Cinta  Untuk Nabila

Cinta Untuk Nabila
Terbongkar nya Rahasia


__ADS_3

Mungkin bagi beberapa orang, sebaik-baik nya cara untuk menyelesaikan masalah yaitu dengan bicara panjang lebar dan membahas permasalahan itu secara tuntas. Hingga menemukan cara yang pas untuk jalan keluar nya. Tapi...mungkin cara itu juga tidak terlalu berlaku untuk segelintir orang yang lebih memilih diam untuk menghindari segala penyesalan, yang mungkin akan muncul di kemudian hari dan membuat mereka selalu merasa bersalah.


Jadi, mungkin Nabila masuk dalam kategori orang yang lebih memilih diam dari pada mencari penjelasan untuk menghindari segala masalah, yang akan terus berkepanjangan jika dia mengetahui alasan nya.


Mobil mereka sudah berhenti di halaman Rumah Kyai Abdullah sejak lima menit yang lalu, tapi bukan nya turun Nabila malah masih terus termenung di dalam nya. Entah apa saja yang di pikirkan perempuan itu sampai tak menyadari jika laju mobil sudah berhenti. Dan Bhintara lagi-lagi hanya bisa memperhatikan ke_terdiaman sang istri dari samping, tanpa mau mengganggu nya sama sekali.


"Aku gak mau masuk! " Ucap Nabila tiba-tiba dengan pandangan lurus ke depan tak mau menoleh sedikitpun.


Terdengar suara helaan napas panjang dan begitu berat yang mengusik pendengaran Nabila, namun lagi-lagi dia tak mau peduli sama sekali dengan perasaan sang suami. Apa memang laki-laki itu bisa se_ frustasi itu?. Tanya Nabila dalam hati.


"Masuk dulu ya, biar mas jelasin nanti semua nya di dalam. "


"Gak! " Nabila tetap kekeh dengan pendirian nya, menepis lagi tangan Bhintara untuk yang ke sekian kali nya.


" Sebenarnya untuk apa sih Mas? Jenengan bawa aku ke sini. Apakah Mas ndak bisa menyelesaikan masalah kita sendiri, sampai harus bawa-bawa Umi dan Abah juga? " Protes nya tak terima.


Kali ini Nabila sampai menoleh ke arah Bhintara, menatap sinis suami nya yang terlihat lelah seperti diri nya.


"Mas bukanya ndak bisa menyelesaikan masalah kita sendiri, hanya saja Mas perlu bantuan kedua orang tuaku dan orang tua mu untuk meluruskan segala masalah ini. Sebab mereka semua juga turut andil di dalam nya. "


Nabila mengernyit kan dahi nya tak habis pikir. "Apa maksud Mas Bhintar?" Tanya Nabila bingung " Jadi..Bunda juga ada di sini! " Teriak Nabila kemudian tanpa sadar, dengan menampilkan ekspresi terkejut.


Bhintara hanya mengangguk saja tanpa mau menjawab untuk menanggapi. Lalu begitu saja keluar meninggalkan Nabila yang semakin bingung dengan keadaan saat ini, mengapa bisa sampai ada sang Bunda juga yang ikut andil di dalam nya? Maksud nya apa!. Ingin sekali ia memilih diam saja di dalam mobil untuk memperpanjang waktu untuk berpikir. Tapi suaminya sudah membukakan pintu mobil dan menyuruh nya ikut turun.


" Masih ingin terus berfikir, atau mau masuk ke dalam dan mendengarkan penjelasan nya? "


Sungguh! itu adalah kata-kata yang sangat menyinggung hati Nabila saat ini. Sedikit meremehkan kemarahan nya, yang seolah-olah semua ini adalah masalah kecil yang hanya di besar-besarkan saja oleh nya. Padahal kan harus nya tidak begitu?

__ADS_1


Nabila akhirnya pasrah saja dan mengikuti kemana laki-laki itu terus berjalan. Sebab ia sudah terlalu lelah untuk menerka-nerka apa yang sebenarnya di sembunyikan mereka semua dari nya. Tapi.. tunggu! Kenapa seperti nya ramai sekali? Bahkan jika lebih teliti lagi memperhatikan sekitar, mengapa parkiran yang lumayan luas itu bisa sampai penuh begitu.


"Mas Bhintar tunggu! " Sela Nabila, membuat gerakan Bhintara yang ingin membuka pintu terhenti.


"iya? " Jawab Bhintara cepat.


"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa sepertinya banyak sekali orang yang datang? "


Bhintara hanya menampilkan sedikit senyum terpaksa saat menanggapi pertanyaan Nabila, memilih mengabaikan rasa penasaran perempuan itu dan memilih membuka pintu. Mempersilahkan istri nya untuk segera masuk. " Masuklah, semua Orang sudah menunggu kedatangan mu. "


Dan begitu terkejut nya Nabila saat melihat keberadaan sang Bunda ada di sana. "Loh? Bunda! " Pekik nya terkejut.


Nabila sama sekali tak menyangka. Orang yang baru tadi pagi ia kabari keadaanya, bahwa dia baik-baik saja seperti biasanya dan sedang bahagia, kini sudah ada di sini bersama nya. Dan lebih membuat nya kaget lagi saat diri nya juga menemukan wanita itu duduk di samping sang Bunda.


"Anda?! " Langkah kaki Nabila yang ingin berjalan menghampiri Bunda nya terhenti, lalu menatap bingung pada semua orang yang ada di sana terutama Bhintara. Khusus teruntuk laki-laki itu, Nabila memandang nya lama. Seolah ingin meminta jawaban atas keberadaan perempuan itu di sini.


" Kamu tenang dan duduk dulu, jangan langsung seperti itu. Kasihan Bunda yang sejak tadi menunggumu. " Kata Bhintara dengan meraih tangan Nabila.


Nabila semakin takut melihat wajah tenang mereka semua, dan ingin sekali menangis saat menyadari jika di sini, seperti nya ia sendiri yang sedang tersakiti.


" Nduk, setidak nya ucapkan salam dulu pada ibu Mu. " Sela Kyai Abdullah dengan nada tenang. Dan dari dulu Nabila memang tidak bisa jika harus menolak permintaan beliau.


"Asalamualaikum Abah.. Umi.. " Ucap Nabila, dengan mendatangi mereka satu persatu. " Bunda, Asalamualaikum. Jenengan sehat kan Bun? " Tanya Nabila dengan raut khawatir, sebab terakhir kali ia mendapat kabar tentang ibu nya kesehatan beliau sedang drop.


"Bunda Alhamdulillah sehat. " Balas wanita paruh bayah tersebut dengan memeluk tubuh Nabila sayang." Bunda kangen sama Nabila, sing sehat-sehat ya nduk. " Ucap wanita renta itu sambil membingkai wajah Nabila dengan sayang.


Nabila mengangguk lalu tersenyum, tak lupa juga memeluk tubuh ringkih itu dengan erat. Sungguh, dia sangat menyayangi wanita yang telah melahirkan nya ini. " Injih Bunda. "

__ADS_1


Wanita yang hari ini sedang mengenakan jilbab warna hitam itu hampir saja menitikkan air mata, jika saja panggilan Umi Khadijah tak menyela momen tersebut. "Nduk Nabila. Duduk sini, sebelah Umi. Ada yang mau kita omongin sama kamu"


Nabila menoleh, melepaskan pelukan nya lalu beralih duduk di samping Umi Khadijah. " Ngapunten Umi, sebenarnya ini ada apa? " Tanya Nabila yang memang sudah sangat penasaran sedari tadi.


Mendengar pertanyaan menantu nya yang sudah tak sabar, Umi Khadijah justru malah diam. Melirik ke arah Kyai Abdullah dengan tatapan cemas, yang justru di balas dengan tersenyum dan menarik napas panjang.


" Nduk Nabila, apakah kamu tidak mau berkenalan terlebih dahulu dengan tamu yang di sebelah Bunda mu itu? Dia sungguh menantikan jabatan tanganmu sedari tadi. Bahkan ia rela menunggumu sedari siang di sini dan sangat mengkhawatirkan keadaanmu. "


Nabila mengernyitkan dahi nya tak mengerti. Semakin membuat nya bingung " Maaf abah, sebenarnya ini ada apa? Dia bukanya hanya sahabat nya mas Bhintar? Bagaimana beliau bisa mengkhawatirkan keadaan saya? "


"Datangi lah dia nduk, ajaklah berkenalan. "


Di tatap nya wanita yang sedari tadi menunduk itu dengan rasa penasaran yang semakin meninggi. Nabila menurut dengan ucapan Kyai Abdullah. Mendatangi perempuan itu untuk menjabat tangan nya. " Hai, Assalamualaikum Mbak.... Aulia?! Benar bukan? kalau gak salah anda adalah sahabat nya Mas Bhintar yang waktu itu kita pernah ketemu di restoran kan? "


Wanita itu mengangguk, membalas uluran tangan Nabila. Meski sedikit ragu. "Waalaikumsalam, iya benar. Namaku Aulia. Tapi maaf, kali ini aku ingin mengenalkan diri sebagai istri nya Mas Bhintar, bukan sebagai sahabat nya. "


"Hah! Apa?! "


Telinga nya tiba-tiba berdenging. Perut yang sedari pagi hanya di isi dengan tiga gelas teh hangat saja kini mulai memberontak mual, dan mungkin itu yang menyebabkan ke dua kaki nya gemetar. Pandangan nya mulai buram dan berubah gelap saat teriakan orang-orang yang ada di ruangan tersebut berteriak memanggil nama nya.


Nabila akhirnya menyerah. Mencoba mengistirahatkan tubuh nya sebentar dari segala keterkejutan yang di dapati nya secara bertubi-tubi seharian ini. Dan akhirnya Dia memilih pingsan, Agar terhindar dari semua masalah yang menyesakan nya dari tadi.


...***...



Gimana-gimana? Udah ada titik terang nih.

__ADS_1


Masih mau lanjut gak? kalau masih mau, kasih like sama vote nya dulu yang banyak! Biar semangatπŸ˜„


Semakin banyak yang Vote, maka semakin sering juga update nya. hihi✌


__ADS_2