Cinta berlawanan keyakinan

Cinta berlawanan keyakinan
23-bagaikan elang


__ADS_3

(Dang, lo di mana dah? serius gw nanya lama banget lo ngilang gak kayak biasanya).


Oh, ternyata pesan itu berasal dari Andi yang sedari tadi mencari cari Dadang toh.


Dadang hanya terus meratapi langit langit yang menurut nya terasa hampa itu, sambil melamun dan entah apa yang dia pikirkan namun ketampanannya itu lama lama terlihat, duduk di bawah pepohonan yang rindang itu. Sementara itu apa yang dilakukan oleh Andi dan Mifa?, Andi masih saja mencari cari Dadang di sekitar area kantin itu, yang benar saja dia hanya mencari nya ke daerah daerah kantin saja. "huft, gw kembali ke kantor aja, mungkin Dadang udah ada di sana", keluh Andi yang langsung berlari ke arah pintu belakang kantor nya.


Mifa tengah terduduk di kursi yang muat hanya untuk tiga atau dua orang, memejamkan mata indahnya itu, dan sekarang. Sakitnya itu tidak terlalu sakit, (ha,,ha) mungkin sakit itu karna pikiran nya? entah mungkin saja tebakan ku (author).


di lain tempat Renata tengah sibuk dengan apa yang ia kerjakan sekarang sambil berjalan kesana kemari jika ada waktu luang. Dan dipikirannya tiba tiba muncul Mifa apakah sudah sembuh dari sakitnya karna dia sedang refreshing di luar sana?. "oh, gimana kabar Mifa ya? udah setengah jam kagak muncul, dahlah. Biarin biar pikirannya freshhh", omel Renata sambil memegang kepalanya.


selang beberapa menit, akhirnya Mifa meniggalkan tempat itu dan kembali ke kantor tempat ia berkerja. Sama halnya dengan Dadang yang tersadar dari lamunan nya, "hah?, sudah berapa lama aku di sini?", Dadang terkejut dan tersadar dari lamunannya yang mungkin cukup lama.


-----

__ADS_1


"di mana perempuan itu?, kenapa aku tidak bisa menemukannya sedari tadi?", keluh Rafael yang masih mengitari hampir seluruh tempat dan sudut sudut kantor. "Brukk, Rafael merasakan (hm,?) ada yang menabrak nya, perlahan Rafael menundukkan kepalanya dan tidak di sangka yang menabraknya adalah,


"aduh", rintihnya.


"hemm".


Mifa reflek langsung mendongakkan kepala nya ke atas dan betapa terkejutnya dia, bahwa yang ditabrak nya adalah boss nya ya, ya si angkuh Rafael, Rafael hanya menatap tajam bagai elang yang ingin memangsa--nya.


Mifa reflek langsung menjauh dari hadapan Rafael yang mematikan itu. "kemana saja, kamu?", ucap nya dengan nada dingin yang menurut Mifa cukup mengerikan itu.


"oh yah?, kenapa kamu tidak memberitahu ku dulu?", ucapnya nada nya penuh penekanan.


"em, aku, ku kira pak, eh kak gak bakal nyari aku", ucap Mifa yang masih diselimuti oleh ketakutan nya.

__ADS_1


Rafael langsung menarik tangan Mifa menuju Lift khusus, dan menatap Mifa terus terusan dengan tatapan tajam nan menusuk itu.


setelah keluar dari Lift, Rafael masih tetap menarik tangan Mifa, sementara Mifa hanya bisa menunduk dan berjalan cepat.


Rafael langsung membuka pintu ruangannya dan mendorong Mifa ketembok.


(duh,,gimana ini? kok pak, eh kak Rafael ngeri gini),. batin Mifa.


tak lama Rafael langsung menempel kan satu tangannya ke tembok itu sambil menatap tajam Mifa. Mungkin dia memarahi Mifa dengan kata kata yang pedas, atau denga. cara yang lain? entah.


Mifa hanya terus menunduk, takut untuk bertatapan secara langsung bersama Rafael yang tengah berada di dekatnya sekarang.


------------------------------------------------------------------

__ADS_1


maaf ya author sekarang kebanyakan update di malam hari, karna sekarang banyak banged kegiatan di luar sekolah,,hehehe,,,


__ADS_2