Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
20-give me more time


__ADS_3

"lah itu tadi aja sampai sampai ada yang kenalan sama kamu, bahkan juga kamu udah ada yang kenal terlebih dahulu", Iwan menggoda Mifa.


"ishh,,kak, udah lah malu Mifa yok lanjut makan lagi".


Mifa dan Iwan keduanya sedang menikmati makanan yang ia santap sekarang, tidak peduli makanan itu membuat mereka berdua gendut atau semacamnya, yang jelas makanan itu sangat enak.


sementara itu Dadang tidak berselera makan sama sekali, walaupun itu makanan favorit Dadang yang di meja, tapi dia tidak ada selera sama sekali.


"sudah kak?", ucap Mifa yang baru saja selesai makan tidak lupa dengan minumannya.


"sebentar Mif, kakak tinggal dikit, tunggu sebentar yah", ucap Iwan.


----


"sudah yok, kita pulang", Iwan menggandeng tangan Mifa dengan lembut.


"iya kak, aku mau minum obat terus tidur dulu", Mifa mengekori Iwan dari belakang yang sedang menggandeng tangannya.


(obat?, dia sakit apa?).


"makasih kak, udah mau anterin sampai di depan rumah", Mifa turun dari motor Iwan sambil melepas helm tersebut.


"iya,,apa sih yang nggak buat adik sepupu ku ini, yang manja?", Iwan berusaha menggoda Mifa, dibalas dengan cengiran manis ala Mifa.

__ADS_1


"da da adik maniss", Iwan melanjutkan motornya untuk berlaju pergi meninggalkan Mifa.


"hufftt,, dasar", Mifa hanya menggelengkan kepalanya sambil mendengus kasar.


"assalamualaikum?", ucap Mifa sambil mendorong pintunya.


"wa'alaikumsalam, Mifa ini ayah", ayah pun langsung memeluk Mifa dengan lembut.


"ayah kangen yah sama aku?", Mifa membalas pelukan hangat dari sang ayahnya sendiri, ayah pun hanya mengangguk manja.


"duduk dulu non, tuan", ucap Bibi memecah keharmonisan antara anak dan ayah.


"iya, yah yok duduk".


"iya yah, ngomong aja gak usah tegang tegang gitu", ucap Mifa mencoba mencairkan suasana mencekam yang dibuat oleh ayahnya.


"ayah sudah bilang beberapa hari atau minggu lalu, bahwa kamu akan ayah jodohkan, mau tidak mau harus kamu terima", nada dingin yang menerkam ucapan ayah sangat sangat membuat Mifa terkejut, apalagi Mifa sedang sakit.


Mifa hanya diam dihanyutkan oleh tatapan kosongnya, tidak tau mau berbicara apa. "mak,,mak,,sud ayah?", tanya Mifa yang tidak percaya oleh ucapan ayah.


"ayah akan jodohkan kamu, tapi ayah akan membuka waktu kapan kamu bisa menerima perjodohan ini", lantur ayah.


"yah, tapi aku gak tau, apakah aku bisa nerima ini", air mata mulai menetes, Mifa hanya bisa memohon untuk menghentikan perjodohan ini yang tidak bisa diterima nya untuk saat ini.

__ADS_1


"ayah mengerti gimana perasaan mu saat ini, ayah akan kasih waktu entah itu sampai kapan, yang penting ayah akan menunggumu Nak", lantur ayah dengan mengelus kepala Mifa.


"yah, aku mau sholat sama tidur dulu yah, assalamualaikum".


*Brukk, Mifa melempar tubuhnya di atas ranjang yang amat empuk itu.


"minum obat dulu deh", Mifa bangun dari atas ranjang membuka semua obat yang akan ia minum sekarang.


setelah itu Mifa sholat isya agar tidak terlewatkan.


PRATAMA GROUP~.


Mifa berjalan sambil menekuk wajahnya, kini sakit yang dideritanya tidak terlalu parah, mungkin Mifa hanya perlu waktu istirahat saat waktu senggang.


(di jodohkan?, kenapa ayah tidak bilang dari dulu), batin nya dengan menekuk wajah nya.


"Mifaa,,", Renata sedikit teriak sambil menepuk pundak Mifa yang berjalan di depannya.


"astaghfirullah", kaget Mifa mencob untuk tenang.


----


sgni dl yh?, authr agk sbk mhn maaf

__ADS_1


__ADS_2