Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
31-bukan pencuri


__ADS_3

"siap non". "satu, dua tiga,,


Bibi dan Mifa mengayunkan kedua tangannya dari belakang ke depan dan siap memukul kedua kaki yang menggantung di atas sofa.


"BRUKKK,,BRUKKK


Seketika itu seorang laki yang komuknya habis bangun tidur dicampur wajah panik setengah mati karena kedua kakinya tengah dipukul.


"oi oi oi,,,tenang dulu ini akuuu!!!Iwannnnn", Iwan teriak dengan mengangkat kedua tangan berusaha menghentikan perlakuan Bibi dan adik tersayang nya.


"brukk


"eitss,,Kak Iwan hehehe", Mifa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali sama dengan Bibi merasa bersalah tanpa melihat wajah terlebih dahulu.


"m-maaf kak, aku kira pencuri", ujar Mifa.

__ADS_1


"aku memang pencuri"


"pencuri hati para perempuan", sambung Iwan.


"kalo pencuri hati perempuan. Kok kakak tetep aja jomblo?", tanya Mifa, seketika hati Iwan sakit tak berdarah.


"udah dek, males kakak di sini kaka mau makan dari kemaren malem belum makan, makan ya paling cuman energen", curhat isi hati Iwan dengan wajah yang imut. Tidak bagi Mifa.


"oh, Bik makanan kemaren masih sisa?kalo masi tolong berikan ke kakak ku yang malang ini", celoteh Mifa, "aku mau ke atas dulu ganti baju".


"Bik, ada kah?", tanya Iwan pada Bibi yang masih sibuk memanaskan Lauk Pauk serta sayur asem dan rendang, rendang (hmm) makanan terenak buatan Bibi.


"santuy Bik", celoteh Iwan.


"oh yahh!Iwan tadi kok Bibi gak ketemu kamu di masjid?malah di sini enak enak?". Seketika itu, Iwan hanya diam, jantung nya berdetak kencang seperti menemukan 'first love nya'.

__ADS_1


"eer anu, ", "anu anu, nanti saya bilang ke tuan kalo ga sholat subuh!!ayo sekarang SHOLAT DULU BARU SAYA KASIH MAKAN!!!", perintah Bibi dengan wajah yang sangat galak, angry bird pun kalah dan pastinya takut dengan bibi, Iwan langsung berlari ke arah kamar mandi yang tidak jauh dari dapur. Mifa hanya menggelengkan kepalanya sambil berdecak, mampus kak Iwan, pikir Mifa.


Mifa duduk di sofa yang amat besar sambil menyetel TV kesukaan nya, tentu kartun kartun lucu untuk mengisi waktu luangnya. cemilan kesukaannya juga sudah disiapkan di samping tepat ia duduk.


"Mifaaaa,,,Bibiiiiiiii dimana mushola nya??????", tanya Iwan sambil menulusuri tiap ruangan. 'astaghfirullah hall adzim ya allah', ucap Mifa dan Bibi bersamaan tidak lupa dengan tepok jidatnya.


"sebentar bi, biar saya tunjukkan Mushola nya", Mifa beranjak dari sofa padahal sudah 'pw' posisi wenak nya.


"Kak Iwan yang aku sayangi dan aku,,,em cintai. Gak. aku kasih tau di mana letak mushola tercinta ku", Mifa memandu Iwan berjalan. jauh dari dapur dan ruang tamu, tetapi dekat dengan kamar mandi, tidak sampai 10 meter dari kamar mandi.


Iwan menggaruk garuk kepalanya yang sama sekali tak gatal itu menyadari ke ling-lung annya itu. "ya maaf lah dedek, kan kak Iwan penghuni baru".


"penghuni baru?, dulu aja pernah nginep di sini seminggu karna di marahin tetangga nya kakak karna mecahin kaca nya. toh?".


"iya iya deh, kakak mau sholat takut ketinggalan", Iwan langsung masuk ke mushola yang disediakan lima ruko, sajadah dan sarung serta ada satu ac terpasang,

__ADS_1


Mifa mengoceh ngoceh layaknya ibu yang melihat nilai anaknya dibawah kkm, "penghuni baru?, astaghfirullah pikun kali ya kak Iwan, dulu aja waktu smp kelas dua nginep di sini seminggu gara gara main bola sama anak kampung gak sengaja kena kaca tetangga aja gak mau tanggung jawab,,hadeh hadeh kudu sabar".


tercium bau rendang dan sayur asam yang amat lezat membuat Mifa langsung lupa apa yang tadi dia omelkan "wenak banget bau nya aku mau makan aja kali ya?", tanya nya pada diri sendiri.


__ADS_2