
Tepat jam 21.30 . . .
Restu bersama mobil nya mengikuti Shahilla bersama mobil nya dari belakang , bermaksud untuk mengantar Shahilla pulang usai mengantar Ummi dan Resty ke apartemen.
Tanpa turun dari mobil dan tanpa sepatah kata pun Restu berlalu usai melihat Shahilla sudah memarkirkan mobil nya ke dalam garasi rumah nya.
Masih menjadi tanda tanya dalam pikiran Restu, bagaimana bisa ciri - ciri Cinderella Ninja itu ada pada Shahilla tapi sepatu itu milik Aina wanita yang akan dia persunting. Dia berusaha untuk meminta petunjuk yang benar sama ALLAH namun petunjuk itu tertuju pada Shahilla bukan nya Aina.
Restu semakin dilema dan benar - benar pasrah kepada ALLAH sebenar nya siapa Cinderella Ninja itu dan apa kah keputusan nya mempersunting Aina benar - benar karena ALLAH atau karena pemilik sepatu itu.
Aina yang berada di dalam kamar nya, berbaring sambil memainkan hp nya dan melihat postingan - postingan Resty di Instagram.
Mata Aina terbelalak melihat postingan tersebut. Foto dimana Resty, Ummi, Shahilla dan Restu yang sedang makan bersama di resto. Belum lagi dengan komen - komen para netter yang menanyakan "Siapa wanita yang berniqob itu?, Calon nya Mas Restu ya?".
Aina *** hp nya karena geram dan sedikit menyesal sudah menolak ajakan Shahilla.
Seisi kantor sudah gempar dengan berita resign nya Shahilla.
__ADS_1
Shahilla yang punya badan merasa heran kenapa semua karyawan mengetahui soal ini. Apa Pak Wiguna yang memberitahu mereka?.
Ehh ternyata Aina dalang nya, dia lah yang membeberkan perihal resign Shahilla dan dia juga berasumsi yang akan menggantikan posisi Shahilla adalah dia. Kepedean amat kamu Aina.
"Buk Shahilla apa benar ibu bakalan resign dari kantor ini ?". Seorang wanita berhijab berparas ayu menghentikan langkah kaki Shahilla yang ingin masuk ke ruangan nya.
Shahilla/ "In Sya ALLAH ".
"Kenapa resign sih buk, kalau ibuk resign kami pasti bakal kehilangan banget sama ibuk, terus enggak ada lagi pemimpin redaksi yang seperti ibuk".
"Ibuk mau nikah ya?, maka nya resign".
Mata Shahilla tersenyum mendengar pertanyaan bawahan nya.
.
.
__ADS_1
"Dew . . . Apa Pak Wiguna ya yang sudah ngasih tau ke mereka soal resign nya mbak?". Shahilla yang sudah di dalam ruangan nya bersama Dewi masih penasaran siapa orang yang membeberkan itu.
Dewi/ "Enggak tau mbak, mungkin kali ya mbak, soal nya staf - staf yang lain bilang kalau yang akan ngegantiin mbak itu Bu Aina, sedang kan yang tau soal mbak ngerekom buk Aina kan Pak Wiguna sama saya, kalau saya ya sih mana mau cerita - cerita ke mereka".
Shahilla/ "Iya juga sih, tapi ya sudah lah, lagian kan peluncuran edisi bulan ini tinggal 2 hari lagi dan bakal jadi hari terakhir mbak di kantor ini, mungkin, maka nya itu Pak Wiguna ngasi tau ke mereka".
Dewi/ "Hmm . . . Mbak . . . Saya jadi sedih karena 2 hari lagi mbak sudah enggak di kantor ini lagi, terus besok nya juga terakhir mbak di Jakarta ". Raut wajah Dewi terlihat sedih dan air mata nya menetes ke pipi nya.
Shahilla menghampiri Dewi dan memeluk nya.
"Kamu jangan sedih gitu, walau pun mbak enggak di sini lagi, mbak masih tetap jadi mbak mu, entar In Sya ALLAH kita akan ketemu lagi kok ".
Dewi/ "Huuuuh . . . tetap aja enggak ada mbak di sini setiap hari nya".
Shahilla/ "Ha ha ha, ya udah kalau gitu kamu ikut aja ke Medan sama mbak ntar mbak cariin jodoh orang sana ha ha ha ". Ledek nya.
"Iiiih Mbak . . . . ". Dewi memonyongkan bibir nya sedang kan Shahilla tertawa kecil melihat tingkah Dewi yang benar - benar seperti adik nya sendiri.
__ADS_1