya di bahu Restu.


"Hmm . . . Terimakasi banyak ya mas selalu mensuport adek".


"Ehheeeem". Terdengar suara seorang gadis berdeghem mengejut kan mereka berdua. Sentak mereka menoleh.


"Ehh . . . Kamu toh dek". Restu melihat Resty bersama Zahira yang telah mengejut kan mereka.


"Emm eemm eemm, dunia milik berdua yang lain pada ngekos". Resty menyindir Kakak dan kakak ipar nya.


Restu/ "Apa' an sih kamu dek?, suka banget ngeledek mas dan mbak mu".


Shahilla tersipu malu melirik Resty, lalu mengambil alih menggendong Zahira.


Resty/ "Ha ha ha, abis nya kalian itu selalu bikin aku iri sih, kalau melihat kalian berdua, ngebuat Resty jadi pengen cepat - cepat nikah hi hi hi".

__ADS_1


Restu mengibas kan tangan nya ke wajah Resty.


"Wuuus ngawur kamu kalau ngomong, Kamu itu masih kecil, belum boleh mikirin nikah, kuliah dulu yang benar terus lulus dengan nilai terbaik baru boleh mikirin nikah".


Resty/ "Ya elah mas, kan enggak apa - apa mas, banyak kok teman - teman Resty yang nikah muda, mereka masih kuliah tapi sudah menikah, terus bahkan ada teman Resty setelah lulus SMA mereka langsung menikah".


Restu/ "Itu kan mereka, bukan kamu, kamu itu harus fokus sama pelajaran jangan mikirin hal - hal yang enggak penting, apa lagi cinta - cinta' an atau pacaran - pacaran. Pokok nya say no".


Shahilla hanya tertawa kecil melihat kedua kakak beradik yang ada di hadapan nya.


"Benar kata mas mu, kamu itu harus fokus dengan sepenuh hati sama apa yang sedang kamu jalani sekarang. Kalau memang sudah waktu nya tiba ALLAH pasti akan memberi kan nya tanpa terlambat".


Restu/ "Tuh dengarin apa kata mbak mu. Jangan ngeyel saja kerja nya. Gaya - gaya' an mau mengikuti jejak mbak Shahilla tapi pikiran tentang nikah mulu".


"Iya iya". Resty memonyong kan bibir.


"Dasar anak labil sok - sok' an mikirin nikah ha ha ha". Restu mengusap kepala Resty.


"Iiiihh mas ngeselin deh, jadi kusut kan jilbab Resty". Ia sibuk merapikan jilbab nya.


Sedang kan Shahilla hanya menggeleng kan kepala nya sembari tertawa kecil.


.


.


Akhir nya Shahilla sudah menyiap kan mental nya dengan kuat untuk melalui persidangan ini, tapi tidak dengan Reynan. Ia masih memiliki rasa trauma yang sangat tinggi setelah kejadian itu.


"Reynan enggak mau ke sana, Reynan enggak mau, nanti Reynan bakal ketemu sama om jahat itu lagi, nanti Reynan di culik lagi sama om jahat itu". Reynan berteriak meronta - ronta menolak untuk datang ke pengadilan. Sikis nya sedikit terganggu.


"Reynan sayang, kalau Reynan enggak datang ke sana, nanti om jahat itu enggak akan di hukum sama polisi. Emang Reynan mau kalau om jahat itu enggak di hukum dan bebas? nanti kalau om jahat dan bisa bebas, bisa - bisa om jahat akan melakukan kejahatan nya lagi". Dengan lembut Aina membujuk Esynan.


Reynan/ "Tapi Reynan takut ma".


Aina/ "Reynan jangan takut sayang, kan ada Mama, ada om Joe, ada Onty Cinderella Ninja dan ada Om Restu. Reynan kan anak laki - laki Mama yang jago dan pemberani, jadi Reynan harus lawan rasa takut Reynan, Reynan buat om jahat di hukum seberat - berat nya karena sudah mencelakai Reynan dan Onty Cinderella Ninja".


Reynan terdiam sejenak dan berpikir. Hingga akhir nya.


"Ya sudah ma, Reynan mau ke sana, Reynan enggak takut, Reynan mau ngasi hukuman untuk om jahat. Om jahat enggak boleh bebas, om jahat harus di hukum".


"Anak mama memang pemberani". Aina mengusap kepala Reynan.


Reynan mengangguk pelan.


.


Di pengadilan, Shahilla merasa sedikit gelisah menunggu persidangan yang setengah jam lagi akan mulai. Restu merangkul pinggang Shahilla dan selalu memberi kan nya semangat.


"Assalamualaikum". Aina, Joe dan Reynan menyapa mereka berdua.


Mereka menoleh.


"Ehh waalaikumussalam".


Aina/ "Kalian sudah lama tiba nya?".


Shahilla/ "Tidak kok Na, kami tiba setengah jam yang lalu".


Aina/ "Ouhmm".


Restu/ "Hey jagoan, bagaimana?, sudah siap untuk melawan kejahatan?".


Reynan/ "Siap om".


Restu/ "Nah gitu donk, gitu baru anak yang pemberani, tos dulu". Restu mengangkat tangan nya, ia mengajak Reynan untuk tos.


Tak lama kemudian sekumpulan oara napi serta para pihak keamanan pun berjalan melewati mereka. Spontan Reynan bersembunyi di balik badan Joe ketika ia melihat Haikal berada di tengah - tengah para napi itu. Reynan menggenggam tangan Joe begitu erat, menanda kan bahwa Reynan sedang ketakutan.


Joe berdiri dengan lutut nya agar bisa sejajar dengan Reynan.


"Rey, kamu jangan takut, Reynan tidak sendirian, om Joe, mama, onty dan om Restu ada di sini, kami akan menjaga Reynan. Reynan pasti bisa melawan nya. Reynan pasti bisa". Joe memberi kan semangat pada mental Reynan. Reynan mengangguk pelan.


Persidangan pun di mulai, semua orang berkumpul di ruangaj persidangan, dimana mereka memiliki antrian persidangan kasus mereka masing - masing. Kini giliran persidangan mereka. Haikal di minta untuk naik ke podium tersangka, para wartawan sudah siap dengan kamera nya. Proses persidangan pun berjalan sesuai dengan aturan, Shahilla dan Reynan juga mampu menjawab dari pertanyaan - pertanyaan jaksa dan hakim. Hingga akhir nya vonis pun jatuh untuk Haikal, ia di vonis seumur hidup di penjara mengingat kasus nya terkena pasal kasus berlapis dan ada nya perencanaan kejahatan.


Usai sudah persidangan tersebut. Shahilla, Restu, Aina, Reynan dan Joe serta tim kuasa hukum mereka segera keluar dari pengadilan, tak ketinggalan para wartawan berlari menyerbu mereka untuk di minta keterangan mereka.


"Tolong . . . Tolong kasih jalan nya, tolong kasi mereka jalan. Ada anak kecil dan orang sakit juga, permisi, jangan berdesak - desakan seperti ini, mohon pengertian nya". Kuasa hukum mereka membantu mengaman kan mereka.


Sekumpulan Wartawan.

__ADS_1


"Mas Restu".


"Mbak Shahilla".


"Reynan".


"Bagaimana hasil persidangan nya?".


Restu/ "Alhamdulillah, persidangan nya lancar". Jawab nya sembari berjalan mendorong kursi roda Shahilla, ia berusaha melewati ombak wartawan. Mereka berjalan cepat masuk ke dalam mobil masing - masing.


Wartawan/ "Apa kah benar Haikal akan di hukum seumur hidup?".


"Kalian kan tadi sudah mendengar nya langsung di persidingan apa keputusan hakim he he he. Sudah dulu ya . . . Kami harus permisi, terimakasi ya". Mobil Restu melaju meninggal kan para wartawan yang masih mengejar - ngejar mobil nya, dan di susul oleh mobil Joe dari belakang.


"Alhamdulillah mas akhir nya usai sudah, fuuuht". Shahilla mengehela kan nafas nya.


"Iya sayang, alhamdulillah". Restu mengusap kepala Shahilla.


"Pokok nya itu untuk yang pertama dan terakhir kali nya kita berada di persidangan, enggak lagi lagi, rasa nya nyawa adek sudah berada di kerongkongan mas brrrrrrrr merinding". Bulu kuduk nya naik merinding disko.


Restu/ "He he he, mudah - mudah itu untuk yang pertama kali dan terakhir kali nya untuk kita, Aamiin".


"Aamiin".


Restu/ "Oh iya, abis ini kita pacaran yok?".


Dahi Shahilla mengekerut.


"Pacaran?".


Restu/ "Iya, nge - date lho sayang, kan sudah lama sekali kita enggak nge - date berdua he he he".


Shahilla/ "Enggak bisa mas, kasihan Zahira mas, sudah seharian kita tinggalin".


Restu/ "Kan ada Ummi, Mama dan Resty yang ngejaga' in Zahira".


Shahilla/ "Maas nanti - nanti saja kita jalan nya ya. Enggak enak lho sama orang tua kita dan Resty. Lagian adek sudah lelah banget terus di tambah lagi d*d* adek terasa sakit, seperti nya adek harus memompa asi nya".


Restu/ "Heemm ya sudah lah kalau gitu".


"Enggak apa - apa kan mas?, mas enggak marah kan?". Shahilla menyentuh bahu Restu


Restu/ "Enggak sayang, mas enggak marah kok. Lagian kan masih ada hari lain untuk kita bisa kencan he he he".


Shahilla/ "Ummmm . . . Unyu - unyu banget siih abi nya Zahira niiih, janji setelah adek sudah bisa pulih kembali kita akan jalan - jalan berdua saja". Ia merasa gemes dan mencubit pipi Restu. Restu merespon dengan expresi wajah nya yang sedikit kesakitan.


.


.


Haikal terdiam menyudut di sudut kamar tahanan, ia teringat pada masa pertama kali ia mengenali Shahilla hingga akhir nya seperti ini. Rasa sesal muncul dalam hati nya namun ia sadar sesal tiada arti nya jika semua nya sudah terlambat. Ia akan menjalan kan sisa - sisa umur nya di dalam jeruji besi yang di temani dengan rasa bersalah nya.


Ucapan Shahilla selalu terngiang di telinga nya.


Flash back . . .


"Ck . . . Balas dendam tidak akan pernah membuat kamu puas atau pun bahagia, bahkan kamu akan selama nya menderita. Kamu berusaha membuat orang lain menderita justru malah sebalik nya, kamu yang akan merasa kan penderitaan itu seumur hidup kamu". Shahilla berkata tanpa rasa takut bahkan ia menantang Haikal.


#Cuiiiiiiih . . .


Shahilla meludahi wajah Haikal, sontak Haikal menghapus ludah Shahilla yang ada di wajah nya.


"Jangan mimpi kamu. Sampai kapan pun kamu enggak akan pernah bisa memiliki aku, bahkan jika aku mati lalu di hidup kan kembali aku tidak akan pernah menjadi milik kamu. Aku Shahilla az - Zahra hanya milik ALLAH dan Restu Muhammad. Ngerti kamu??".


Shahilla/ "Rencana ALLAH memang begitu indah untuk aku. ALLAH membuat surat kamu tidak sampai ke tangan aku karena ini lah alasan nya. Karena ALLAH ingin melindungi aku dari lelaki hina seperti kamu. ALLAH sang Maha Tahu, Ia tahu apa yang terbaik untuk aku".


Shahilla/ "Hidup tak selama nya abadi. Kita tidak tahu kapan waktu akan berakhir. Jadi buat apa kita melakukan hal - hal yang bodoh seperti itu?. Aku membela kamu di depan Mu'alim bukan berarti kamu tidak bersalah, hanya saja aku ingin kamu sadar bahwa hidup ini jangan pernah di sia - sia kan untuk balas dendam, itu akan membuat hidup semakin tidak tentram".


Aina/ "Enggak seharus nya kamu ngelakui ini semua karena cinta buta kamu. Jujur aku kecewa sama kamu, aku kecewa seseorang yang aku anggap sahabat ternyata tega melakukan hal keji seperti ini. Jujur aku dulu juga sama seperti kamu, melakukan apa pun demi mendapat kan apa yang aku ingin kan. Aku pikir setelah aku mendapat kan nya aku akan merasa bahagia, ternyata aku salah dan aku sadar bahwa apa yang aku lakukan itu malah semakin membuat hidup aku jadi tidak tenang dan tidak bahagia, kamu salah kal berpikit akan bahagia dengan apa yang kamu lakukan sekarang".


Restu/ "Kamu tahu . . . ?! ALLAH membalas perbuatan buruk hamba nya begitu cepat. Aku saran kan kamu segera lah bertaubat. ALLAH Maha Pengampun dan semoga saja ALLAH mengampuni semua dosa - dosa kamu".


Flash on . . .


Hati Haikal terasa sesak dan Mata nya memerah terasa panas sehingga ia menitih kan air mata nya. Ia menangis tersedu - sedu mengingat ucapan - ucapan mereka. Ia menyesali perbuatan - perbuatan nya itu. Tak ada lagi yang tersisa dalam hidup nya. Semua nya telah hancur tak berbentuk., smeua nya sirna, Semua yang terjadi hanya lah tinggal penyesalan yang datang nya selalu terlambat.


#Sesungguh nya Tuhan mu (ALLAH) sangat cepat memberi hukuman (siksaan nya) dan sungguh, DIA Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


(Q.S. Al - An'am : 165).

__ADS_1


__ADS_2