Cinta  Untuk Nabila

Cinta Untuk Nabila
Perjuangan dokter Iqbal


__ADS_3

...Yang hilang akan kalah dengan yang selalu ada...


...Yang selalu ada akan kalah dengan yang berada...


...Yang berada akan kalah ketika menghilang...


“Dokter, kita udah Close ya…gak ada pasien lagi.”


Tadi nya Nabila merebahkan tubuh nya di kursi ruangan memejamkan mata. Terlonjak kaget ketika suara seseorang membuat nya berdiri seketika, rasa ngantuk yang tadi sempat merayap di kepala langsung buyar entah kemana.


" Oke. " jawab nya seraya menata jilbab lalu berjalan keluar mengikuti langkah suster Naomi, seorang perawat yang di tugaskan untuk membantu Nabila di bangsal nya.


Hari senin yang lumayan melelahkan, mengingat profesinya yang memang seorang dokter umum. Sejak pagi banyak sekali pasien baru terus berdatangan, apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, sudah pasti antrian di depan bangsalnya lah yang paling ramai di kunjungi oleh orang - orang yang banyak di dominasi oleh para lansia.


Meskipun tadi sudah di bantu oleh dua orang perawat dan satu dokter coas, mereka tetap saja kewalahan.


" Btw tadi kamu lihat dokter Aisyah gak Nom di luar? " Tanya Nabila pada suster Naomi yang memanggilnya dengan sebutan nama saja, karena ya.... memang sudah lumayan akrab dengan gadis cantik tersebut.


" Tadi sih sempat singgah sebentar ke sini dok, tapi gak lama karena setelah melihat dokter sedang banyak sekali pasien dia langsung pergi lagi dan cuma berpesan pada saya saja."


" Apa? " oceh mereka berdua sambil terus berjalan menuju pintu keluar.


" Katanya nanti kalau sudah tidak sibuk, sokter di suruh datang keruanganya. "


Nabila bisa tebak, pasti ini masih ada sangkut paut nya sama urusan kemaren yang terpaksa harus melibatkanya ke dalam kebohongan yang di ciptakanya untuk menghindari ke posesivan dokter Iqbal.


"Astagfiruah hal adzim.. Huuuhhh...... ampun deh. Gak ngerti lagi ! ngapain juga aku suudzon gak jelas gini? siapa tahu kan memang ada yang ingin di bicarakan dokter Aisyah ?" batin Nabila.


Mereka hampir saja keluar dari ruangan, tapi baik Nabila maupun suster Naomi tiba-tiba saja di kejutkan dengan makhluk ternyebelin seantero rumah sakit.


Laki-laki itu sedang berdiri di depan pintu dengan exspresi datar dan horor seperti biasanya.

__ADS_1


" Allahu Akbar ! "


"Innalilahi !"


Takbir mereka berjama'ah.


" Siapa yang mati? " tanya dokter Iqbal minim exspresi.


Suster Naomi menggeleng "Eng.... itu... anu... dok, gak ada ! gak ada yang mati tadi ucapanya keluar sendiri aja." terang suster nya sembari menyikut lengan Nabila agar membantunya.


Nabila menoleh lalu mengangguk mengerti "Ngagetin aja dok" timpal Nabila sok basa-basi.


“ Kamu….” Mata nya mengarah ke arah suster Naomi tapi yang menahan napas malah Nabila.


Ya Allah, kenapa ada sih di dunia ini makhluk ganteng tapi ngeselin sekaligus menakutkan seperti dokter Iqbal ini? Apa sebenar nya waktu Allah membagikan ekspresi senyum, laki-laki ini datang belakangan sehingga tak kebagian banyak?


“Sssaayyaa….Dokter?” Suster Naomi menunjuk diri nya sendiri dengan gugup, perasaan takut tiba-tiba saja hadir kalau-kalau tanpa ia tahu dirinya telah melakukan kesalahan. Bisa-bisa ia akan tinggal sebuah nama saja besok.


Nabila mengernyitkan dahi nya tak tahu menahu sedangkan suster Naomi hanya mengangguk lalu melangkahkan kaki nya meninggalkan dua insan berbeda jenis itu di ambang pintu.


“ Tunggu ! “


Wanita cantik ber tubuh langsing dan juga sexy itu berhenti ingin menoleh kebelakang tapi ucapan dokter Iqbal membuatnya urung melakukan itu.


“ Jangan menghindar lagi darinya, karena saya jadi ikutan pusing di buat nya.”


Sebenar nya ini ada apaan sih? Kenapa dua orang itu tiba-tiba saja memainkan teka-teki yang secara tidak langsung memaksa Nabila menebak nya?


Huh….!! Menambah pusing Nabila saja, tidak cukupkah hari ini dengan masalah nya saja?


Hadduh.... masa bodo lah, mungkin itu bisa di cari tahu nanti saja pada dokter Aisyah selaku Admin dari Grup Wa yang isi nya lebih mirip dengan akun Lambe-lambean yang hampir delapan puluh lima persen berita di dalam nya isi nya tentang berbagai gosip Hot, terkini dan terbaru se antero rumah sakit ini. Dan....sayang nya Nabila selalu saja menjadi bahan ghibahan mereka, paling engak satu minggu sekali. Dan siapa lagi penyebab nya jika bukan satu makhluk yang sedang berdiri di depan nya saat ini.

__ADS_1


“Kamu yang nabrak, kenapa kamu juga marah-marah?”


Nabila mengabaikan ucapan dokter Iqbal dan terus berjalan meninggalkan laki-laki tersebut dengan perasaan yang entah mengapa masih kacau, entah ini karena masalah permintaan bunda nya apa karena kekesalanya pada manusia kutub di hadapan nya yang sedari tadi pagi terus saja menganggu nya.


“ Minggir, aku mau lewat.” Jawab Nabila sewot seperti biasa nya.


“ Kamu itu kenapa sih hem, Mukanya asem banget, lagi datang bulan? Kalau iya Aku beliin Kiranti ya ?” ucap nya sedikit bercanda.


“ kalau ngomong jangan ngawur ya kak ! bisa berabe kalau sampe ada yang dengar, bisa-bisa aku masuk Grup Wa lagi jika ada yang tahu. Kan gak enak aja sama yang lain jika aku terus-terusan yang jadi topik pembicaraanya, berasa artis kontroversial tahu gak?” beo nya tak mau berhenti.


Bukanya mendengarkan, dokter Iqbal malah gagal fokus dengan bibir mungil Nabila yang sedari tadi isi nya ocehan melulu. Rasa nya ingin sekali membungkam mulut tersebut agar berhenti dari omelanya yang tiada henti sedari tadi.


“ Habis nya kamu marah-marah mulu dari tadi, memang nya ada apa sih? Butuh bicara?"


Nabila hanya menatap nya datar kemudian melanjutkan jalan nya, membuat dokter Iqbal menarik ujung baju wanita yang bibir nya sudah di monyongkan tiga senti itu dengan kuat.


“ Kak pliss…Udah, jangan sekarang okey? Aku laper mau makan.” Jawab nya apa ada nya, lagian ya... memang sekarang ini ia butuh Nasi dan ***** bengek nya agar otak nya segera tercerahkan.


“ Loh ? ternyata bisa merasakan lapar juga ya kamu ? aku kira udah lupa caranya makan ?”


“ Yeee.... enak aja ! emang nya kakak kira saya ini apa? makhluk luar angkasa? Sampai-sampai tak membutuhkan makan? Aku ingatkan kan ya kalau-kalau kakak lupa, meski kurus begini aku juga makhluk tuhan yang masih butuh makan, minum.” Kata Nabila ngedumel.


Wanita itu menepis kasar tangan dokter Iqbal dari lengan baju nya, lalu mendengus lelah dan pasrah. “ Tadi ngajakin makan kan? Ya udah ayok keburu kakak nanti yang aku makan, mau?" Kata Nabila ngasal sambil berjalan mendahului tak peduli, dia tak tahu saja jika ucapanya itu bisa saja di salah artikan lain oleh orang-orang yang mengerti saja.


Dokter Iqbal tersenyum lalu menggeleng sebentar melihat kepolosan wanita berhijab di hadapanya saat ini.


Bagaimana ia tak merasa gemas? Jika setiap kali bertemu dengan gadis ini ada – ada saja tingkah yang membuat nya tersenyum geli? Umur boleh saja hampir kepala tiga tapi kepolosanya melebihi anak SMP yang baru gede kemaren sore.


Mana mungkin ia tak semakin jatuh cinta pada sosok tersebut? Wanita sempurna dan istimewa yang selalu menjaga mahkota nya dengan rapi dan indah. Seperti mutiara berkilau yang tersimpan di dalam karang yang masih tertutup rapat, begitulah spesialnya seorang Nabila.


Itu sebab nya dokter Iqbal sampai saat ini masih setia menunggu meski tak segera mendapat balasan setuju, sebab tahu betul jika ingin mendapatkan barang yang berkualitas tinggi, bukankah memang di butuhkan waktu dan usaha yang tidak sebentar? Jadi biarkan saja dokter Iqbal dengan segala usahanya dan membiarkan sang takdir berjalan dengan semestinya.

__ADS_1


__ADS_2