Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
9-new friend.


__ADS_3

(padahal dah nyaman, ditinggal begitu aja, dasar Dadang brengsek), batin Mifa.


*Brukkk.., tabrakan Mifa dan salah satu pegawai, membuat Mifa tersadar dari isak tangisnya.


"maaf mbak maaf saya nggak sengaja", ucap Mifa sambil tertunduk.


"gapapa, loh ini sekertaris nya Pak Boss yang baru ya?, ko nangis? di putusin ama pacar...ato", ucap Renata (pegawai yang menabrak Mifa).


"ah.. nggak kok gak ada apa apa heheh, oh yah nama mbak siapa kok bisa tau nama saya", ucap Mifa sambil menghapus air mata nya.


"oh nama saya Renata, saya tau nama kamu itu karna gosip yang bermunculan katanya kamu pacaran sama Dadang?", ucap Renata.


"ohh..salam kenal kembali kak, tapi aku gak punya hubungan apa apa sama Dadang cuman sahabat kantor aja", ucap Mifa.


"yasudah yok masuk", ucap Renata.


"iya, yok", ucap Mifa mengekori Renata.


****


"hufttt akhirnya sampai juga", ucap Mifa yang sudah datang di lantai 30.


"ekhemm", deheman Rafael yang dari tadi ada di samping pintu ruangan Mifa.


"eh..Pak Rafael, kok gak ngetuk pintu dari tadi?", ucap Mifa tersentak kaget.


"terserah saya, kan ini perusahaan saya, kamu berani melawan saya?", angkuh Rafael.

__ADS_1


"oh..pak maaf", ucap Mifa merasa bersalah.


"tch, cepat kerjakan pekerjaan mu", ucap Rafael pergi dari ruangan Mifa.


"ya pak"


"aneh", gumam Mifa.


pagi berpindah siang, waktunya istirahat dan melaksanakan sholat dhuhur. "wah sholat dulu habistu makan", ucap Mifa sambil melihat jam yang ada di tangannya.


Mifa turun menggunakan Lift. "eh Mifa mau kemana?", ucap Renata sambil menghampiri Mifa.


"kok mbak renata gitu sih?, sama sol suci itu?, geli deh gw ewhh", gosip dari mulut ke mulut para pegawai kantor membuat telinga Mifa gatal.


"oh saya mau ke Masjid biasa mau sholat dhuhur", ucap Mifa.


-di masjid.


"loh itu siapa mbak yang ada di foto lucu banget?", ucap Mifa sambil melipat rukonya.


"oh ini anak saya baru umur 3 bulan", ucap Renata.


"owalah...yaudah mbak ayo ke kantin makan saya laper", ucap Mifa sambil berdiri.


saat Mifa keluar dari masjid terlihat Dadang bersama teman²nya. (oh ternyata kamu lebih bahagia bersama teman² mu?, memang sepertinya iya karna kamu capek dengerin gosip² yang nggak²), batin Mifa.


"hei kamu kok ngelamun", ucap Renata sambil menepuk pundak Mifa.

__ADS_1


"ah eh nggak kok mbak, yaudah kita pergi", ucap Mifa tersadar dari lamunannya.


Dadang tersadar akan keberadaan Mifa, (maaf...mbak mifa), ucap Dadang. "heh broo, ngelamun baek, napa mikirn cewek ya?, siapa bro Mifa ?, sekretaris baru yang cantik, manis, nan sholehah?", ucap Rangga (salah satu teman Dadang).


"eh gak lah bro, yaudah yok ke kantin", ucap Dadang.


-di kantin.


"Mifa mau beli apa?", ucap Renata.


"ah, eh nggak aku titip air mineral aja, soalnya tadi udah sarapan", ucap Mifa.


"yah gak seru, yaudah deh aku ke bu Tutik", ucap Renata meninggalkan Mifa.


"ya", singkat Mifa.


(sekarang tak seseru bersama mu), batin Mifa.


Mifa terlelap dalam lamunannya, tak lama kemudian datang Renata yang membawa piring berisi ayam geprek, es teh dan air mineral berbotol plastik.


"Miff...mifa kamu gak sehat?, kok ngelamun terus dari tadi aku perhatikan?", ucap Renata sesekali menepuk pundak Mifa.


"eh astaghfirullah hal adzim, maaf mbak haduh saya ini kenapa toh kok mesti ngelamun", ucap Mifa menepuk jidatnya.


"haahah...nanti ati² ke masukan setan loh", canda Renata.


"ysudah yok makan dulu, oh yah maksudnya aku makan kamu minum hehehe", ucap Renata sambil duduk.

__ADS_1


__ADS_2