Cinta  Untuk Nabila

Cinta Untuk Nabila
Tak se simple itu.....


__ADS_3

...π‘΄π’†π’π’–π’‘π’‚π’Œπ’‚π’ π’•π’Šπ’…π’‚π’Œ π’‚π’Œπ’‚π’ 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 π’Žπ’–π’…π’‚π’‰. 𝑲𝒂𝒓𝒆𝒏𝒂 π’Žπ’†π’“π’†π’π’‚π’Œπ’‚π’ π’šπ’‚π’π’ˆ 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒂𝒅𝒂 π’Žπ’†π’π’‹π’‚π’…π’Š π’•π’Šπ’…π’‚π’Œ 𝒂𝒅𝒂, 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒖𝒂𝒕𝒖 π’Œπ’†π’“π’–π’Žπ’Šπ’•π’‚π’ π’šπ’‚π’π’ˆ π’ƒπ’†π’π’–π’Ž 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒖 π’Œπ’‚π’Žπ’– 𝒕𝒂𝒉𝒖 π’“π’‚π’”π’‚π’π’šπ’‚....



Dua mobil mewah terlihat sedang beriringan masuk ke dalam halaman sebuah rumah bergaya joglo modern, khas rumah adat tradisional jawa tengah yang terlihat sederhana namun sangat terawat dan juga asri.


Pengemudi dari mobil miniCoper berwarna merah turun terlebih dahulu, setelah mematikan mesin mobil nya. Yang tak lain dan tak bukan yaitu Nabila si pemilik rumah tersebut, sedangkan di belakang nya di ikuti oleh Zahra yang mengendarai mobil BMW hitam dengan mengedarkan pandangan nya ke area sekitar rumah.


β€œGila, berasa di jawa tengah aku. Bukan di jawa timur.” cerocos nya sambil menghampiri Nabila yang berada di depan nya.


β€œBukan lagi.” Jawab nya santuy dengan mengibaskan tangan nya ke arah depan memperlihatkan wajah angkuh namun hanya bercanda saja.


Kedua nya terkekeh pelan, lalu Nabila segera menggandeng tangan Zahra untuk ia ajak masuk ke dalam rumah.


Ceklek….


β€œAsalamualaikum, aku pulang ! ” Ucap Nabila sambil membuka pintu rumah dengan ceria dan semangat.


Namun, berbeda dengan Zahra yang malah mengernyitkan dahi nya karena heran. Sebab jika di lihat dari situasi di area sekitar rumah, seperti nya tidak ada satu orang pun. tapi, kenapa teman nya itu malah berkelakuan seakan-akan ada seseorang di dalam nya.


β€œDi rumah ada siapa aja Bil?” tanya Zahra kemudian, karena merasa penasaran. Yang langsung di balas oleh sang empu nya dengan gelengan.


β€œGak ada siapa-siapa di rumah.” Jawab nya, melangkah ke dalam setelah membuka kunci pintu rumah nya.


"Yuk masuk. "


β€œJadi selama ini kamu tinggal sendirian?”

__ADS_1


Zahra kembali bertanya sembari masuk mengikuti Nabila dari belakang, dan setelah dia melihat sofa yang berada di ruang tamu, ia langsung menghempaskan tubuh nya dan duduk di sana. Melepaskan penat setelah seharian penuh menempuh perjalanan dari jogja ke jawa timur dengan menyetir sendirian tanpa seorang supir.


β€œ He’em.”


Nabila juga ikut duduk di sebelah Zahra dan menyandarkan punggung nya di sandaran kursi, namun hanya sebentar sebab ia langsung berdiri menaruh tas nya di sana dan berjalan menuju ke arah dapur rumah.


β€œMau minum apa?.” Teriak nya pada Zahra sok basa-basi dengan gaya membuka kulkas, yang sebenar nya ia tahu hanya ada air putih saja di sana. Sebab selama ini ia jarang berbelanja. boro-boro mengisi kulkas, pulang ke rumah saja syukur alhamdulilah. Karena memang dia jarang pulang dan lebih suka menghabiskan waktu nya di rumah sakit dengan suasana ramai ketimbang memilih pulang yang terasa sepi.


Zahra bangun dan berjalan mengikuti Nabila ke arah dapur, lalu duduk di meja pentri dengan menggosokan tanganya memerika debu yang menempel di sana, dia melirik ke arah kulkas yang terlihat kosong. Berfikir sejenak tentang keadaan rumah ini, semuanya memang tertata rapi tapi tak dapat di pungkiri jika Rumah ini jarang di tinggali. Dan sebenarnya apa yang terjadi dengan Nabila? kenapa setelah empat tahun tak bertemu banyak sekali teka-teki yang di simpan oleh sahabat nya itu?


β€œAku yakin pasti kamu jarang pulangkan.?” Celetuk nya dengan mengelengkan kepala tak habis fikir dengan kelakuan perempuan satu ini yang seperti nya selama ini tak menjalankan hidup dengan baik dan normal.


Nabila menyodorkan satu gelas minuman pada Zahra lalu ikut duduk di sebelah nya. β€œ Gak juga, gue pulang kok meski lebih sering di rumah sakit sih.”


Hening sebentar, tak ada satu kata pun di antara mereka berdua setelah itu.


β€œQur’an surat Huud ayat 101” Ucap Zahra memecah keheningan setelah meminum air pemberian Nabila dan meletakanya ke meja.


β€œHah” Nabila membuka mata melihat ke arah Zahra dengan tatapan tak mengerti.


β€œDi larang mendzalimi diri sendiri.” Ucap nya lagi tanpa menghiraukan kebingungan Nabila.


β€œMaksud nya?”


β€œKamu mendzalimi diri sendiri dengan tidak merawat tubuh kamu dengan baik dan benar, sering melalaikan waktu makan, tidak istirahat dengan cukup dan lupa membahagiakan diri sendiri. Kamu tahu, ALLAH haram kan surga bagi manusia yang menganiyaya diri nya sendiri.” tutur Zahra menjelaskan.


Nabila hanya diam, merasa tertegur dengan ucapan Zahra kali ini yang sangat menohok hati nya. Tapi bukan nya jujur dan membicarakan semua ia malah keras kepala dengan ingin terus menyembunyikan kehidupanya selama ini yang jauh dari kata normal dari Zahra yang sudah kepalang basah mengetahuinya.

__ADS_1


Tiba-tiba dia berdiri, berlenggak lenggok di hadapan sahabat nya dengan mengibaskan gamis nya ke sana kemari, dan jangan lupakan tawa palsu nya yang sangat terlihat menyedihkan di mata Zahra.


β€œMendzolimi diri sendiri seperti apa yang kamu maksud hem? Lihat !! aku baik-baik saja saat ini.” elak Nabila yang masih bersikeras tak ingin menampilkan kehidupan nya yang berantakan selama empat tahun terakhir ini.


β€œCkkk, menyedihkan !"


Terdengar suara decakan samar di sela-sela kegiatan yang sedang di lakukan Nabila di sana. Namun tatap saja sebera keras usaha nya untuk terlihat baik-baik saja dan bahagia, semua seakan sia-sia jika sudah di hadapan Zahra, karena wanita berkhimar coksu itu tak se bodoh itu untuk di kelabuhi.


β€œTahu gak Bil? Bahagia Versi kamu itu terlalu abu-abu buat di mengerti. Karena di balik kata baik-baik milikmu itu, justru malah terlihat sangat jelas jika kamu sedang tidak baik-baik saja di mataku.”


Kemudian Zahra berdiri dari duduk nya, berjalan menuju ke arah sofa dan menyambar tas ber merek chanel milik nya seraya berkata β€œ Di mana kamar nya? Aku mau istirahat capek.”


Nabila hanya bisa diam terpaku di tempat nya, menghembuskan napas nya kasar lalu menunjuk sebuah pintu kamar yang berada di pojokan ruangan dengan lemas.


β€œDi sana.”


Zahra mengangguk dan berjalan masuk lalu membuka pintu kamar tersebut.


Di pandangi nya se isi ruangan dengan tatapan heran dan senyuman miring.


Di sana ia hanya melihat satu buah meja kecil dan satu buah almari tanpa meja rias di dalam nya, dindingnya yang putih polos menandakan jika kamar tersebut seperti tak berpenghuni padahal jika mengingat kamar Nabila terdahulu ia sangat gemar mendekor kamar tidur nya dengan semenarik mungkin, yang isi nya banyak sekali pernak-pernik lucu di dalam nya, dan sangat suka sekali mengganti walpaper dinding dengan warna ke sukaan nya yang membuat nyaman jika orang lain mesuk ke dalam nya.


Tapi kenapa sekarang, malah justru terlihat kebalikan nya? kamar ini seperti tak di rawat yang seolah di biarkan mati dengan warna cat putih yang hampir mendominasi, seperti tak pernah di tinggali.


" Bil ini..... " Ucap Zahra menggantung karena tiba-tiba Nabila melangkah menerobos masuk mendahului Zahra.


Berjalan mendekati jendela, lalu menyibak korden berwarna putih polos dan berdiri lama menatap gerimis di luar sana dengan tatapan sendu.

__ADS_1


__ADS_2