
"bibi, ada apa? cepat makan nanti makanan Bibi saya makan loh", gurau Mifa sambil menepuk pundak Bibi.
"oh, iya non maaf ya", ucap Bibi segera menyuapkan satu sendok ke dalam mulutnya.
(ku harap akan seperti ini terus).
Tiba hari dimana hari Reuni kampus Mifa di adakan, Mifa bersama sahabat nya. Ya, tepatnya Nana. Mifa menunggu di depan restoran ternama, entah siapa yang akan menraktir.
"tch, di mana sih Mifa ini? sedari tadi aku telepon gak di jawab jawab", kesal Nana yang sedang menunggu Mifa, padahal semua teman teman sekampusnya sudah tiba beberapa menit yang lalu.
"ada apa?, sayang?", ucap Andik suami Nana yang barusan menikah beberapa bulan yang lalu.
"ini loh, Mifa sahabatku gak dateng dateng, kesel deh", kesalnya sambil menghentakkan kedua kakinya ke lantai.
Andik tertawa kecil melihat kelakuan sang istrinya bak anak kecil. "nah, itu kalo gak salah Mifa, kan(?)".
"betulll!!!!Mifaa,,,aku akan membuat mu dimarahi lagi oleh kating", teriak Nana segera berlari menuju Mifa yang tidak tau apa apa, sementara teman teman lainnya hanya melihat drama yang mungkin seru untuk dilihat.
"eh, Nana. Kamu kesini sama,,,suami mu ya? udah bulan madu apa belum", Mifa menggoda Nana yang sedang mengajak Mifa duduk bersama di sebelahnya.
seketika wajah Nana merah seperti tomat yang segar dan enak untuk di gado. "eh, kamu mau tau aja".
__ADS_1
"oh ya, aku ngajak kating juga si, hahahaa nanti kamu ketemu sama kating yang pernah bentak kamu dulu, tapi kating nya ganteng sih, jadi,,,maafin aja", sambungnya.
"ekhmm,,,ingat kamu sudah ada yang punya", tegas Andik yang semestinya cemburu karna sang istri menyebut nama lelaki lain.
"tuh, liad suami kamu cemburu, nanti di belai di rumah", goda Mifa sekali lagi.
"ishh,,,, udahlah kamu jangan gitu Miffaaaaa", ucap Nana sambil menyubit kedua pipi Mifa yang amat chubby.
(lohhh?, itu kan Kak Rafael? kenapa ko kebetulan ada di sini?), batin Mifa.
"kenapa kamu Mifa?", tanya Nana yang langsung mengikuti sorot mata Mifa.
"apa?kak Rafael?", gumam Mifa yang sangat terkejut itu, tak berani menatap sorot mata Rafael yang tengah menatapnya itu.
(tch, kamu gak akan bisa lari dariku, meski kamu berada di luar sana), batinnya sambil melukiskan senyuman yang licik.
"Miff,,Mifaa itu kating nya yang pernah ngomelin kamu", ujar nya yang langsung membuat wajah Mifa semerah tomat meski ia menunduk.
"diem kenapa ?", lantur Mifa.
-------
__ADS_1
Akhirnya Reuni bersama pun selesai, dan kali terakhir adalah mengambil foto bersama agar menjadi kenang kenangan yang manis.
"hey,,,si cupu sudah lama tidak bertemu, apakah kamu sekarang menjadi simpanan om om?", Nia menyeringai melontarkan kata kata pedas nya yang sama sekali tidak ada hubungan nya ke Mifa.
"maksud kalian. Apa ya?", tanya Mifa yang mungkin masih bisa mengatur emosi nya.
"kau,,kan jadi simp-".
"PLAKKK!!", tamparan keras yang mendarat di pipi mulus Nia menjadi tontonan yang mungkin seru untuk dilihat.
"ehh,,,yankk itu sahabat mu leraikan segera", seru Andik yang menepuk nepuk pundak Nana.
"eh, tch ternyata masih sama kelakuan jal*ng rendahan itu", ucap Nana yang langsung berlari menghampiri Mifa.
"sudah Mifa, sabar ya biarkan si jal*ng murahan ini", ketus Nana sambil menggenggam tangan Mifa secepat kilat.
"dasar!!!kalian berdua sama saja!!".
Nia hendak menampar dan mendorong Mifa namun tangannya ditahan oleh tangan yang lumayan besar nan kekar, aksi nya berhenti seketika.
ternyata dia adalahh,,,,
__ADS_1