
Waktu bersantai telah usai, setelah seminggu Nabila mengambil cuti libur untuk acara pernikahanya kini dia harus kembali ke rutinitas awal. Menjalankan kewajiban untuk menolong menyembuhkan banyak orang sakit.
Kedatanganya di rumah sakit sudah di tunggu, terutama oleh si dokter posesif yang selalu meneror nya dengan banyak nya panggilan telepon dan pesan yang terus menerus di kirim nya selama dia cuti.
Nabila di landa frustasi, sungguh ia lebih mirip seperti wanita berselingkuh belakangan ini. Selalu sembunyi-sembunyi mengangkat telpon di malam hari hanya untuk menghindar dari Bhintara sang suami, Agar tak menaruh curiga kepada nya.
Entah sampai kapan semua ini ia jalani, Nabila sangat bingung. Dia tahu betul ini dosa, tapi ia terpaksa harus melakukan itu demi menjaga perasaan ke duanya.
Sebenar nya ada ke inginan kuat untuk memberitahu dokter Iqbal tentang pernikahanya, tapi…Nabila takut membuat hati laki-laki yang selama ini begitu sangat baik pada nya merasakan kecewa.
Dia belum seberani itu untuk berkata jujur. Pernikahan terjadi dengan cepat, dari lamaran hingga akad semua terjadi secara kilat dan tanpa persiapan apapun.
Rencana nya sembari menugu waktu pernikahan tiba, dengan perlahan Nabila ingin memberitahukan segala nya pada dokter Iqbal untuk menyuruh nya berhenti saja. Tak usah lagi menunggu jawaban cinta dari nya.
Tapi sial nya semua itu belum sedikitpun terealisasikan, karena keburu dari pihak Bhintara yang langsung menetapkan tanggal pernikahan tanpa mendiskusikan langsung denganya terlebih dahulu.
Itu membuat nya gila !
Nabila seperti terjebak ke dalam cinta yang di tawarkan ke duanya.
Dia tak ingin membuat dosa dengan terus menerus berbohong pada suaminya, namun di sisi lain hati Nabila juga tak isa berkhianat jika nama dokter Iqbal juga sangat berarti di hidup nya.
Sekarang pukul 06.00 pagi. Dia sudah siap dengan atasan blus polos warna karamel yang di padukan dengan bawahan Rok plisket warna senada dan phasmina panjang yang melilit indah di kepala nya.
Nabila sudah siap menghadapi hari senin yang Toxic menurut sebagian orang dengan penampilan paripurna. Siap bertempur dengan alat-alat kesehatan di ruanganya.
Terakhir gadis yang masih perawan itu menyemprotkan parfum keluaran Chaenel yang merupakan kado pernikahan dari Zahra keseluruh badanya.
Dan tak lupa juga mengecek kembali riasan di wajah nya sembari melirik ke arah pintu. Menunggu kedatangan seseorang yang sejak tadi malam tak kunjung kembali ke kamar setelah perdebatan itu.
Pagi ini Nabila berinisiatif untuk meminta maaf pada sang suami, atas perkataanya tadi malam yang mungkin sudah melukai hati Bhintara.
Namun sejak tadi Nabila menunggu, laki-laki itu tak sedikitpun terlihat batang hidung nya muncul di sana.
Nabila melirik ke jam tangan mewah Cartier milik nya sekali lagi. Jarum sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi.
Dan jika dia terus menunggu Bhintara yang tak kunjung datang ke kamar, bisa-bisa nanti ia akan terlambat sampai ke rumah sakit jika tak lekas berangkat sekarang juga.
Dengan hati terpaksa Nabila menyambar tas milik nya dan langsung melesat menuruni tangga menuju meja makan, dengan menyapukan mata ke seluruh ruangan untuk mencari-cari keberadaan sang suami.
Lalu pandanganya terpaku pada satu titik. Sebuah sarung yang di kenakanya tadi malam tergeletak sembarangan di atas kursi ruang tamu.
Nabila membelokan kaki nya kesana. Mengambil kain bermotif kotak-kotak itu dan melipat nya rapi. Kemudian menaruh nya kembali di atas sofa.
“Jadi semalaman dia tidur di sini?” Gumam Nabila.
Lihat? baru seminggu jadi istri saja dia sudah kurang ajar begini, terlihat mirip seperti istri yang kejam terhadap suami
Sembari berjalan ke arah dapur ia berteriak “Mas…! Mas…mas Bhintar !! “ panggil Nabila keras, sambil mengedarkan pandanganya mencari keberadaan sang suami.
Mendengar teriakan istri dari Gusnya, Mbok Marni yang sedari tadi sibuk di belakang kini berlari ter gopoh-gopoh untuk menghampiri Nabila.
“Nduk Nabila kenapa? Ada yang bisa Mbok bantu neng?”
“Lihat Mas Bhintar gak Mbok? Pagi-pagi kok udah sepi?”
Wanita tua itu tersenyum “ Oh itu..anu nduk, Umi sama Kyai Abdullah bakda subuhan tadi langsung pergi ke magelang untuk mengahadiri pernikahan anak saudara di sana. Sedangkan Gus Bhintar dari jam enam tadi sudah berangkat ke kampus di buru-buru sekali neng.”
What? sepagi itu ! yang benar saja. Mahasiswanya saja paling-paling masih pada bobok cantik di rumah masing-masing, lah ini......?
Nabila manggut-manggut mendengarkan “ Oh ya sudah kalau begitu Mbok, apa tadi Mas Bhintar sudah sarapan ?”
Mbok Marni menggeleng “ Seperti nya tadi Gus Bhintar belum sempat sarapan deh Neng.”
Ya Allah…istri macam apa aku ini, yang di hari pertama suami masuk kerja malah tak bisa melayani nya dengan baik dan benar.
“ Padahal tadi sarapan sudah siap semua di meja makan Nduk, tapi sepertinya memang Gus Bhintar sangat buru-buru sekali “
__ADS_1
Nabila termanggu
Apa ini cara dia untuk menghindari ku? Allahu Akbar ! baru awal-awal pernikahan saja sudah bertengkar seperti ini, terus bagaimana dengan hari-hari nya nanti .
Nabila terlihat menghela
napas nya kasar, ingin langsung berpamitan saja pada Mbok Marni untuk segera berangkat ke rumah sakit sekarang juga.
“Ya udah kalau begitu Mbok, Nabila berangkat dulu ya Asalamualaikum.”
“Tunggu Non ! “
Nabila berhenti “ Iya Mbok ada apa lagi?”
“ Tadi Mbok di pesen sama Gus Bhintar, katanya nanti kalau neng Nabila berangkat di suruh bawa Mobil beliau yang ada di garasi.”
Nabila mengernyit heran, sebenar nya apa yang ada di pikiran Bhintara sekarang ini? kenapa malah menyuruh dia memakai mobil nya? Bukanya kemaren dia sudah meminta izin, jika hari ini Setelah pulang dari rumah sakit ia ingin pergi ke rumah nya yang ada di jawa timur untuk mengambil Mobil nya?
Terus ini maksud nya apa? tak boleh kah?
"Loh ! kalau beliau menyuruh saya membawa mobil nya, terus tadi Mas Bhintar pergi naik apa Mbok? "
" Anu Neng, tadi... G-guus Bhintar di jemput sama Neng Aulia. "
Aulia? seperti nya nama itu tak asing, tapi siapa?
"Aulia siapa Mbok? " tanya Nabila penasaran.
Mbok Marni terlihat panik " Itu... Aduh, gimana ya Neng Mbok takut salah bicara. Bagaimana kalau Nduk Nabila sendiri saja yang tanya langsung ke Gus Bhintar? "
Sebenar nya Nabila sudah sangat penasaran sekali dengan siapakah gerangan si gadis bernama Aulia tersebut, namun ia tahan karena tak mau mendesak Mbok Marni juga untuk memberitahukan siapa sosok itu.
“Oke Mbok kalau begitu, Nabila berangkat sekarang ya Asalamualaikum”
" Iya Neng hati-hati, waalaikum salam"
Dengan tergesa-gesa sekali Nabila berjalan menyusuri lobi rumah sakit sambil mengerlingkan mata memperhatikan sekitar.
Tampak dari sebagian dari orang-orang yang memakai seragam putih –putih sedang bergumul membentuk kumpulanya sendiri dan…..bergosip.
Dia menggelengkan kepala tersenyum simpul melihat nya, lalu tanpa sengaja mata Nabila menemukan suster Naomi ada di grombolan tersebut.
“Suster Naomi “ Panggil Nabila.
Yang di panggilpun menoleh, kemudian berlari kecil ke arah nya “ Eh dokter Nabila, akhir nya hari ini berangkat juga ya Welcome to the junggel dok. Hehehe “
Nabila terkekeh pelan “ Apa sih kamu Nom? Bercanda aja kerjaanya, btw hari ini udah ada berapa pasien yang bikin janji ?”
“Haduh.... " dia mengibas-ngibaskan tanganya kedepan dengan jengah " Selow donk! Bu dokter cantik..baru juga berangkat, udah langsung main gas-gas aja. Ini masih pagi loh dok, gak mau gitu denger gosip dulu?” tawar si ratu gosip.
Nabila menoyor kepala suster Naomi pelan “ Gosip, gosip gundulmu ! udah ayo masuk.“ Canda Nabila pada suster Naomi. Kemudian menarik tangan perempauan gaul itu menuju ruanganya.
“ Aduh…aduh…kalem donk dok, nanti kalau aku sakit gimana? gak ada yang ngasih tahu dokter loh ! kabar terpanas abad ini semenjak di tinggal dokter satu minggu yang lalu.”
Nabila mengernyit, menggeleng kecil. Kemudian menaruh tas ke atas meja dan langsung membuka buku jurnal milik nya, enggan mendengarkan berita yang akan di sampaikan Naomi si tukang lambe-lambean dengan malas.
Tak mendapat respon baik dari lawan bicaranya, Naomi langsung ngacir duduk di hadapan Nabila dengan senyum jahil khas wanita tersebut.
“Dokter “ panggil nya manja.
“Hem…..” jawab Nabila malas-malasan.
Terdengar si tukang gosip itu berdecak lirih “ Jadi dokter beneran gak mau denger gosip yang satu ini? lagi jadi trending topic loh semingguan ini, tanpa mau bergeser sedikitpun dari pergosipan yang ada."
Nabila masih diam fokus pada buku jurnal terlihat mencoret-coret di sana.
"Bahkan berita tentang Pernikahan Anak Ustadz terkenal yang di rahasiakan tapi masih saja ketahuan sama kekuatan Henpond jadul, masih kalah pamor nya loh dengan berita yang satu ini dok”
Nabila mendongak, menatap suster itu dengan tatapan jengah “ Kamu lagi ngomongin apaan sih Nom? Gak ngerti lagi deh…udah balik kemeja mu sana ! “ Jawab Nabila.
__ADS_1
Suster Naomi terkesiap, menghembuskan napas nya kasar kemudian berdiri dari tempat nya menampilkan wajah cemberut.” Yah, sayang sekali. Padahal ini menyangkut tentang dokter koas itu dan dokter Iqbal yang………”
“Siapa ?”
Naomi menyunggingkan senyum jumawa, akhir nya dokter dingin itu kepancing juga.
Dia kembali duduk di tempat nya tadi, sedikit mencondongkan badan ke arah Nabila berbicara lirih seperti berbisik. “ Dokter Iqbal sekarang udah punya pacar baru.”
Nabila membelakan mata kaget “ Jangan asal ngawur kamu ya Nom ! nanti kalau kenyataanya gak seperti itu, jatuhnya malah bisa jadi fitnah lo “
“ Loh ? emang faktanya begitu, dokter kalau gak percaya sama ucapan saya tanya aja sama temen-temen yang lainya, lawong gosip nya aja udah nyebar ke seantero rumah sakit. “
Nabila terdiam, memikirkan sesuatu.
“ Dokter, anda gak papa kan? Aku juga awal nya gitu gak percaya. Tapi setelah aku melihat nya dengan mata kepala sendiri seperti nya memang benar yang di katakan orang-orang, bahwa dokter Iqbal sekarang ini sedang menjalin hubungan spesial dengan salah satu koas yang bernama Zahra Zahra itu.”
“ Zahra ?”
Suster Naomi mengangguk “ Iya dok nama dokter koas itu Zahra kalau gak salah, orang nya cantik kayak dokter Nabila gini. Dan…Damege nya itu loh ,,,,beeuhhh. Gak nahan ! ” dia mengibas-ngibaskan tanganya seperti kepanasan “ Auranya njiir…bikin para dokter muda di sini meronta-ronta ingin di sapa, sebelas dua belas mirip banget sama anda yang sok misterius tapi bikin semua orang gemes.”
Tuk
"Aow !"
Satu buah pulpen yang sejak tadi di pegang oleh Nabila mendarat mulus di kepala Suster Naomi, membuat nya merintih kesakitan.
“ Kok jadi aku yang di pukul sih? harus nya anda itu mukulin si Zahra..Zahra itu kalau dokter cemburu ! bukanya aku .” sungut nya kesal.
“ Apa ! cemburu ? ”
Suster Naomi mengangguk sambil cemberut “ Iya, pasti dokter cemburu kan sama Zahra? Karena udah rebut hati dokter Iqbal dari yang awal nya bucin akut sama anda, sekarang jadi berpaling ke dokter Zahra.”
Allahu akbar ! bisa-bisa nya di hari pertama ia masuk, dia sudah di suguhkan dengan gadis jadi-jadian kayak si Naomi ini. Bikin Nabila mengurut dada saja.
“ Naomi.” Desis Nabila tajam.
“Iya Dok ! “ jawab nya tersenyum antusias.
“Mending segera kembali ke meja gih, sebelum otak kamu yang nyleneh itu tambah memikirkan hal-hal yang aneh lagi. Ngeri aku lama-lama Nom ngedengirinya.”
Senyum Naomi langsung luruh seketika tergantikan dengan decakan lirih penuh kekesalan.
“ Huft ! Oke..oke aku keluar sekarang! “
Nabila mengangguk, menampilkan sederetan gigi nya tersenyum paksa sambil memberikan dua jempol nya untuk perempuan itu.
“ Good….”
Klek.
Terdengar suara pintu tertutup.
Setelah Naomi keluar dan menutup pintu, Nabila menghela napas nya kasar, menyandarkan tubuh nya pada kursi memejamkan mata.
Ada sedikit rasa aneh di dirinya saat mendengar kedekatan sahabat nya dan juga Dokter Iqbal tadi.
Apa benar? Dia ikut bahagia melihat keduanya. Bukankah memang ini yang di ingini Nabila sejak awal.
Kalau begitu ini perasaan apa?
Nabila meremas dada kiri nya, bertanya-tanya dalam hati. Sebenar nya apa yang sedang di rasakanya saat ini.
Seketika Nabila membuka mata, kemudian menggelengkan kepala mengenyahkan segala rasa yang tak sepantas nya di rasakanya sekarang.
Gak ! gak ! dia bahagia. Ikut senang melihat sahabat nya bersatu dengan laki-laki yang memang pantas untuk mendampinginya.
Iya. Itu yang di rasakanya sekarang bukan yang lain.
Jangan lupa like, vote dan comenya. Trimaksih.
__ADS_1