
Di salah satu mall ternama di ibu kota Shahilla dan Dewi tengah sibuk mencari posisi Aina berada dimana. Enggak butuh waktu yang lama akhir nya mereka mendapati sosok yang mereka cari alias Aina, tapi Aina tidak sendiri, terlihat sesosok lelaki yang selalu ada di dalam doa Shahilla alias Restu yang berdiri sedikit berjauhan di samping Aina.
Shahilla yang melihat sosok itu merasa kan hati nya mulai terjadi sesuatu yang tak di ingin kan nya, walau pun begitu dia harus mengabaikan hati nya dan berusaha untuk relax.
Shahilla dan Dewi menghampiri Aina dan Restu.
"Assalamualaikum ". Shahilla memeluk sahabat nya itu.
"Waalaikumussalam ". Bukan nya Aina yang menjawab tapi Restu yang menjawab nya dengan pelan.
"Kamu lama banget sih La, kami sudah enggak sabar ini minta pendapat kamu sama pilihan - pilihan kami ". Aina mendorong tubuh Shahilla dengan pelan alias melepaskan pelukan nya.
"Maaf, tadi banyak banget kerjaan nya, itu pun masih ada yang belum selesai ". Shahilla melirik ke arah Dewi begitu pun Aina. Dewi hanya tersenyum.
Aina/ "Kerjaan apaan sih?, heran deh kita sekantor tapi aku enggak pernah tau kalau kamu banyak kerjaan, tapi ya sudah lah, itu enggak penting, yang penting sekarang ayok kamu bantuin kami, iya kan Yank ?". Aina mengarah ke Restu, dan Restu tersenyum kikuk karena Aina memanggil nya "Yank" di depan mereka.
Shahilla terkejut mendengar Aina sudah memanggil Restu "Yank" spontan melirik sekilas ke arah Restu dan menundukan kepala nya kembali.
"Ya udah yuk ". Aina sudah tidak sabar ingin memamerkan diri nya bersama Restu di hadapan Shahilla.
Aina dan Restu berjalan lebih di depan dari Shahilla dan Dewi. Restu selalu menjaga jarak diri nya dari Aina tapi Aina sengaja untuk berjalan dekat di samping Restu bermaksud untuk membuat hati Shahilla sakit.
Mereka memasuki salah satu resto di mall tersebut bermaksud untuk berbuka puasa, usai berbuka mereka melanjutkab sholat magrib serta menunggu hingga sholat terawih baru lah mereka melanjutkan untuk mencari kebutuhan Aina dan Restu.
Shahilla merasa risih melihat Aina dan Restu meski ada diri nya dan Dewi tapi mereka berjalan seakan hanya berdua. Bukan karena Shahilla cemburu, bukan, melainkan Shahilla tau kalau itu tidak pantas apa lagi di bulan Ramadhan seperti ini meski pun mereka akan menikah nanti nya.
Flash Back . . .
"Hallo, Assalamualaikum, Restu nanti sore kamu ada waktu enggak ?". Aina menelpon Restu yang berada di seberang telpon.
Restu/ "Waaalaikumussalam, ada, memang nya ada apa Aina?".
Aina/ "Kamu bisa enggak nemeni aku ntar sore nyarik keperluan untuk kita nikah nanti?".
Restu/ "Gimana ya . . ?, sebenar nya aku enggak bisa nemeni kamu, kamu kan tau kalau kita belum menjadi makhram, kita belum boleh berjalan berdua meski pun kita In Sya ALLAH akan menikah, tapi tetap aja kamu belum makhram nya aku, nanti bisa jadi fitnah, kamu pasti faham kan maksud nya aku ?".
__ADS_1
Aina memutarkan bola mata nya, kesal.
"Iya aku tau, tapi nanti kita enggak cuma berdua kok, aku ngajak sahabat aku juga, jadi kita kan enggak berdua, kalau kamu mau ngajak Bang Aan juga boleh ". Aina masih kekeh membujuk Restu.
Restu/ "Hmm . . . Ya udah nanti aku tanyakan Aan dulu bisa atau enggak nya dia ".
Aina/ "Yeaah . . . Makasi ya sayang ".
"Apa . . . ? Kamu manggil aku sayang ? ". Restu terkejut.
Aina/ " Iya . . . Kan kamu calon suami aku jadi wajar donk kalau aku manggil kamu sayang ".
Restu /"Aina maaf, bukan nya aku tak menginginkan panggilan itu tapi tidak pantas untuk kita yang belum halal memanggil sebutan itu, ALLAH akan marah pada kita, aturan nya kita akan ngedapati pahala dan keberkahan dari ALLAH SWT ini malah kita di murkai ALLAH, nanti ada waktu nya kita akan memanggil sebutan itu".
Aina/ "Hufft . . . Salah lagi, masa aku enggak boleh manggil kamu sayang ".
Restu/ "Bukan enggak boleh tapi belum boleh Aina ". Dengan lembut Restu berucap.
Aina/ "Ya udah deh terserah kamu aja, pokok nya nanti sore jam 5 kita ketemu nya di Mall X oke ".
Aina/ "Ya udah aku tutup dulu ya telpon nya, soal nya aku mau rapat".
Restu/ "Iya Assalamualaikum . . . ".
Tak terdengar jawaban salam dari Aina telpon nya sudah terputus.
Flash On . . .
Aina berpikir kalau hati Shahilla sedang terbakar dengan melihat Restu berada di samping nya. Namun Aina salah tak sedikit pun Shahilla merasakan cemburu melihat mereka, malah Shahilla risih melihat nya.
Sebenar nya ini nemeni mereka nyarik kebutuhan pernikahan atau nemeni mereka jalan ?.
Aina sama sekali enggak peduli sama Shahilla dan Dewi yang berjalan mengikuti mereka, yang dia peduli hanya memamerkan Restu dan rencana ngebuat hati Shahilla hancur.
"Mbak mau saya beli kan cemilan sama minuman enggak ?". Dewi mulai bosan mengikuti Aina dan Restu memasuki dari toko ke toko yang lain. Karena sejak buka Puasa tadi Dewi memperhatikan Shahilla hanya makan 3 buah kurma dan minum air mineral saja.
__ADS_1
"Boleh . . . Ya udah yuk kita keluar, kita beli sama - sama ". Shahilla menganggukan kepala nya sembari berjalan menuju keluar toko perhiasan yang di masuki Aina dan Restu bermaksud untuk memilih cincin nikah mereka.
"Enggak usah Mbak, biar saya aja yang beli kan, Mbak mau nya apa ?". Dewi pun menyusul berjalan keluar mengikuti Shahilla.
"Hmm Terserah kamu aja, yang penting makanan nya enggak bikin aku ribet makan nya sama satu lagi yang penting enak he he he. oh ya minum nya 2 ya, 1 Milkshake Coklat yang 1 air mineral ". Shahilla duduk di kursi yang berada di tengah - tengah koridor yang enggak jauh dari toko.
Dewi/ "Siap Mbak, saya tinggal bentar ya Mbak".
Shahilla/ "Iya . . . ".
Dewi pun pergi meninggalkan Shahilla sendiri. Sedang kan Aina dan Restu masih di dalam toko perhiasan.
"Kamu mau cincin yang mana ?". Aina sibuk melihat cincin - cincin yang berada di dalam steling perhiasan toko.
"Kalau aku sih terserah kamu aja mau nya yang mana". Ujar nya sembari mata nya mencari sosok Shahilla dan Dewi yang sudah tidak ada di dalam.
Aina/ "hmm . . . Aku bingung mau yang mana, soal nya semua nya cantik - cantik ". Melirik ke arah Restu yang sedang mencari - cari. Aina tau siapa yang di cari Restu dan ngebuat Aina kesal.
Aina/ "Sebenar nya yang nikah cuma aku aja atau kita dua sih ?". Sentak nya, Restu pun menoleh kembali fokus pada Aina.
"Subhanallah . . . Aina pilihan kamu pilihan aku juga, apa pun yang kamu pilih aku pasti suka kok ". Restu bukan ngegombal.
Sebenar nya Restu sudah risih dari awal pertama nemui Aina di mall sebab Restu datang nya tanpa Aan karena Aan masih banyak kerjaan di lokasi shooting dan Shahilla pun datang nya terlambat.
Yang bikin Restu lebih risih lagi Aina selalu memanggil nya dengan sebutan Yank dan selalu ingin berjalan berdekatan dengan nya. Restu merasa malu apa lagi di hadapan Shahilla dan Dewi.
"Aku ke toilet bentar ya ". Restu meminta izin pada Aina yang masih sibuk.
Aina/ "Iya jangan lama - lama ya ".
Restu keluar dari toko, mata Restu masih ingin mencari sosok Shahilla dan terlihat lah Shahilla yang duduk di kursi koridor sedang berbicara dengan ibu - ibu paruh baya yang tak di kenal bersama dengan anak nya yang masih berumur 5 tahun.
Restu tersenyum melihat Shahilla bersenda gurau bersama anak kecil tersebut. Ntah kenapa hati Restu merasakan sesuatu yang lain setiap melihat Shahilla. Bahkan Restu berharap kalau Cinderella Ninja itu adalah Shahilla.
Tanpa di sengaja Dewi melihat Restu sedang memperhatikan Shahilla dengan tersenyum bahagia. Dewi mengerutkan dahi nya dan merasa heran.
__ADS_1
Dewi/ "Kenapa Mas Restu memperhatikan Mbak Shahilla seperti itu ya . . ?".