
Mifa dan Iwan sudah sampai di supermarket terdekat dengan perumahannya, "selamat datang, selamat belanja", ramah pegawai setempat.
"nah, aku ke kanan, kamu ke kiri, kita kerja sama okey?", ucap Iwan sambil menaikkan dua jempolnya.
"ahaha...bisa aja, ya udah terserah Kak deh", ucap Mifa sambil memukul punggung Iwan dengan lembut.
Mifa dan Iwan berpencar saling berkerja sama. -15 menit kemudian-, "kak??, kak IWANN, dah nemu nih kak iwan di mana?", teriak Mifa.
"oh di sini, bentar aku kesana dekk", ucap Iwan yang sedikit meninggikan nada suaranya.
------
"terima kasih atas kunjungan anda", ucap pegawai sedang memberikan ucapan selamat tinggal.
"yok jalan", ucap Iwan sambil memegang tangan Mifa.
"hey Mifa", suara yang selalu menggema di telinga Mifa akhirnya muncul di supermarket.
"duh pak Rafael kok ada di sini si?", gumam Mifa sambil menundukkan kepalanya.
"dia kok tau namamu sih dek?", bisik Iwan.
"dia itu boss ku kak", ucap Mifa.
Rafael dengan cepat menghampiri Mifa dengan langkah kaki yang tegas, dengan raut wajah yang datar, namun sesekali nampak wajahnya yang tampan.
"kamu kok di sini, dan yang di samping mu itu siapa?, pacar? atooo...", ucap Rafael khawatir kepada Mifa.
"hemm bapak kan ga perlu tau, lagian bapak juga kenapa koo di sini?", tegas Mifa.
"berani banget kamu yah sama bosmu", ucap Rafael sesekali meninggikan nada suaranya.
"saya kaka sepupunya, Iwan saputra", ucap Iwan dengan menawarkan jabatan tangan.
__ADS_1
"saya bossnya, Rafael Pratama", ucap Rafael menerima jabatan tangan dari Iwan.
"dah yok pergi kak", ucap Mifa menarik tangan Iwan dengan kasar, berusaha meninggalkan tempat itu dengan cepat, tidak ingin melihat wajah bossnya itu yang menjengkelkan.
"Mifa kenapa sih?, kok marah² ?, apa marah sama aku yah?, aku ini salah apa sih?, dasar cewek musti bener", gerutu Rafael.
"hei kamu koo ninggalin bosmu begitu aja sih?, nanti kalo dipecat gimana?", ucap Iwan mengekor di belakang Mifa.
"tau gak Mifa itu sebelll banget sama bosku dikira sama Dadang gini kek, terus kesana kesini gak boleh, emang aku itu siapa nya sih?", ucap Mifa sambil menunjukkan wajah kesal nya.
"aduuhh...itu paling dia itu suka sama kamu adik kecill ku yang imut nan manis, kapan kamu peka sama cowok?, hah", ucap Iwan sambil menyubit kedua pipi Mifa.
whatt??,,,aku di naksir sama bos ku sendiri?, tapi aku gak suka aku sebellllllll", ucap Mifa sambil memegang kedua kepalanya.
"dah kak, jangan ngarang deh yokk", ucap Mifa sambil mempercepat langkahnya.
"makin gemeushh", ucap Iwan sambil mengekori Mifa dari belakang.
------
"heheh...gak mampir kamu?", ucap Iwan sembari membuka pagar rumah nya.
"gak kak, aku mau makan sekalian ngisi kulkas...hehehe", ucap Mifa sambil menyengir kuda.
"yaudah, dada adek ku sayang", ucap Iwan.
Mifa berjalan dengan cepat karna hari makin maghrib. "assalamualaikum", ucap Mifa sembari membuka pintu rumahnya.
"lebih baik aku sholat maghrib dulu aja", ucap Mifa menuju ke dapur sembari membuka kulkasnya.
setelah sholat maghrib, Mifa melepas ruko berwarna Rose Pink.
"tingg"
__ADS_1
(Mifa, apakah kamu sibuk?), massage from Rafael.
(g.), From Mifa.
(Kamu ko gitu?, singkat balesnya?), From Rafael.
Read
"gatau, aku mau masak dulu aja", ucap Mifa menaruh handphone nya di meja makan.
"drrtt...drrt...drrrt...", deringan handphone Mifa, membuat Mifa segera mengambil handphone nya yang berada di atas meja makannya.
"ya halo ada apa?", ucap Mifa sembari mendekatkan handphone nya di telinga kirinya.
"Mifaa...kenapa kamu gak bales pesan saya?, mentang² sekertaris jadi sombong", ucap Rafael.
"huffttt", Mifa menarik nafasnya dengan kasar. "pak saya itu tadi mau masak jadi gak sempet bales, tau gak pakkk?".
"oh, ya sempetin kenapa?", ucap nya.
"Mifa, besok ikut saya ke salah satu perusahaan ya?".
"hemmm gatau deh pak".
"harus datang, saya kasih alamat rumah saya, nanti jam 12 siang harus sudah ada di depan rumah saya". ucapnya.
"ya, kalo gitu assalamualaikum saya masih mau lanjut masak", ucap Mifa sambil menekan tombol berwarna merah di layar handphone nya.
"gatau ada orang masak apa?", ucap Mifa melanjutkan masak nya.
"hahh... akhirnya, aku udah ngantuk berat nih", ucap Mifa sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang berwarna putih.
-----
__ADS_1
"hoamm jam berapa ini yah?", ucap Mifa mengusahakan matanya terbuka lebar menatap layar handphone yang amat cerah. "astaghfirullah hall adzim!, Ya Allah udah jam setengah 5?, alarmnya kok gak nyala sih?".