
Setelah mendapatkan alamat rumah Shahilla dan Aina. Restu langsung pergi ke rumah mereka sendirian tanpa pengawal mau pun Aan sang manager dan tak lupa membawa sepatu Shahilla.
Restu tiba pada alamat yang di beerikan oleh Doni. Dia memarkirkan mobil nya tepat di depan rumah kontrakan itu.
Dia keluar dari mobil memakai topi dan kacamata andalan nya agar tidak ada yang mengenal nya.
"Assalamualaikum ". Restu berucap salam sambil mengetuk pintu rumah tersebut.
"Waalaikumsalam ". Dari dalam sang pemilik rumah pun menyautin salam dari Restu dan membuka pintu.
Terlihat sesosok wanita mengenakan set cadar berwarna hitam sedang memperhatikan diri nya.
"Siapa ya . . . ?, dan ada perlu apa ?". Sang pemilik rumah merasa sedikit takut sebab yang bertamu adalah seorang lelaki yang berpenampilan misterius.
"Maaf apa benar ini rumah nya Shahilla dan Aina ?".
"I . . . Iya .. Saya Aina dan kebetulan Shahilla sedang tidak ada di rumah, ada apa ya? ".
Restu membuka topi dan kacamata nya setelah dia benar - benar memastikan bahwa alamat tersebut benar. Ternyata yang menyambut nya adalah Aina bukan lah Shahilla.
"Restu . . . ?". Sentak nya terkejut.
__ADS_1
"Si . . Silahkan duduk". Aina mempersilahkan Restu untuk duduk di kursi betawi yang berada di teras rumah.
Aina/ "Hmm. . . Ada apa ya, kamu bisa sampai ke sini?, apa ada masalah dengan majalah X . . ?".
Restu/ "Ouh bukan, ini bukan soal majalah X dan enggak ada hubungan nya dengan majalah x kok ".
Aina mengerutkan dahi nya dan penasaran tujuan kedatangan Restu ke rumah mereka.
"Lalu . . .?".
"Hmm . . . Saya ke sini mau memastikan, apakah sepatu ini milik salah satu dari kalian ?". Restu mengeluarkan sepatu kanan tersebut dari paperbag yang di a bawa.
"Itu kan sepatu nya Shahilla ya? ". Dalam hati nya ketika dia melihat sepatu tersebut.
"Oh gitu, bentar ya . . . ". Aina beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Restu dan kemudian kembali dari dalam rumah dengan membawa sepatu yang sebelah kiri milik Shahilla.
"Apakah sepatu ini mirip dengan sepatu itu ?". Aina menunjukan sepatu yang di pegangnya ke arah Restu. Restu pun memperhatikan sepatu itu.
Restu/ "Iya benar, sepatu itu benar pasangan dari sepatu ini, alhamdulillah". Senyum merekah di bibir Restu dan merasa lega.
Aina/ "Iya, Alhamdulillah akhir nya sepatu saya yang sebelah kanan ketemu juga. Serunya.
__ADS_1
Restu/ "Jadi . . Sepatu ini milik kamu ?". Kaget dan berpikir bahwa tebakan nya salah bukan lah Shahilla pemilik sepatu itu melainkan Aina.
Aina/ "Iya. . . Sudah lama sekali saya mencari sepatu kanan saya yang hilang, saya kira saya enggak bakal ketemu sama sepatu ini, ehh ternyata sepatu ini kamu yang menemukan nya, saya sayang banget dengan sepatu ini sampai - sampai saya masih menyimpan nya walau pun tinggal sebelah he he he. Terimakasih banyak ya Restu karena sudah menemukan sepatu saya ".
Restu/ "Iya sama - sama, saya jadi senang akhir nya saya menemukan pemilik sepatu ini dan . . .". Terputus.
Aina/ "Dan apa?".
Restu/ "Dan saya juga sudah berjanji pada diri saya sendiri ingin melamar sang pemilik sepatu ini yaitu kamu ".
Mata Aina terbelalak mendengar ucapan Restu.
Dalam hati Aina/ "Apa?. Restu ngelamar aku?".
Restu/ "Apakah kamu bersedia menerima lamaran aku ?".
Tanpa pelu berlama - lama dan tanpa basa - basi Aina langsung menerima lamaran Restu.
Lalu bagaimana dengan Shahilla sang pemilik sepatu yang sebenar nya . . ?
Akan kah dia sanggup menjalani yang akan terjadi pada nya berikutnya . . ?
__ADS_1
Hmm . . . Hanya tinggal menunggu bagaimana reaksi nya jikalau dia mengetahui bahwa sahabat nya sendiri telah menusuk nya dari belakang.